Pernahkah Anda merasa suasana hati sedang tidak menentu? Entah itu gelisah, kemurungan, kegundahan, atau segala gangguan emosional lain yang dapat mempengaruhi aktivitas? Mungkin itu merupakan reaksi dari trauma atau luka batin yang tengah dirasakan. Memang, tidak ada bukti bahwa hal tersebut berupa sebuah luka, karena yang mengalaminya bukan fisik, melainkan mentall, dimana rasa sakitnya terkadang jauh lebih membekas dibandingkan luka di permukaan kulit. Orang yang mengalami juga tak jarang tidak menyadarinya, sehingga lukanya terus membesar, meluas.
Ada sebagian orang memerlukan bantuan psikolog hingga medis untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Namun, hal ini akan percuma tanpa niatan self healing yang nyata dari diri sendiri. Self healing adalah cara tubuh menyembuhkan diri dari luka emosional. Self healing selalu berkaitan dengan bagaimana seseorang menerima keadaannya, mau bangkit dari keterpurukan, dan memberikan maaf pada segala apa yang sudah terjadi. Self healing bukan tentang melupakan atau berlari, tapi hanya mencoba hidup berdampingan bersama trauma yang menyakitkan diri serta menumbuhkan pengendalian diri di masa yang akan datang.
Cara self healing tentu berbeda-beda setiap individunya. Pastinya, self healing bukan berarti seseorang harus liburan, belanja, staycation, dan sebagainya. Kegiatan itu akan sama saja kalau hanya berakhir sebagai bentuk pelarian semata. Lebih dalam, self healing dapat dilakukan dengan mengenali diri sendiri dan permasalahan yang terjadi pada hidup.
Beberapa langkah di bawah ini mungkin dapat menjadi inspirasi Anda untuk melakukan self healing.
source:pexels.com/Cliff BoothMeditasi merupakan latihan relaksasi diri dan membantu memfokuskan pikiran. Dari luar, meditasi memang nampak seperti diam, tanpa melakukan apapun, tapi di balik itu banyak yang perlu diterapkan, sehingga memang perlu konsentrasi penuh. Teknik utama yang digunakan adalah pernapasan agar pikiran menjadi tenang terlebih dulu. Untuk melakukan meditasipun disarankan menggunakan tempat dan posisi yang nyaman, supaya selama proses berjalan hambatan bisa diminimalisir.
Mindfulness menjadi salah satu teknik meditasi yang disarankan untuk self healing. Mindfulness memnfokuskan diri pada keadaan dan emosi saat ini secara terbuka tanpa menghakimi. Anda harus benar-benar dalam kondisi sadar untuk memaknai apa yang sedang berada di sekitar. Meditasi ini juga mengoptimalkan penggunaan pancaindera untuk merasakan. Lakukan dengan mengatur pernapasan dan detak jantung. Dalam aktivitas mindfulness, Anda dapat mengurangi aktivitas otak yang merespon rasa takut dan memperkuat area yang mengatur emosi. Sebenarnya meditasi ini cukup memiliki dampak, karena emosi-emosi baru bisa saja timbul akibat dari kehidupan yang bergerak di sekitarnya. Namun, hal itu juga yang nantinya akan membuat tubuh menerjemahkan sebaliknya, sehingga Anda dapat merasa lebih tenang dan mampu fokus kembali.
source: pexels.com/Roberto HundBagaimana cara orang menghadapi emosi itu pasti tidaklah sama, ada yang butuh bercerita, ada yang memilih bungkam. Sayangnya, jika tidak diungkapkan secara baik, maka hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, sebagian orang memilih untuk menuliskan perasan mereka melalui tulisan atau melakukan journaling.
Kegiatan journaling adalah proses meluapkan emosi lewat tulisan yang dilakukan secara teratur. Anda dapat menuliskan apapun di sini, seperti pengalaman, pikiran, perasaan, dan sebagainya. Kebebasan menjadi dasar yang bisa digunakan ketika memulai journaling. Itu artinya, Anda dapat memulai menulis sesuai dengan apa yang disukai, tidak terikat media, alat, dan materi. Tidak perlu buru-buru dalam menulis jurnal. Anda hanya butuh waktu yang tepat buat melaksanakannya, misal saat sepulang kerja, sebelum tidur, atau setelah bangun. Mulai dari hal sederhana, sesuatu tentang kejujuran yang diluapkan pada momen tepat. Jika sudah terbiasa, jurnaling bisa jadi rutinitas yang baik dalam mengelola stres, mengatasi trauma, meningkarkan kreativitas dan kesadaran diri, serta membuat suasana lebih nyaman.
source: pexels.com/Roman OdintsovMengutip dari halaman resmi Siolam Hospital, sel-compassion diartikan sebagai kemampuan untuk menerima diri apa adanya. Self-compassion merujuk pada pengakuan bahwa manusia tidaklah sempurna. Banyak hal bisa terjadi, harus dilalui, dimaklumi, dan dimaafkan. Segala sesuatunya merupakan bagian dari pembelajaran selama hidup masih terus berlanjut.
Self-compassion akan menuntun Anda untuk belajar mencintai diri sendiri. Berbicara pada diri sendiri, tentang apa yang dirasakan, seperti ketika kita berbicara pada orang lain. Sering kali terlihat bahwa seseorng bisa sebaik dan selembut itu pada orang lain, tapi tidak untuk dirinya sendiri. Padahal, mereka juga manusia yang punya perasaan, perlu kasih sayang, pemakluman, dan sandaran agar tetap bertahan. Ada tiga hal yang bisa Anda perhatikan ketika melakukan self-compassion. Pertama adalah mindfulness atau berkesedaran serta memberi perhatian. Kedua, self-kindness atau memperlakukan diri secara baik, pengertian, serta memaklumi. Terakhir, common humanity yaitu rasa kemanusiaan sesama orang lain. Saat Anda sudah bisa menerima diri sendiri dengan apapun yang terjadi, maka Anda dapat lebih menikmati kehidupan yang dijalani.
source: pexels.com/cottonbro studioRasa cemas pada seseorang bisa datang kapan saja. Tentu, ad trigger yang jadi pemicu kecemasan itu dapat terjadi. Tidak bisa ditebak, datangnya darimana dan kapan saja. Entah Anda sedang bersantai atau melakukan kesibukan, rasa cemas bisa datang tiba-tiba. Respon dari rasa cemas pun berbeda-beda, ada yang sederhana, tapi ada juga yang parah. Ketika cemas melanda, orang kerap kali bingung, pikiran jadi tak fokus, dan aktivitas bisa berantakan. Namun, Anda dapat meminimalisir itu dengan grounding techniques yang kini bisa dipelajari dengan mudah lewat berbagai media.
Grounding techniques adalah cara untuk menglihkan pikiran negatif dengan melakukan aktivitas. Tujuan dari teknik ini yaitu meningkatkan kesadaran diri agar tidak terlampau dikuasai rasa cemas yang berlarut-larut. Anda dapat melatih teknik ini dimana saja. Ada banyak jenis grounding yang bisa dipelajari, seperti teknik fisik, teknik pernapasan, dan yang paling populer metode 5-4-3-2-1. Menggunakan metode 5-4-3-2-1 termasuk ke dalam metode sensorik, dimana anda dapat memanfaatkan pancaindera untuk memikirkan tentang 5 hal yang Anda lihat, 4 hal yang Anda sentuh (tekstur/bentuk), 3 hal yang bisa didengar, 2 hal yang tercium, dan 1 hal yang bisa dicecap atau dirasakan. Langkah sederhana ini dapat mengurangi kecemasan serta mengembalikan fokus.
Self healing bukan tentang bagaimana seseorang memilih liburan, belanja, makan, atau nonton untuk menghilangkan stres. Agenda itu tdak menjadi self healing jika setelah melakukannya, rasa stres, cemas, dan gelisah itu datang kembali. Self healing merupakan agenda memulihkan diri dari luka batin yang tak terlihat. Tujuan akhir dari kegiatan ini tentu untuk mengurangi perasan tak nyaman pada diri sendiri. Kekuatan self healing ada pada tiap individu yang sudah yakin melakukannya. Niat bagaimana ingin melepaskan diri dari belenggu ketidakseimbangan emosi, bagaimana cara mengungkapkan perasaan secara tepat tanpa memendam, langkah seperti apa menerima diri sendiri dengan sepenuh hati, serta pengendalian diri ketika rasa cemas itu datang kembali tiba-tiba. Self healing menjadi perjalanan yang panjang dan bermakna bagi tiap-tiap orang yang menjalankannya.
Baca juga: Resep Pasta Kacang, Isian Bungeoppang yang Manis nan Legit
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply