Obat herbal menjadi sahabat bagi banyak orang di Indonesia. Sebelum tersedianya obat-obat kimia seperti sekarang, masyarakat zaman dulu menggunakan rempah-rempah sebagai obat untuk meredakan penyakit. Kini, tumbuh-tumbuhan itupun diklasifikasikan sebagai tumbuhan herbal atau tanaman obat. Beberapa di antaranya kini masih bisa dengan mudah ditemui dan diracik sesuai kebutuhan secara mandiri.
Setiap rempah-rempah punya khasiat yang berbeda. Pembuatan obat herbalpun harus disesuaikan dengan porsi dan takaran, layaknya obat kimia pada umumnya. Rasanya juga beragam, mungkin ada yang masam, pahit, atau bahkan hambar.
Yuk, ulik macam rempah-rempah yang biasa dijadikan obat herbal!
Beraroma segar dan rasa pedas yang khas, mungkin jadi karateristik dari jahe yang kita kenal. Bagi orangyang hobi memasak, jahe adalah bahan yang begitu akrab. Dalam dunia kuliner, jahe berperan sebagai komponen yang akan memperkaya rasa serta memberikan aromatik pada sebuah hidangan.
Kegunaan jahe tidak terbatas pada bidang kuliner, sebab sejak dulu jahe dimanfaatkan sebagai obat herbal. Pada tumbuhan rimpang ini terkandung berbagai nutrisi yang mampun mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terdapat gingerol dan shagaol yangb bersifat anti-inflamasi. Jahe sering kali dijadikan obat untuk mengatasi mual, nyeri sendi, kembung, sakit perut, hingga rasa dingin. Jahe bisa diolah menjadi serbuk, diekstrak, dijadikan permen, atau langsung digeprek dan direbus.
source: unsplash.com/jellybeeRempah selanjutnya adalah kunyit, tumbuhan yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Rempah-rempah ini punya ciri khas berwarna kuning oranye yang kerap dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Di samping itu, kunyit ternyata mengandung senyawa yang mampu membantu menjaga kesehatan tubuh.
Kunyit memiliki kurkumin serta minyak atsiri sebagai antioksidan, anti-tumor, anti-kanker, anti-mikroba, juga anti-racun. Segala kandungannya tersebut mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati radang, mengurangi mual, perut kembung, dan nyeri. Bahkan kunyit dapat dimanfaatkan sebagai alergi, seperti gatal-gatal.
source: pinterest.com/Info PertanianSejak ribuan tahun lalu, kapulaga telah dimanfaatkan sebagai bahan dasar memasak dan obat herbal. Dalam kuliner, kapulaga mampu berperan sebaga aromatik dan di dunia kesehatan dapat menjaga sistem pencernaan, pernapasan, metabolisme tubuh, hingga fungsi jantung juga hati. Jadi, tidak salah jika dulu, kapulaga pun jadi incaran banyak orang.
Kapulaga sendiri menyimpan kandungan yang melimpah. Pertama, kapulaga memiliki phenol, flavonoid, terpenoid, tannin, dan alkaloid yang termasuk ke dalam antioksidan. Adanya kandungan tersebut mampu mengurangi adanya risiko penyakit kronis yang berhubungan dengan peradangan. Mengonsumsi kapulaga juga bermanfaat sebagai pendukung sistem kekebalan imun, melawan bakteri, serta memelihara kesehatan jantung.
source: pinterest.com/puri-puriBanyak orang mengenal cabai sebagai bahan makanan yang dapat memberikan rasa pedas pada makanan. Cabai yang umum di pasaran memiliki beberapa macam, seperti cbai rawit hijau atau cengek, cabai rawit setan, cabai keriting, cabai hijau, cabai kering, dan sebagainya. Cabai pun dapat dibedakan dari ukurannya. Namun, ternyata ada satu lagi cabai yang keberadaannya gabta ada pada tempat tertentu saja, lho. Namanya cabai Jawa, salah satu rempah kuno yang sudah ada sejak zaman kerajaan.
Ukuran cabai Jawa mirip dengan cabai rawit hijau, tapi punya tekstur bergerindil. Jika belum matang warnanya hijau, sedangkan saat matang berwarna merah. Jika di pasar, cabai ini banyak dijual dalam kondisi sudah dikeringkan karena dianggap lebih awet, sehingga warnanya hitam. Sensasi pedasnya mampu menghangatkan tubuh. Orang-orang memanfaatkan cabai ini untuk mengatasi sakit perut, masuk angin, hingga meningkatkan stamina.
source: unplash.com/engin akyurtKembali ke anggota tanaman rimpang, kencur merupakan rempah-rempah yang ampuh mengatasi berbagai masalah kesehatan. Bentuknya kecil dengan warna putih di bagian dalamnya. Aromanya begitu kuat, bahkan beberapa orang mengaku tidak tahan dengan bau yang dihasilkan oleh kencur. Rasanya pedas dan teksturnya renyah.
Kencur suah dikenal lama sebagai rempah yang dapat melegakan tenggorokan. Seperti yang dilakukan penyanyi Indonesia, Yura Yunita, sebelum naik panggung, dirinya punya ritual untuk mengunyah beberapa kencur terlebih dahulu agar suaranya lebih maksimal dan energinya full. Di samping itu, keberadaan kencur dapat meningkatkan nafsu makan, meredakan peradangan, mengatasi infeksi bakteri, juga mengendalikan kadar kolesterol. Anda bisamengonsumsi kencur secara langsung atau mengekstrak sarinya untuk dijadikan jamu.
source: unplash.com/Rens DBerikutnya ada kayu manis, rempah yang diambil dari bagian dalam pohon Cinnamomum, yang kini sudah tersebar di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Rempah-rempah ini memang berbentuk kayu tipis yang melengkung, keras, berwarna cokelat kemerahan, serta aromanya yang refreshing. Dalam dunia kuliner, kayu manis biasa dijadikan sebagai tambahan aromatik, garnish, dan taburan di atas kue ketika sudah dihaluskan menjadi bubuk.
Kayu manis yang sebenarnya rasanya tak semanis itu pun punya manfaat baik untuk kesehatan. Rempah-rempah tersebut memiliki sifat anti-pasmodik yang dapat meredakan kram, kembung, serta gas pada perut. Bagi penderita diabetes, kayu manis mampu berperan sebagai pengontrol gula darah. Ramua kayu manis pada obat herbal juga digunakan sebagai pereda masalah pencernaan. Anda dapat mengonsumsinya dengan ara direbus atau diambil sarinya. Jika kurang manis, bisa dikombinasikan dengan madu.
source: unplash.com/Jaspreet KalsiCengkeh merupakan komoditi ekspor unggulan dari Indonesia yang banyak diincar oleh orang-orang mancanegara. Berasal dari Maluku, rempah-rempah ini juga yang jadi daya tarik utama bangsa lain datang ke mari, lho. Cengkeh merupakan bunga-bunga kecil yang dikeringkan. Aromanya kuat, wangi, pakai sedikit saja sudah terasa.
Selain dapat melezatkan masakan, cengkeh punya segudang manfaat untuk kesehatan. Tanaman tersebut kaya senyawa fenolik dan antioksidan. Sejak dulu, cengkeh sudah digunakan sebagai obat herbal alami dalam pengobatan pernapasan, gatal, gigi berlubang, dan menghangatkan tubuh. Cengkeh pun mampu mengurangi risiko kanker, mengontrol gula darah, hingga menjaga kesehatan hati. Anda bisa mengonsumsi cengkeh dengan cara diambil ekstraknya melalu proses rebus.
source: unsplash.com/volantHidangan tumis, hidangan kuah, rasanya tidak pas tanpa adanya aroma khas dari sereh. Rempah-rempah yang satu ini berbentuk seperti rumput yang dicabut seakar-akarnya. Bagian atas hijau dan bagian bawahnya berwarna putih bertekstur keras. Namun, bagian putih itulah yang kaya akan rasa dan manfaat.
Jika sereh sering dipakai sebagai bahan aromatik, nyatanya Anda dapat mengambil manfaat lain dari rempah ini. Sebab, sereh mengandung antioksidan, bersifat anti-inflamasi juga anti-bakteri. Kandungan tersebut mampu meredakan peradangan, mengatasi infeksi, mengurangi nyeri menstruasi, mengurangi sakit kepala, bahkan meringankan bekas jerawat. Lebih jauh, sereh punya fungsi menurunkan kadar kolesterol, sehingga jantung dapat terlindungi.
Rempah-rempah di atas hanya sebagian kecil dari banyaknya rempah-rempah yang sudah dikenal sejak dulu sebagai obat herbal. Faktanya, obat herbal memang sudah akrab dengan nenek dan kakek kita ketika obat belum semasif sekarang. Sampai sekarang, manfaat rempah-rempah untuk pengobatan masih tetap relevan. Beberapa ada yang bisa dimakan langsung, seperti kencur, tapi ada juga yang perlu diekstrak atau diproses agar lebih mudah mengonsumsinya. Rempah-rempah adalah alternatif obat sederhana yang minim risiko.
Baca juga: Base Genep, Kunci Ajaib Daya Tarik Kuliner di Pulau Bali
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply