source: magnific.com
Tidak semua makanan khas dari Indonesia ternyata berasal dari dalam negeri. Sejumlah menu merupakan hasil persilangan dengan resep yang berasal dari negara lain. Hal ini terjadi sebab adanya kontak budaya. Mengingat di masa lalu Nusantara pernah didatangi bangsa-bangsa Barat, khususnya Eropa, tidak heran kalau banyak makanan blasteran yang kini tumbuh dan berkembang di sini.
Salah satu jenis makanan yang menonjolkan sisi akulturasi budaya ini dapat dilihat dari dessert atau makanan penutup. Anda mungkin cukup familiar dengan nama-nama di bawah karena memang mudah sekali ditemui. Barang kali, Anda juga pernah mencicipinya.
Yuk, simak kuliner desseert blasteran yang terkenal di Indonesia!
source: paxels.com/Valerina BoltnevaJika Anda sedang berkunjung ke pasar dan mendatangi pedagang kue-kue basah, ada satu menu yang pasti ada di sana, yaitu kue sus. Kue yang biasanya dijual biasanya berwarna cokelat keemasan, dengan tekstur garing dan berongga. Isiannya berupa custard manis berwarna putih pucat. Ada juga yang mengisi kue sus dengan adonan mayo dan sayur.
Kue sus memang sudah lama berada di Indonesia, tapi makanan ini bukan asli dari sini. Kue sus sendiri diadopsi dari resep pastry Perancis, bernama coux. Kue tersebut punya rongga-rongga dan berisi krim lembut. Ada juga yang menambahkan topping atau isian seafood untuk memperkaya rasa. Kue ini termasuk ke dalam jajaran kuliner kuno karena pertama kali ditemukan pada tahun 1500-an.
Fun fact, meskipun sederhana, kue ini cukup sulit untuk dibuat. Perlu teknik dan kesabaran yang luas agar memberikan hasil optimal. Kue sus sendiri pernah jadi salah satu tantang tersulit di kompetisi memasak Master Chef.
source: paxels.com/Terence KohLapis legit merupakan salah satu oleh-oleh yang sering dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, yang paling terkenal dari Surabaya. Kuliner ini sudah berbaur dengan masyarakat lokal, bahkan termasuk budaya yang ada untuk memperingati hari-hari penting, contohnya ketika Imlek atau pernikahan. Namun, ternyata kuliner ini tidak benar-benar berasal dari Indonesia, karena ada unsur mancanegara yang digunakan dalam pembuatan resepnya.
Laps legit terinspirasi dari kue asal Belanda yang disebut spekkoek. Di Belanda, spekkoek sendiri adalah jenis kue lapis yang sudah ada sejak dulu. Aromanya wangi, karena menggunakan rempah-rempah, teksturnya lembut dan buttery, serta rasanya yang manis. Hal yang membuat takjub dari spekkoek versi Belanda ini layer-nya yang bisa lebih dari 18 buah, jadi bisa dibayangkan seberapa lama kue ini dimasak. Tidak salah kalau harganya mahal.
Di Indonesia, lapis legit sudah dimodifikasi menjadi lebih variatif. Ada yang menambahkan cokelat, buah-buahan, hingga mendesainnya seperti bentuk tertentu. Konsep unik yang dibangun ini dapat menaikkan harga jual, bahkan sampai jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitannya.
source: unplash.com/Wil CarranzaSering jadi sajian untuk acara tertentu, seperti jamuan makan, pesta, atau sekadar berkumpul di rumah bersama keluarga. Kue ini berbentuk onjong dengan isian krim di dalamnya. Base cake-nya adalah kue sponge, yang ringan dan lembut. Namanya swiss roll tapi kalau di Indonesia, mungkin Anda lebih mengenalnya sebagai bolu gulung.
Eksistensi kue ini di Tanah Air memang sudah cukup umum. Bentuk modifikasi yang lebih sederhana dan terjangkau pun sudah banyak tersedia. Namun, ternyata, makanan yang sudah akrab dengan lidah lokal ini resepnya diadopsi dari negara lain dan disesuaikan kembali. Namanya memang 'swiss,' tapi sejarah mencatat kue ini lahir di Eropa Tengah dan justru terkenal di Inggris.
Sajian swiss roll atau bolu gulung ini cukup variatif. Kue yang sudah dipanggang, kemudian diberisi filling seperti buah-buaha, selai, krim, dan lain-lain. sponge cake lalu digulung. Saat dipotong, bagian dalam kue akan membentuk motif spiral yang dihasilkan dari filling tersebut. Kue ini sangat cocok dijadikan teman minum teh atau kopi.
source: unplash.com/Kwon JunhoNah, kalau yang satu ini sudah kelihatan jelas, ya, jika memang bukan berasal dari Indonesia. Walaupun, egg tart cukup umum dan digemari oleh masyarakat Nusantara. Egg tart adalah sajian dessert yang terbuat dari kulit pastry dengan custard di bagian tengahnya. Jadi, mirip pie susu tapi versi lebih flaky, renyah, dan gurih.
Berbicara soal asal muasal egg tart, ada beberapa versi yang bisa Anda ketahui. Pertama, egg tart lahir di kawasan Eropa, khususnya kawasan Portugal, yang dijuluki pastel de nata. Egg tart versi Portugal ini kulitnya lebih berlapis, custardnya terkadang dikaramelisasi, dan rasanya cenderung light. Orang-orang Portugal juga sering menambahkan rempah-rempah tambahan agar aromanya semakin wangi, misalnya kayu manis. Lalu ada versi kedua yang berasal dari Hong Kong. Egg tart ala Asia ini jauh lebih manis dan tampilannya flawless, sederhana, tapi menarik perhatian. Kulit egg tart dari Hong Kong juga lebih tipis, rapi, ringan.
Di Indonesia sendiri, egg tart juga sudah dimodifikasi. Bagian custard sering dikreasikan dengan berbagai bahan, bukan hanya versi klasiknya saja. Jenis pastry inipun mudah diterima oleh masyarakat lokal sini karena rasanya yang bersahabat, manis, dengan sentuhan renyah di setiap gigitnya.
source: paxels.com/JS LengSelalu ada ketika Hari Raya Idul Fitri dan Natal, siapa lagi kala bukan si manis nastar. Kue kering yang satu ini seolah jadi hidangan wajib menyambut hari raya. Selama beberapa tahun terkahir ini, orang-orang kerap membagikan momen betapa sulitnya membuat nastar, walaupun bentuknya sederhana.
Perlu diketahui, terkenal di Indonesia, bukan berasal lahir di Indonesia juga. Nastar secara resmi muncul dari Belanda. Nama nastar sendiri diambil dari dua kata Belanda, anannas dan tart yang artinya kue tart berisi nanas. Kue ini begitu populer di Eropa, karena masyarakat di sana memang menyukai hidangan tart atau pie yang diisi buah-buahan.
Resep asli dari nastar sendiri sebenarnya bukan buah nanas. Ketika bangsa Eropa datang ke Indonesia, mereka bingung untuk mendapatkan buah apel dan bluberi. Kedua buah itu memang sulit tumbuh di tanah tropis, ya. Solusinya, mereka menjadikan nanas sebagai bahan pengganti. Siapa sangka, orang-orang Indonesia juga menyukai nastar, hingga kini masih lestari dan mudah ditemukan di mana saja.
source: paxels.com/Alesia kozikNamanya unik, seperti bukan bahasa Indonesia, klappertaat nyatanya memang kuliner belasteran Belanda dan Manado. Resep asli dari klappertaart berasal dari Belanda, tapi telah dimodifikasi dengan bahan-bahan yang tersedia di kawasan Sulawesi Utara pada saat itu. Kombinasi ini melahirkan akulturasi budaya pada sepotong dessert manis dan lezat.
Di masa lalu, klappertaart lahir dari kegigihan para noni Belanda untuk menyajikan suguhan yang lezat. Klappertaart dipilih mengingat saat itu, area Sulawesi Utara kaya akan kelapa. Sayangnya, bahan-bahan lain harus diimpor dari luar daerah. Hasilnya, klappertaart buatan para noni Belanda itu tersebar luar dari mulut ke mulut, semakin tenar, dan digemari berbagai kalangan. Padaha, dulu kuliner ini hanya diperuntukkan kalangan menengah atas.
Kini, membuat klappertaart tidak sesulit zaman dulu. Bahan-bahan yang digunakan sudah mulai mudah didapatkan dengan harga yang masuk akal. Klappertaart pun telah dikenal semakin luas, tidak hanya di Manado saja.
Nah, itu dia beerapa desseert atau makanan manis yang akrab di Indonesia, tapi ternyata merupakan blasteran dari luar negeri. Meskipun demikian, kuliner-kuliner ini tetap lestari di Nusantara, dicintai banyak orang, dan selalu berkembang mengikuti zaman. Kue-kue ini bukan hanya sekadar makanan, tapi bagian dari kearifan lokal, melekat pada adat yang ada di tengah masyarakat.
Pernah Anda mencoba salah satunya?
Baca juga: Resep Godok Pisang Hangat Cemilan Keluarga
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply