Langkah-Langkah Bijak Investasi untuk Para Pemula


source: magnific.com


Sejak maraknya informasi terkait investasi di dunia maya, banyak orang mulai meniatkan diri untuk terjun ke dunia tersebut. Kemudahan penanaman modal melalui berbagai aplikasi atau website memberikan penawaran yang menarik, bagaimana dengan modal sekian bisa mendapatkan keuntungan sekian. Padahal, investasi tidak hanya soal menanamkan modal, tetapi ada ilmu yang harus dipelajari sebelum masuk ke dalamnya. Hal ini disebabkakan dalam investasi pun seseorang bukan hanya mengalami untung, tapi juga rugi. Jadi, jika belum yakin dalam menceburkan diri ke ranah investasi, lebih baik diurungkan saja atau minimal mendapatkan mentorisasi dari orang terpecaya yang memang sudah ahli di bidangnya. 

Nah, beberapa hal di bawah ini merupakan kiat-kiat sederhana untuk investasi pemula. 

Yuk, cek!

Paham akan Tujuan Investasi

Sebelum melakukan investasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi yang dilakukan. Apakah investasi itu digunakan untuk pendidikan, dana darurat, pernikahan, membeli rumah, mengembangkan usaha, jaminan bisnis, atau yang lainnya. Ketika tujuan sudah didapat, maka Anda dapat menentukan jangka waktu yang dikehendaki untuk memperoleh keuntungan.

Tujuan investasi yang sudah Anda genggam akan membawa dalam dua jalur, yaitu investasi jangka pendek serta investasi jangka panjang. Setiap jangka nantinya akan menjurus kepada produk investasi tertentu. Misalnya investasi jangka pendek, biasanya waktunya kurang dari tiga tahun. Bentuk instrumennya seperti obligasi jangka pendek, sertifikat deposito, serta pasar saham. Sedangkan jangka panjang, tentu butuh waktu simpan yang lebih lama. Bentuk instrumennya emas, perak, dan reksadana dengan nilai pengembalian tinggi. 

Kenali Instrumen Investasi

Selanjutnya, setelah menentukan tujuan dari investasi, Anda dapat menentukan jenis instrumen apa yang ingin digunakan. Instrumen merupakan alat yang dimanfaatkan dalam menyimpan dana pada janga waktu dan profit tertentu. Ada banyak instrumen yang perlu Anda ketahui. Masing-masing punya kelebihan dan risikonya sendiri yang dapat menjadi pertimbangan kedepannya. 

And dapat menyimpan dana di Surat Berharga Negara atau SBN. Instrumen ini diterbitkan oleh pemerintah yang ditujukan untuk proses pembangunan negara. Investor nantinya akan memperoleh sejumlah return sesuai seri juga kondisi pasar saat penerbitan. Instrumen lainnya yaitu reksa dana, sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana lebih dari seorang. Melalui reksa dana, pemodal dapat mempercayakan uangnya untuk dikelola oleh manejer investasi. Produk reksadana di antaranya pasar uang, obligasi , dan saham. 

Instrumen juga dapat berbentuk deposito. Produk bank yang satu menawarkan fasilitas penyimpanan uang dengan tenor waktu tertentu dan bunga tetap yang berkisar 3-5%. Konsep deposito memang seperti tabungan, tapi punya sistem yang sedikit berbeda. Deposito menjadi instrumen favorit banyak orang karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, deposito bukan instrumen yang fleksibel karena tidak dapat ditarik sewaktu-waktu, sehingga harus menunggu jatuh tempo. 

Instrumen jangka panjang lain yang nilainya termasuk stabil adalah emas dan properti. Bahkan keduanya bisa naik secara berkala tergantung dari situasi perekonomian dimana aset itu berada. Instrumen ini dimiliki untuk membangun kekayaan dalam kurun waktu lama.

source: pexels.com/Yan Krukau 

Pilih Platform Invstasi yang Tepat

Jika sudah mengantongi tujuan dan jenis instrumen yang ingin digarap, Anda bisa mencari platform apa yang cocok digunakan untuk menanamkan modal. Sekarang, semakin mudah bagi Anda mencurahkan sejumlah uang dingin untuk diinvestasikan. Namun, pastikan bahawa platform yang digunakan diawasi, resmi, dan punya reputasi atau testimoni yang baik di tengah masyarakat. 

Beberapa platform populer yang mudah digunakan oleh pemula yaitu Bibit, Bareksa, Ajaib, dan Stockbit. Setiap platform punya keistimewaannya sendiri-sendiri, seperti Bibit yang lebih cocok untuk produk reksa dana dan SBN, Bareka untuk marketplace, dan saham pada Ajaiab atau Stockbit. Jika di luar itu Anda menemukan platform lain, maka cek terlebih dahulu seluk beluknya agar tidak kewalahan di belakang. 

Mulai dengan Nominal Kecil 

Investasi bagi pemula disarankan untuk tidak menggunakna modal yang besar terlebih dahulu. Sebagai awal masuk ke dunia inevestasi, Anda bisa memulainya dengan nominal kecil. Jangan terburu-buru langsung dengan modal yang tinggi. Anda perlu memperhatikan terlebih dahulu prospek tentang instrumen dan platform yang sedang digunakan. Jangan sampai Anda menerima kerugian yang lebih besar daripada keuntungan dari modal yang telah ditanam. Sembari berjalan, Anda bisa belajar bagaimana mengelola investasi yang telah dimulai. 

Tidak perlu cemas, di platform tertentu, Anda dapat memilih instrumen yang menyediakan pembelian dengan harga kecil. Misalnya saja di Bibit, beberapa produk menawarkan opsi pembelian minimal Rp 10.000 saja, ada juga yang dimulai dari Rp 100.000. Hal ini pun sama seperti di inevstasi emas dari Pegadaian yang memungkinkan para investor membeli dari harga rendah.

source: pexels.com/Leeloo The First

Selalu Konsisten dan Perhatikan Portofolio

Setelah memulai aktivitas investasi secara bertahap, Anda akan memiliki portofolio yang bisa dianalisis. Portofolio itu mencakup aset-aset yang Anda kelola, bagaimana perkembangannya, mungkin turun atau naik, sudah memenuhi tujuan dari awal investasi atau belum. Ada beberappa jenis portofolio yang perlu diketahui, yaitu portofolio nilai, portofolio pendapatan, dan portofolio pertumbuhan. 

Dari portofolio yang sudah terbentuk, Anda dapat menjadikannya sebagai dasar untuk perjalanan investasi di masa depan. Tanamkan modal sedikit demi sedikit secara konsisten pada produk yang punya prospek baik. Tidak perlu dengan modal besar, tapi teratur setiap bulannya. 

Memanfaatkan Dana Dingin

Ini menjadi hal yang harus diperhatikan oleh setiap calon investor. Dana yang akan ditanamkan pada sebuah perusahaan haruslah uang atau dana dingin. Artinya, uang ini memang merupakan lebihan yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, tidak untuk mencicil, dan bukan dana dararuta. Jadi, dana tersebut memang uang yang yang tidak dipersiapkan untuk apa-apa. Tujuan penggunaan dana dingin tentu saja mencegah rasa cemas berlebih, sebab dalam investasi untung dan rugi adalah hal basa. Jadi, saat merugi, pengeluaran rutin tidak akan berkurang. 

Menyisihkan dana dingi bisa Anda lakukan dengan beberapa cara. Pertama, tentu Anda harus menyusun kebutuhan apa saja yang harus dibeli atau dibayar dalam satu bulan. Sisihkan penghasilan untuk kegiatan-kegiatan prioritas terlebih dulu. Setelah mendapatkan hasil akhir, baru taruh di rekening yang berbeda. Anda dapat mengumpulkan dana-dana tersebu secara rutin dan konsisten. Baru, pilih instrumen yang memungkinkan atau sesuai portofolio Anda. Lakukan transaksi menggunakan dana dingin.

source: pexels.com/Katie Harp

Itu dia sat dua cara untuk berinvestasi di masa kini. Investasi bukan sesuatu yang buruk, bahkan bisa dikatakan baik karena dampaknya bisa terasa bagi para pelakunya. Memang, dalam investasi ada rugi serta untung yang biasa. Seorang yang terjun dalam investasi harus memiliki mental kuat, berpegang teguh pada prinsip, dan selalu memantau pasar. Jika belum percaya diri melakukan sendiri, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli. Tidak ada kata terlambat, karena investasi bisa dimulai kapan, dimana, dan siapa saja.

Baca juga:

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...