Variasi Simpul Dasi, Statement Nyata untuk Fashion Pria!


source: pinterest.com/Delmas Gault


Dasi jadi salah satu item fashion laki-laki yang punya peranan penting. Dasi bahkan menjadi bagian yang wajib dari setelah formal, seperti tuxedo atau jas. Ragam simpul dasi pun beragam, bisa diaplikasikan tergantung situasi yang dihadapi.

Tampak sederhana, simpul dasi pada setelan laki-laki nyatanya memiliki cara, karakter, dan makna yang berbeda-beda. Pemakaian simpul dasi harus menyesuaikan acara yang dihadiri. Sebab, setiap simpul menandakan persona yang berbeda-beda.

Di bawah ini beberapa simpul dasi yang umum dikenakan serta persona yang dibawanya!

The Four-in-Hand Knot

source: pinterest.com/The Modest Men

Simpul pertama yang paling terkenal, simple, dan cocok dikenakan untuk pakaian formal laki-laki maupun kasual. four-in-hand knot bisa dikatakan sebagai salah satu simpul dasi yang mudah dipelajari dan cepat diingat. Simpul ini sangat pas untuk Anda yang ingin tampil stylish tapi tetap menampilkan sisi profesional. Anda dapat mengombinasikan dasi dengan kemeja berkerah lebar maupun sempit. 

Nama four-in-hand diambil dari aktivitas pengemudi kereta di masa lalu. Beratus-ratus tahun berlalu, pengemuda kereta kuda memegang empat kuda sekaligus, sehingga cara berpakaian harus nyaman, tapi tetap sopan. Simpul ini baru diakui sebagai fashion pada abad ke-17 ketika seseorang dari Kroasia datang menemui Raja Louis XIII. 

Full Windsor Knot/Double Windsor

source: pinterest.com/The Dark Knot

Simpul dasi selanjutnya adalah full windsor knot atau double windsor. Simpul ini lebih rumit dan formal dbandingkan four-in-hand knot. Bentuknya sempurna, besar, simetris, dan memenuhi area keras, berbeda dengan four-in-hand knot yang kadang terkesan apa adanya

Full windsor termasuk ke dalam kategori klasik yang mudah dkenali. Kerapihan dan presisinya langsung mencolok dan kelihatan mata. Seorang laki-laki yang mengenakan simpul dasi ini akan terkesan profesional, elegan, dan berkelas. Nama windsor yang tersemat sendiri berasal dari masa pemerintahan Duke of Windsor. 

Half Windsor Knot

source: pinterest.com/Jana Bordelon

Tidak terlalu sempurna, half windsor knot adalah variasi lain dari full windsor. Dari ukurannya memang tidak sepenuh full windsor. Sisi formal itu tetap ada, meskipun memang tidak berada pada kelas yang sama seperti versi penuhnya. Anda bisa mengenakan half windsor knot jika tipe kemeja atau pakaian Anda tidak pas untuk simpul yang full

Half windsor juga termasuk ke dalam lilitan simpul yang sederhana. Dalam prosesnya, tidak terdapat banyak kesulitan untuk membentuk simpul yang simetris dan lebih ramping. Kesan yang ditampilkan tetap baik, tapi Anda tetap bisa menikmati aktivitas dengan nyaman. Half windsor knot adalah solusi tepat ketika Anda enggan repot dalam berpenampilan resmi. 

The Prince Albert Knot

source: pinterest.com

Namanya begitu elegan, begitupun dengan bentuk ikatan simpulnya. Prince Albert knot diambil dari nama Pangeran Albert, suami dari Ratu Victoria. Bentuknya panjang, sempit, dan tetap rapi. Simpul seperti ini sangat pas dipadukan dengan kemeja berkerah standar atau sempit. 

Jika diperhatikan lebih teliti, Prince Albert knot ini punya lilitan ganda di bagian bawah simpul. Bentuk seperti ini akan memberikan sentuhan unik yang berkelas, seperti ada dua sisi yang tersimpan di bawah simpul. Walaupun, dari jauh tampaknya memang asimetris. Nilai resminya cukup tinggi. 

Pratt Knot/Shelby Knot

source: pinterest.com/Blog

Simpul dasi berikutnya disebut dengan Pratt knot atau Shelby knot. Nama ini diambil dari seorang karyawan dagang Amerika Serikat pada tahun 1950-an, Jerry Pratt. Kemudian menjadi Shelby knot karena Jerry mengajarkan simpul rapi ini kepada seorang jurnali televisi, Don Shelby. 

Pratt knot berbentuk segitiga terbalik, ramping, dan simetris. Ukurannya lebih besar dibanding for-in-hand, tapi tidak sebesar windsor knot. Simpul dasi ini begitu cocok dikenakan pada berbagai kerah pakaian. Bagi laki-laki bertubuh tinggi pun, pratt knot atau shelby knot sangat pas sebab tidak memerlukan dasi yang terlalu panjang. 

Small Knot/Oriental Knot

source: pinterest.com

Mungkin Anda sedang terburu-buru, tapi harus berpenampilan rapi mengenakan setelan jas dan dasi. Maka, pilihan mengenakan simpul kecil atau simpul oriental adalah jawaban yang bijak. Smpul ini kecil, sederhana, dan cepat dibuat. Langkahnya pun tidak teralu rumit, bahkan lebih mudah dibandingkan fou-in-hand

Sayangnya, Anda harus berhati-hati ketika sudah memutuskan menggunakan simpul dasi ini. Pasalnya, small knot tidak bisa dibawa ke acara yang terlalu resmi. Walaupun rapi, small knot memang lebih cocok berada di ranah yang lebih kasual. Namun, kelebihannya, Anda tidak perlu pusing mencocokannya dengan model kerah kemeja seperti apa, karena simpul ini sangat fleksibel. 

Trinity Knot

source: pinterest.com

Masuk ke kawasan mewah, Anda mungkin pernah melihat simpul dasi yang memiliki pola rumit. Salah satunya adalah trinity knot. Simpul ini memang tidak begitu besar, tapi memang jauh lebih rumit dibandingkan simpul-simpul sebelumnya. 

Seperti namanya, trinity knot memiliki tiga tingkat yang membentuk segitiga secara presisi. Kemewahan, kesimbangan, dan power yang penuh tersimpan pada simpul formal ini. Bentuk trinity yang digunakan pada simpul tersebut ternyata juga mengadopsi dari budaya Celtic. Bentuknya menyerupai Triquetra yang indah, melambangkan kesatuan, keabadian, serta siklus kehidupan. Maka dari itu, bentuk trinity knot juga sering dihubungan dengan banyak hal, seperti mitologi. 

Eldredge Knot

source: pinterest.com/The Tux Shop Redmond

Anda menyukai sesua yang memiliki nilai seni dalam berpakaian? Anda mungkin patut mencoba menggunakan simpul eldredge. Simpul ini memiliki proses yang rumit, menghasikan visual bertumpuk-tumpuk, seperti ekor ikan, bahkan lebih merepotkan daripada trinity knot. Namun, begitulah simpul ini akan memberikan statement yang langsung memikat mta. 

Simpul ini dibuat oleh Jeffery Eldredge padatahun 2007. Ikatan dasi ini langsung popular di kalangan luas. Simpul seperti ini tidak terlalu cocok dibawa ke kegiatan sehari-hari. Anda mungkin mengenakannya di acara yang lebih spesifik, seperti pesta pernikahan, jamuan makan, atau acara formal lain yang sudah menentukan kode busana. 

Van Wijk Knot

source: pinterest.com/Canal Masculino

Hampir sama dengan Eldredge yang punya aksesn bertumpuk-tumpuk, van wijk knot juga memiliki prinsip demikian. Bedanya, tidak ada kesan silang yang ditampilkan dalam simpul. Van wijk knot memiliki 3 tingkat lapisan seperti silinder. Proses pembuatan yang panjang, membuatnya cukup dihindari dalam dunia fashion

Simpul ini diciptakan oleh seorang seniman bernama Lisa van Wijk. Bentuknya memang bertingkat, menandakan bahwa simpul itu merupakan simpul tertinggi berbentuk silinder yang mencolok. Walaupun cara membuatnya sulit, justru van wijk knot tidak diperuntukkan sebagai bagian dari formal occasions. Simpul ini lebih cocok dipakai dalam suasana kasual yang penuh kesenangan dan kegembiraan. 

Simpul dasi menjadi bagian yang krusial dalam penampilam formal seorang laki-laki. Simpul dasi mampu memunculkan kesan profesional, elegan, hingga berkelas. Bentuknya yang beragam, seolah memberikan statement tanpa terlalu banyak aksesoris tambahan. 

Laki-laki dan simpul dasi adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Dalam fashion psychology, disebutkan bahwa simpul dasi yang dipakai dapat menunjukkan karakter seseorang, misalnya dar tingkat kepercayaan diri, menitik beratkan pada detail, atau membangun image di khalayak umum. Jadi, simpul dasi memang punya peran penting, khususnya laki-laki.

Baca juga: Tinggi Protein, Apakah Telur Bisa Dikonsumsi Setiap Hari? Cek Faktanya Di Sini!

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...