Perempuan adalah makhluk yang spesial. Selama sebulan, mereka memiliki siklus yang tidak mungkin dimiliki oleh laki-laki. Siklus itu adalah menstruasi, yang terjadi secara alami pada perempuan setiap bulannya. Namun, tidak salah jika informasi ini diketahui oleh khalayak umum.
Siklus menstruasi ini terjadi dalam fase-fase tertentu. Perubahan fase bisa diketahui dari beberapa hal, misalnya melihat dari fisik dan mood. Hal ini disebabkan karena adanya hormon yang mempengaruhi siklus tersebut.
Mengatahui siklus perempaun dalam sebulan dapat membantu memberikan pencegahan dan dukungan dalam menjaga kenyamanan serta kesehatan. Mungkin, beberapa perempuan tidak merasakan sakit yang hebat atau justru tidak sama sekali. Sebaliknya, ada yang membutuhkan sokongan dari produk suplemen atau treatment tertentu agar gejalanya mereda.
Nah, untuk mengetahui fase apa saja, yuk, simak uraiannya di bawah!
source: unplash.com/Alexander SergienkoFase pertama yang akan dialami oleh perempuan adalah fase menstruasi. Tentu, tiap-tiap individu punya waktu yang berbeda-beda kapan terjadinya menstruasi ini. Umumnya terjadi kurang lebih 2-7 hari saja, tetapi ada juga yang bisa lebih dari itu dengan batas maksimal di hari ke-14.
Fase menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim serta sel teluru mulai luruh jai darah. Biasanya, fase terderas dari menstruasi terjadi di hari pertama sampai ketiga, tergantung dari masing-masing perempuan. Otomatis darah yang keluar pun akan lebih banyak.
Tidak hanya itu saja, efek lain dari fase menstruasi adalah adanya rasa nyeri, seperti kram perut, punggung, dan panggul. Kadang, pada beberapa orang rasanya tidak tertahankan, sehingga memerlukan pertolongan medis untuk mengatasinya. Kondisi ini dipicu meningkatkan hormon prostaglandin yang muncul saat menstruasi. Dalam kondisi ini juga, perasaan perempuan bisa berubah-ubah atau mood swing.
Jika sakitnya tidak terlalu parah, sakit ketika menstruasi bisa diatasi dengan cara-cara sederhana. Pertama, mengompres dengan air hangat. Anda bisa menggunakan botol, kantong air panas, bantal penghangat elektrik, dan sabuk penghangat. Kemudian, memijat secara lembut juga dapat membantu meringankan rasa kram. Jangan lupa selalu penuhi cairan dan hindari kafein untuk sementara waktu. Istirahat total atau hindari pekerjaan berat yang dapat membuat nyeri semakin menjadi-jadi.
source: unplash.com/Jogendra SinghFase pra ovulasi terjadi setelah menstruasi selesai. Saat fase ini terjadi, rahim akan bekerja untuk mematangkan folikel sel telur. Rahim akan menebal, sebagai persiapan jika ada yang menempel ketika terjadi pembuahan. Oleh karena itu, pra ovulasi juga sering disebut sebagai proses pematangan.
Terdapat ciri-ciri yang bisa dikenali ketika memasuki fase pro ovulasi. Dari segi fisik, perempuan biasanya akan mengalami perubaha. Pertama bisa dikenali dari lendir serviks yang punya warna lebih jernis, elastis, dan licin. Lalu, meningkatkanya hormon estrogen yang nantinya akan membantu proses pematangan sel telur. Ada juga perubahan emosional, dimana seorang perempuan akan lebih percaya diri, aktif, dan stabil. Hal ini menandakan bahwa kondisi rahim sedang pada masa optimalnya.
Masa pra ovulasi menjadi indikasi tubuh tengah berproses menuju masa ovulasi. Pada masa ini, hormon estrogen bekerja untuk membangun tubuh yang subur bila nanti terjadi pembuahan. Sel telur mulai matang, sedangkan folikel terus membesar, menandakan kondisi tubuh sedang mengalami masa subur. Masa-masa ini adalah waktu yang pas untuk melakukan pembuahan, bagi suami dan istri sah.
Jika sepasang suami istri menginginkan keberhasilan dalam hubungan intim, maka pra ovulasi bisa jadi salah satunya. Beberapa cara untuk mengetahui pra ovulasi, paling mudah adalah menggunakan kalender menstruasi. Hanya saja, kalender bisa jadi salah, sebab fase perempuan bisa maju atau mundur.
source: unplash.com/Deon BlackSetelah pra ovulasi selesai, sel telur sudah matang, maka saatnya masuk ke fase ovulasi. Masa ovulasi ini terjadi ketika sel telur yang sudah siap dikeluarkan dari rahim dan masuk ke tuba falopi. Sel telur yang berada di tuba falopi maka siap untuk dibuahi. Waktu ini jadi momen yang pas bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim.
Masa ovulasi bisa dihitung tergantung dari siklus menstruasi yang dimiliki oleh perempuan. Rata-rata perempuan memiliki fase menstruasi antara 25-30 setiap bulannya. Jika fase berada pada angka 28 hari, maka ovulasi bisa diprediksi ada di hari ke-14 atau setelah masa pra ovulasi.
Sama seperti fase-fase lain, masa ovulasi akan menunjukkan perubahan fisik. Pertama adalah timbulnya keputihan. Hal ini normal, karena setelah menstruasi dan memasuki masa subur, maka lendir serviks akan meningkat. Kemudian adanya rasa sakit di bagian perut dan punggung. Sedangkan dari sisi emosional, gairah seksual pun dapat meningkat.
Bagi pasangan yang sedang melakukan program kehamilan, maka masa ovulasi ini sangat krusial. Sel telur yang sudah matang dapat bertahan kurang lebih 24 jam dan harus difertilisasi jika ingin terjadi pembuahan sempuna. Maka dari itu, melakukan hubungan suami istri pada masa ovulasi sangat besar kemungkinan keberhasilannya. Namun, jika berniat melakukan KB, maka jangan lakukan hubungan badan di masa ini.
source: unsplash.com/NikSebelum masuk lagi ke masa menstruasi, seorang perempuan akan mengalami fase luteal. Terkadang, perempuan tidak menyadari kehadiran fase luteal. Sebab, fase luteal ini bisa terjadi saat sel telur tidak dibuahi. Nah, fase inilah yang nanti mendorong terjadinya menstruasi kembali.
Fase luteal umumnya akan terjadi pada 12-16 hari setelah adanya ovulasi, setelah sel telur dilepaskan. Jika mendapatkan pembuahan, maka dinding rahim akan menebal, sebagai langkah persiapan untuk kehamilan. Namun, ketika tidak dibuahi sprema, maka jaringan sisa atau korpus luteum akan mengecil dan akhirnya dinding rahim akan luruh. Setelah itu, menstruasi datang. Dalam fase ini, hormon progesteron sangat berperan krusial.
Fase luteal dapat dikenali dengan beberapa perubahan. Kondisi ini disebut pramenstruasi atau PMS. Pada umumnya perubahan ini terjadi di fisik dan sisi emosional. Ketika memasuki masa ini, maka sebaiknya berhati-hati sebab seseorang bisa jadi berubah 180 derajat dari aktivitas biasanya.
Pertama yang akan terlihat adalah mood swing. Orang bisa jadi mudah marah, cemas, senang, bahkan tiba-tiba menangis. Nafsu makan pun mulai bertambah, sehingga apa saja bisa dimakan. Sedangkan dari fisik, umumnya terlihat dari bentuk payudara yang mengencang, muncul jerawat, sampai rasa kram yang mengganggu.
Pada dasarnya, setiap perempuan punya siklusnya sendiri-sendiri. Perubahan fisik dan emosional ini merupakan bagian dari kesehatan reproduksi yang perlu diketahui. Rata-rata 28 hari adalah siklus yang dialami oleh banyak perempuan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ada yang lebih cepat atau lebih lambat. Terutama bagi Anda yang sedang dalam masa program hamil, mengatahui fase perempuan sangatlah penting.
Satu fase yang hilang, bisa jadi pertanda bahwa kondisi tubuh mungkin terganggu. Jangan ragu untuk check up atau konsultasi terhadap petugas medis agar masalah tidak berlarut-larut. Bisa jadi, tubuh memerlukan obatan-obatan maupun perawatan tertentu.
Baca juga: Resep Brenebon khas Manado untuk Sambut Natal
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply