Source: unsplash.com/Alin Luna
Kopi jadi salah satu minuman yang kini telah membaur bersama masyarakat di seluruh dunia. Kopi bukan menu, tetapi sudah jadi gaya hidup, dimana orang bisa mengonsumsinya hampir setiap hari dalam ukuran tertentu. Padahal tidak setiap negara dapat menghasilkan biji kopi sendiri, sehingga harus mengimpor dari negara lain.
Lalu, darimanakah biji kopi itu?
Tentunya ada beberapa negara yang jadi pemasok biji kopi di dunia. Negara-negara ini memiliki lahan yang luas dan tanah yang bisa ditanami berbagai varietas kopi. Kurang lebih ada 70 negara yang mampu menghasilkan biji kopi dan lima di antaranya akan diulik dalam tulisan ini.
Yuk, coba cek di bawah!
Brazil

Source: unsplash.com/Raphael Nogueira
Negara pertama yang jadi pemasok kopi terbesar di dunia adalah Brazil. Negara yang berlokasi di Benua Amerika ini setidaknya memiliki 2,6 juta hektar lahan yang mampu menampung 300 ribu bibit kopi berbagai varietas. Sejak abad 18, Brazil sudah menjadi tulang punggung dunia dalam memenuhi kebutuhan kopi.
Mengutip dari Driven Coffee Roasters, kopi dipercaya sampai di Brazil pada tahun 1727. Pada mulanya, kopi di Brazil hanya dikonsumsi oleh orang Eropa saja, tetapi tahun berlanjut, kopi mulai di ekspor ke luar negeri. Hingga kini, Brazil masih menjadi negara penghasil kopi terbanyak di dunia.
Brazil sendiri memasok kurang lebih 30% ketersediaan kopi di dunia. Mayoritas lahan yang ditanami ada di daerah Minas Gerais, Espirito Santo, Sao Paulo, dan Bahia. Berton-ton kopi diproduksi setiap tahunya.
Jenis kopi yang diproduksi ada robusta dan arabika. Pada tahun 2022-2024 produksi kopi dari Brazil meningkat sebanyak 5,5%. Mayoritasnya memang robusta dengan rasa yang earthy. Sedangkan untuk arabikanya lebih fruity, masam, lembut, dan didominasi rasa jeruk nipis juga anggur. Pengolahannya bisa melalui natural, washed, dan honey.
Vietnam

Source: unsplash.com/Irish83
Vietnam dripper merupakan salah satu alat seduh kopi yang sangat popular di dunia dengan bentuk seperti cangkir. Alat itu memang berasal dari Vietnam, digunakan oleh masyarakat di sana untuk membuat kopi yang dicampur kental manis. Hal ini ternyata bekaitan dengan status Vietnam yang menjadi produsen kopi terbesar kedua setelah Brazil.
Kedatangan kopi di Vietnam dimulai sejak abad ke-19, dibawa oleh bangsa Perancis ketika masa kolonialisme. Dari sana, kopi berkembang di Vietnam dan terus meluas sampai sekarang, walaupun di negara ini varietas yang dikembangkan adalah robusta saja. Kopi dari Vietnam juga diekspor ke luar negeri.
Lahan kopi terbesar di Vietnam berada di Dataran Tinggi Tengah, khususnya di Dak Lak, Gia Lai, dan Lam Dong. Meskipun memiliki banyak perkebunan robusta, bukan berarti di sini tidak ada arabika, utamanya di Dalat. Kualitas arabika dari Vietnam pun sebenarnya termasuk ke dalam kategori, tapi lebih banyak diekspor karena kurang diminati.
Vietnam punya menu favorit yang begitu fenomenal bernama cha pe sua da yang dibuat dari kopi robusta, susu, dan es. Rasanya manis dan pahit dari kombnasi bahan-bahannya. Ada juga menu bac xiu yang diciptakan karena terdapat sebagian masyarakat Vietnam tidak bisa mengonsumsi rasa pahit. Bac xiu merupakan susu yang diberi kopi, jadi kebalikan dari cha pe sua da. Tak jarang, orang-orang Vietnam mengombinasikan kopi dengan bahan tidk terduga, seperti minyak ikan.
Kolombia

Source: unsplash.com/Dimitry B
Negara berikutnya yang diakui sebagai penghasil kopi terbesar di dunia adalah Kolombia. Salah satu negara yang berada di wilayah Latin ini menempati posisi ketiga dengan produksi arabikanya yang melimpah ruah. Di negara ini sendiri, ratusan ribu rakyatnya menjadi petani kopi, tersebar di daerah Caldas, Cauca, Cesar, Narino, Meta, Huila, Tolima, Quindio, Risaralda, ANtuoguia, Valle del Cauca, Cundinamarca, Guajir, Madgalena, Bayaca, Sandander, dan Norte de Sandander.
Sejarah mencatat bahwa kopu di Kolombia datang sekitar tahun 1835. Pada mulanya, kopi memang ditolak di kawasan tersebut karena dianggap pertumbuhannya terlalu lama, yaitu 5 tahun. Namun, seorang tokoh agam bernama Francisco Romero menawarkan untuk menanam 4 pohon kopi sebelumnya sebab alasan tertentu. Akhirnya kopi mulai berkembang di Kolombia dan semakin besar sampai sekarang.
Petani kecil kopi di Kolombia lumrahnya memiliki 2-5 hektar kebun yang ditanami berbagai varietas, khususnya arabika. Sektor kopi menyumbang 22% dari pendapatan negara dengan ekspornya mencapai jutaan yon setap tahun. Letaknya yang begitu strategis, membuat kopi dapat tumbuh subur, termasuk arabika yang membutuhkan ketinggian tertentu untuk mendapatkan hasil terbaiknya.
Ciri khas dari kopi Kolombia ialah rasa yang cukup kuat, body seimbang, serta aroma yang begitu kentara. Beberapa varietas yang sudah mendunia misalnya Typica, Bourbon, Caturra, Maragogype, PAcamara, Catillo, Marsellesa, dan Tabi. Bahkan, para petani kopi di negara ini mulai membudidayakan varietas Geisha, salah satu jenis kopi termahal dengan kualitas serta kompleksitas rasa yang tinggi melalui proses eksperimental.
Indonesia

Source: unsplash.com/Andrey Bond
Kopi sudah jadi sahabat dekat masyarakat Indonesia. Di negara tropis yang hangat, orang-orang suka mengonsumsi kopi pada pagi dan sore hari, bersama sepiring pisang goreng atau mendoan. Rasanya begitu nostalgic dengan suasana yang mungkin kini sedikit demi sedikit terkikis. Tidak heran karena keberadaan kopi cukup banyak di sini.
Indonesia tercatat menjadi penghasil kopi terbesar di dunia nomor empat, menjadi yang kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam. Kualitas kopi dari Indonesia pun sudah tidak diragukan lagi, telah dikenal global karena rasanya yang baru. Indoneisa punya wilayah yang strategis, sehingga mampu ditanami berbagai jenis varietas, meskipun dominasinya masih robusta.
Daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia berada di wilayah Sumatera Selatan dengan total produksinya mencapai lebih dari 190 ribu ton, mewakili 26% dari produksi nasional. Di sini terdapat setidaknya 250 hektar lahan yang ditanami kopi dan diekspor ke luar negeri. Sedangkan daerah lain yang juga jadi tempat kopi-kopi terbaiknya bersemayam antara lain Lampung, Sumatera Utara, Naggroe Aceh Darussalam, Bali, Papua, dan lain-lain.
Setiap kopi yang diproduksi di Indonesia punya rasa yang khas. Kopi arabika di sini memiliki rasa yang fruity, floral, dan ada hint rempah-rempah. Sedangkan robusta punya rasa yang strong, chocolate, dan nutty. Keduanya kini bisa dinikmati di mana saja, sudah terjual bebas secara langsung melalui offline atau online.
Ethiopia

Source: unsplash.com/Zeynep Sümer
Negara yang menduduki peringkat lima sebagai penghasil kpi terbesar di dunia adalah Ethiopia. Negara di Benua Afrika ini jadi salah satu produsen kopi terbesar arabika dan munculnya jenis itu di sana. Kopi adalah budaya yang kini berkembang dan dilestarikan di Ethiopia.
Sejarah mengatakan bahwa kopi dulunya tumbuh secara liar di Ethiopia, tidak ditanam secara khusus untuk dirawat, seperti terbengkalai di tahun 1600. Alasan itu juga yang menjadikan Ethiopia dianggap sebagai awal mula keberadaan arabika. Kemudian, perkembangan kopi di sini terjadi ketika banyak kedai kopi muncul di wilayah Timur Tengah serta bangsa Eropa yang tertarik untuk memperkaya produksi tanama ini. Mulailah kopi dibudidayakan di sana. Pada abad 19, ada dua grades utama yang dibudidayakan, yaitu Harari dan Abyssinia.
Pertumbuhan kopi di Ethiopia memang mengalami pasang surut luar biasa. Namun, negara ini mampu mempertahankan produksinya hingga sekarang sampai jadi produsen terbesar untuk arabika di dunia. Wilayah yang jadi pertumbuhan kopi di Ethipia teprusat di Sidamo, Limu, Jima, Harrar, dan Yirgacheffe. Ketinggiannya sendiri mulai dari 1.400 mdpl, sehingga memang cocok untuk penanaman arabika.
Rasa yang dimiliki kopi dari Ethiopia memang cukup unik. Kebanyakan memang memiliki profil tea-like, tapi ada juga yang punya hint masam citrus, floral, dan buah-buahan tropis. Kopi dengan proses washed dikatakan punya rasa yang lebih spesial, elegan, dan kompleks. Sedangkan untuk proses natural justru lebih fruity.
Nah, itu dia 5 negara penghasil kopi terbesar di dunia yang jadi tulang punggung.
Adakah kopi favorit Anda dari negara-negara di atas?
Comments:
Leave a Reply