STARGLAM

5 Tips Memilih Outfit untuk Hadapi Wawancara Kerja


source: magnific.com


Momen interview kerja menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Persiapan yang dilakukan oleh seorang calon pekerja selalu maksimal. Segala sesuatunya pasti dipersiapkan secara matang untuk memberikan kesan terbaik di depan user yang mewawancarai. Salah satu hal yang selalu jadi pertimbangan penuh adalah pakaian.

Terdengar sederhana, tapi outfit jadi penilaian tersendiri di depan user ketika proses wawancara. Dalam ilmu psikologis, pakaian akan menunjukkan karakter dari masing-masing pribadi, yang ditinjau dari beberapa hal, seperti model, warna, dan bagaimana menggunakan aksesoris pada tubuh. Oleh karena itu, memilih pakaian yang pas mampu menjadi satu hal krusial untuk memberikan kesan professional, rapi, tanggung jawab, juga percaya diri dalam menghadapi wawancara kerja.

Di bawah ini ada sederet tips sederhana untuk Anda memilih outfit sebelum interview kerja.

Pilihan Warna Netral

Warna merupakan perwakilan dari sebuah karakter menurut psikologis. Misalnya, warna merah yang melambangkan keberanian, warna merah jambu memberikan kesan romantis, hitam penuh imajinasi, kuning yang ceria, dan sebagainya. Ketika Anda menghadapi wawancara kerja, perlu dipikirkan tentang warna apa saja yang sebaiknya dikenakan dan dihindari. Disarankan untuk memilih warna netral, yang tidak mencolok, tapi tetap memperlihatkan sisi professional, clean, dan neat. Warna hitam, putih, abu-abu, navy, beige, atau coklat menjadi deretan atas rekomendasi outfit saat wawancara kerja. Selain itu, warna-warna seperti ini sangat mudah dipadukan dengan beragam aksesoris, seperti jam tangan, bros, ikat rambut, atau lainnya.

source: pexels.com/Ono Kosuki

Sesuaikan Model dengan Budaya dan Ukuran Tubuh

Setelah memilih warna yang match, Anda bisa melihat perusahaan seperti apa yang akan dituju. Setiap perusahaan tentu punya culture yang berbeda-beda. Mereka memberikan peraturan tersendiri tentang tata cara berpakaian. Sebagai calon pekerja, Anda sebaiknya punya inisiatif untuk mencari tahu budaya berpakaian calon tempat kerja. Contohnya saja budaya formal dengan kemeja, blazer, dan celana bahan atau budaya lebih santai dengan memperbolehkan menambahkan elemen-elemen yang lebih berwarna. Lalu, pilihlah pakaian yang pas dengan ukuran tubuh, tidak terlalu sempit atau longgar. Pakaian sempit akan menampilkan lekuk tubuh berlebihan, hal itu cenderung tidak sopan untuk pertemuan pertama. Sedangkan pakaian longgar pun hanya akan membuat proporsi tubuh tenggelam, sehingga memberikan kesan kurang nyaman ketika diajak berbicara dalam kondisi serius.

Hindari Pakaian dengan Terlalu Banyak Motif

Jika Anda melihat orang-orang yang akan melamar pekerjaan selalu menggunakan pakaian polos, ternyata itu bukan tanpa alasan. Pakaian dengan model polos atau plain mampu menampilkan sisi rapi dan presisi di hadapan user. Di samping itu, pakaian tanpa motif menunjukan bahwa seseorang punya pemikiran professional serta dewasa untuk diajak bekerja. Beda ceritanya ketika pakaian yang dikenakan penuh akan motif, apalagi motif mencolok dan banyak warna. Motif yang terlalu ramai hanya mengalihkan perhatian, membuat kesan seolah sedang main-main ketika diajak wawancara. Namun, jika Anda masih mau memakai motif garis-garis luruh itu masih cukup aman, bahkan bisa memberikan siluet tubuh terlihat tinggi.

source: pexels.com/Gustavo Fring

Pilih Sepatu yang Rapi

Masalah atasan dan bawahan selesai, jangan lupa tentukan alas kaki yang nyaman untuk berangkat wawancara kerja. Sepatu jadi poin penilaian penting dalam kelengkapan berbusana, khususnya saat interview. Sama seperti atasan dan bawahan, sepatu dapat menunjukan karakter seseorang. Untuk melengkapi penampilan clean dan minimalis, Anda dapat memilih model-model sederhana, misalnya loafers, flat shoes, atau sepatu pumps. Sesuaikan dengan tema pakaian yang Anda ambil, untuk membuat penampilan semakin sempurna. Namun, tetap kembali ke budaya perusahaan, karena beberapa tempat ada yang mengharuskan mengenakan heels tinggi.

Minimalisir Aksesoris

Setiap benda yang melekat pada tubuh Anda pasti punya nilai di mata pewawancara. Hal itulah yang perlu Anda pertimbangkan ketika memilih aksesoris yang menempel pada tubuh. Anda tidak perlu memakai perhiasan berlebihan, karena ditakutkan sangat mencolok. Anda dapat mengenakan jam tangan, anting kecil, kalung sederhana, atau bros. Pilih salah satu saja dan tempatkan sesuai porsi. Aksesoris memang bukan elemen utama, tapi keberadaannya sangat mempengaruhi hasil akhir dari outfit.

source: pexels.com/Ivan Mudruk

Tips dan rekomendasi di atas menjadi cara yang mudah bagi seseorang memilih gaya berpakaian saat akan pergi wawancara kerja. Tentu saja, wawancara kerja jadi momentum penting bagi seseorang dalam mendapatkan pekerjaan impian. Sesederhana pemilihan pakaian pun dapat menjadi penilaian di mata user. Jadi, tidak salah kalau orang mengeluarkan effort lebih untuk mendapatkan tampilan professional, rapi, dan penuh percaya diri.

Baca juga: Pecel Menangan untuk Menangkan Perut yang Kelaparan

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like