STARGLAM

6 Alternatif Beras untuk Konsumsi Harian Lebih Sehat


source: magnific.com


Nasi ada makanan pokok orang Indonesia. Begitu pentingnya keberadaan nasi di meja makan, bahkan sampai ada pepatah yang mengatakan bahwa, belum makan kalau belum makan nasi. Hampir setiap hari masyarakat Indonesia memang mengonsumsi nasi untuk menghasilkan tenaga. Nasi yang terbuat dari beras memang mengandung karbohidrat  yang jadi sumber energ utama, di sisi lain terdapat kandungan lain, seperti air, serat, lemak, juga protein. 

Nasi pada umumnya terbuat dari beras putih, maka dari itu disebut nasi putih. Sebagai negara agraris, tidak sulit menanam padi, tanaman penghasil beras, di sini. Terbukti dengan luasnya area persawahan yang membentang di berbagai daerah. Sayangnya, secara medis, tidak terlalu baik mengonsumsi nasi putih yang terbuat dari beras biasa terlalu banyak. Penyebabnya yaitu kandunga gula dan kalori yang terlalu tinggi, apabila banyak dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit. Oleh karenanya, sering disarankan subtitusi bahan yang dapat menggantikan beras ini sebagai makanan utama. Bahan-bahan lain tersebut tentu harus lebih sehat. 

Beberapa diantaranya bisa Anda cek di bawah ini!

Nasi dari Beras Porang

source: pexels.com/Rachel Claire

Pengganti beras atau nasi putih pertama yang dapat Anda coba adalah beras porang. Beberapa tahun terkahir ini, beras porang sedang populer di kalangan anak muda karena dianggap lebih sehat dan bermanfaat untuk melakukan diet. Beras porang tidak berasal dari padi, melankan tanaman umbi yang bernama porang. Umbi porang ini kemudian dibuat jadi tepung sebelum nantinya dimasak jadi nasi. Walaupun dibuat dari umbi, nasi dari peras porang tidak punya rasa yang aneh, tetap tawar seperti nasi pada umumnya. Teksturnya lebih pulen dan empuk, sedangkanya aromanya wangi. Jadi, konsumsi beras porang tidak akan mengganggu. 

Alasan orang menyukai beras porang karena tinggi akan serat, tapi rendah kalori. Serat akan membuat perut kenyang lebih lama, sehingga nafsu makan jadi berkurang. Di samping itu, proteinnya mencapai 2-3 garam per 100 gram kondisi matang. Beras porang bebas gula dan lemak. Beras porang bisa dikatakan ideal bagi berbagai kalangan karena rasanya yang tidak berlebihan, tapi kandungan gizinya juara. 

Nasi dari Beras Shirataki

source: pexels.com/Manuel Mouzo

Berikutnya ada nasi yang terbuat dari beras shirataki. Beras ini juga tidak berasal dari padi, tetapi dari ekstrak akar tanaman konjak yang dikombinasikan dengan air serta serat glukomanan. Melihat dari segi bentuk, beras shirataki punya wujud yang sedikit oval, kecil, serta berwana putih bersih. Rasanya tetap tawar, aroma wangi. Hanya saja teksturnya akan lebih kenyal dibandingkan nasi putih biasa. Biasanya, beras shirataki dijual dengan kondisi kemasan kiloan dan harganya sedikit mahal. 

Memang, dari segi harga beras shirataki agak tinggi. Namun, harga itu setimpal besaran nutrisi pada setiap 100 gram setelah dimasak menjadi nasi. Pertama, beras shirataki ini rendah akan kalori, yaitu sekitar 10-20 kkal saja. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu, rendah lemak, tapi tinggi serat. Beras shirataki dapat membantu mengontrol gula darah juga melancarkan pencernaan. 

Nasi dari Beras Merah

source: pexels.com/Gu Ko

Jenis beras yang satu ini pasti sudah cukup familiar bagi Anda. Beras merah merupakan makanan pokok yang sering pula dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Sesuai namanya, beras merah ini memang berwarna merah. Warna merah itu berasa dari pigmen antosianin pada kapisan bijinya. Ketika dimasak, hasilnya tetap menjadi nasi merah. Beras tersebut berasal dari tanaman padi khusus. Berasmerah bisa Anda dapatkan dengan membeli eceran atau kemasan kiloan. Berbicara tentang rasa, nasi dari beras merah lebih unik, karena sensasinya seperti makan kacang. Sedangkan teksturnya agak kasar, keras, dan sedikit kenyal ketika dimakan. 

Beras merah punya kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi. Serat juga ada, lebih tinggi daripada nasi putih, tapi masih ada dibawah beras porang maupun shirataki. Kalorinya lumayan tinggi. Hanya saja, beras merah yang rendah akan gula dapat dikonsumsi untuk membantu menurunkan berat badan, menjaga gula darah, dan kesehatan jantung. 

Nasi dari Beras Hitam

source: pexels.com/Cats Coming

Selain beras merah, beras hitam pun sudah cukup umum di Indonesia, hanya memang harganya lumayan. Beras hitam berasal dari padi khusus. Warna hitamnya disebabkan adanya kandungan pigmen khusus yang begitu tinggi. Beras hitam bercitarasa lebih gurih, teksturnya padat, kadang bisa kenyal, keras, atau pera, jadi perlu waktu masak lebih lama. Aromanya harum, bak kacang. Awalnya, beras ini berasal dari dataran Tiongkok. Di zaman kuno, beras hitam dianggap sebagai makanan terlarang sebab tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Saat ini, keberadaannya sudah meluas di kawasan Asia. 

Nutrisi yang dikandung dari beras hitam sangat bervariasi. Walaupun mengandung lebih banyak kalori per 100 gramnya, tetapi nasi dari beras hitam kaya akan protein, serat, vitamin E, vitamin B, hingga zat besi. Beras inipun mengandung antioksidan tinggi, sehingga mampu menangkal radikal bebas. Beras hitam tidak mengandung gula berlebih, jadi cocok pula untuk mengontrol gula darah. 

Nasi dari Beras Cokelat

source: pexels.com/Joe Ng

Ada beras putih, beras merah, beras hitam, pasti ada variasi lain yaitu beras cokelat. Beras ini sebenarnya berasal dari tumbuhan padi biasa, hanya saha hanya mengalami pengupasan kulit luar atau sekamnya. Proses itu membuat kulit ari dan bagian dalamnya masih utuh, lalu warnanya agak lebih kecokelatan. Merujuk tekstur, nasi yang terbuat dari beras cokelat lebih kenyal dan padat. Sedangkan rasanya punya sensasi kacang, tidak terlalu manis seperti beras putih. 

Sebab hanya terkelupas sekamnya saja, beras cokelat akhirnya masih membawa lapisan aleuron dan bekatul. Hal itu menuebabkan beras cokelat tingg akan vitamin B, vitamin E, magnesium mangan, fosfor, juga zat besi. Kalorinya lebih tinggi, tapi jumlah serat, protein, serta karbohidrat pun sepadan. Ada sedikit lemak yang menyertai beras cokelat. Nasi yang terbuat dari beras ini mampu dimanfaatkan sebagai teman diet, karena mampu membuat kenyang lebih lama mengontrol gula darah sebab indeks glikemiknya rendah, dan menjaga kesehatan jantung dari kandungan magnesium di dalamnya. 

Nasi dari Beras Basmati

source: pexels.com/Milton Das

Pernah makan nasi kebuli? Perhatikan bentuk nasi pada hidangan tersebut. Memang, namanya nasi, tapi bentuknya lebih panjang dan tidak terlalu pulen. Berasnya sekilas seperti beras biasa, tapi nyatanya itu berasal dari tanaman padi khusus yang disebut sebagai beras basmati. Beras ini punya aroma yang wangi, bentuk panjang, dan ramping. Asalnya dari kaki Gunung Himalaya, lalu menyebar ke kawasan Asia lain, diantaranya India serta Pakistan. 

Dari sisi kalori, beras basmati ada di taraf rata-rata. Tingkat karbohidratnya antara 25-35 gram, protein 3-3,5 gram, dan serat 1-3 gram. Dalam beras ini juga mengandung vitamin juga berbagai mineral. Keunggulan dari beras basmati yaitu mampu membuat rasa kenyang lebih lama. Di samping itu, mengonsumsi nasi dari  beras basmati turut menjaga keseimbangan gula darah karena indeks glikemiknya rendah. 

Itu dia beberapa alternatif beras untuk membuat nasi yang lebih sehat. Anda tetap bisa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Namun, perhatian terhadap kesehatan  jangan sampai luput. Konsumsi makanan sesederhana nasi bisa jadi merupakan investasi jangka panjang.

Baca juga: Lebih Sehat dan Bersinar Alami! Tips Gunakan Skincare Alami Air Kelapa

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like