6 Buah Kaya Akan Vitamin C untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh!


Source: unsplash.com/engin akyurt

Cuaca di Indonesia kini tengah mengalami perubahan yang sangat cepat. Satu hari terang benderang, kemudian tiba-tiba saja hujan lebat, terkadang disertai angin kencang. Hal tersebut dapat berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya yaitu daya tahan tubuh yang mungkin saja akan mengalami gangguan. Sebab, tubuh bisa jadi belum siap menempa perubahan itu. Jadi, penting bagi setiap orang untuk lebih aware terhadap kondisinya sendiri. 

Beragam hal bisa dilakukan agar kesehatan tetap siap menghadapi berbagai situasi. Cara paling umum adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai dari konsumsi real food, olahraga secara teratur, dan menyeimbangkan kehidupan pribadi serta pekerjaan. Daya tahan tubuh pun bisa ditopang dengan memilih bahan-bahan makanan yang mengandung banyak serat serta vitamin, termasuk buah. Ada pilihan buah yang kaya akan nutrisi penting untuk menjaga daya tahan tubuh. 

Cek di bawah, yuk!

Jeruk

Source: unsplash.com/Lucas George Wendt

Salah satu buah yang jadi pilihan banyak orang adalah jeruk. Buah berwarna oranye, berserat, dan berbiji ini punya rasa yang masam, manis, dan menyegarkan. Di pasaran seniri, berbagai jenis jeruk diperjualbelikan, contohnya jeruk medan, jeruk jember, jeruk madu, dan sebagainya. Setiap jeruk tentu punya karakternya masing-masing. 

Bukan rahasia lagi kalau buah jeruk memang kaya akan vitamin C. Perlu diketahui bahwa vitamin C memang mampu membangun sistem kekebalan tubuh. Melalui vitamin C, tubuh dapat meningkatkan sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Hampir semua jenis jeruk mengandung vitamin C, sehingga tidak masalah mau jenis apa yang dikonsumsi. Satu buah jeruk ukurans edang sudah mengandung 70-90 miligram vitamin C.

Jeruk memang sehat, tapi jangan terbuai dan lengah. Ada batasan yang perlu diterapkan agar kandungan pada jeruk tersebut bisa terserap secara maksimal. Untuk perempuan sebanyak 75 miligram per hari dan laki-aki 90 miligram per hari. Tidak boleh mengonsumsi lebih dari 2.000 gram perhari karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan. 

Pepaya

Source: unsplash.com/Pranjall Kumar

Ternyata ada buah lain yang mengandung vitamin C lebih dari jeruk, lho. Buah itu adalah pepaya, salah satu buah tropikal yang punya enzim spesial bernama papain. Buah ini tumbuh subur di kawasan negara tropis, salah satunya Indonesia. Keberadaannya cukup banyak, sehingga tidak sulit menemukannya. Walaupun di pasaran harganya murah meriah, ternyata pepaya jadi buah yang kaya akan nutrisi dan disarankan dikonsumsi setiap hari. 

Pepaya memiliki enzim papain, sebuah zat yang bersifat antiinflamasi. Tugas utama ezim ini adalah memecah protein menjadi peptida dan asam amino. Sebab itu, pepaya dapat dimanfaatkan untuk melancarkan pencernaan, melunakan daging, bahkan dijadikan sebagai bahan ekfoliasi. Pepaya pun kaya akan kandungan lain, seperti kalium dan magnesium yang baik bagi tubuh. 

Di samping itu, buah pepaya juga kaya akan vitamin C yang mampu dimanfaatkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dalam 152 gram pepaya (kurang lebih semangkuk kecil) sudah memenuhi lebih dari 100% kebutuhan harian tubuh seseorang.  Jadi, atur porsi harian agar kebutuhan vitamin C dapat terpenuhi secara maksimal. 

Kiwi


Source: unsplash.com/engin akyurt

Kiwi jadi salah satu buah yang punya jual tinggi di pasaran. Harga perkilonya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu, tergantung dari jenis apa yang diinginkan. Buah dengan kulit berambut halus ini tentu memiliki kandungan nutrisi yang baik, khususnya dalam menjaga daya tahan tubh. 

Kandungan vitamin C pada kiwi dapat dikatakan tinggi, melampaui jeruk. Meskipun kecil, buah kiwi nyatanya mampu memenuhi kebutuhan harian vitamin C seseorang hingga 200%. Pada 100 gram buah kiwi terdapat 80-120 miligram vitamin C. Sedngkan untuk jenis kiwi kuning, kandungannya lebih tinggi yaitu 161 miligram. 

Selain mendukung dalam menjaga daya tahan tubuh, buah kiwi akan memberikan manfaat untuk sistem pencernaan. Kandungan serat yang tinggi mampu mencegah sembelit dan menjaga pergerakan usus, sehingga proses pencernaan bisa lebih lancar. Kiwi pun mampu meningkatkan kadar kolesterol baik, mengurangi lemak darah, dan mencegah penggumpalan sel darah yang memicu gangguan jantung. 

Stroberi

Source: unsplash.com/Merve Aydin

Kecil, merah, memiliki titik-titik biji, dengan daun seperti topi di pangkal buahnya menyerupai sebuah topi, merupakan ciri-ciri dari stroberi. Buah stroberi sendiri dapat tumbuh di tempat yang dingin. Di Indonesia, peredarannya memang sudah cukup masif, meskipun rasanya akan berbeda di setiap tempatnya. 

Stroberi punya banyak kandungan baik untuk tubuh. Meskipun kecil, buah ini kaya akan antioksidan, kalium, folat, dan pastinya vitamin C. Dalam 100 gram, stroberi mampu memberikan kurang lebih 60 miligram vitamin C. Sedangkan untuk ukuran satu porsinya, sekitar 150 gram mampu mendukung lebih dari kebutuhan harian. 

Manfaat buah stroberi pun dapat dirasakan dalam hal lain. Buah ini sering dicari karena dapat mengurangi kadar kolesterol, sehingga meredakan atau mencegah gangguan jantung. Antioksidan yang tinggi mampu menjaga kesehatan otak. Adanya kalsium, magnesium, serta kalium mampub meningkatkan kesehatan tulang. 

Mangga

Source: unsplash.com/jun ren

Di bulan Februari ini, buah mangga memang tidak terlalu musim. Banyak pohon yang belum berbuah, sehingga memang cukup sulit mendapatkan buah mangga manis. Namun, jika menemukannya, mangga bisa jadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. 

Kandungan vitamin C dalam buah mangga cukup tinggi. Satu mangkuk buah mangga saja sudah memberikan rata-rata 70% kebutuhan harian untuk vitamin C. Jumlah ini pastinya sangat membantu seseorang menjaga daya tahan tubuhnya. 

Di sisi lain, perlu diketahui bahwa buah mangga pun tinggi akan vitamin A. Zat ini berperan dalam produksi kolagen, sehingga kulit bisa jadi lebih kenyal dan sehat. Adanya zat besi dalam mangga pun cukuo efektif untuk mencegah anemia. 

Delima 

Source: unsplash.com/Oriol Portell

Buah delima digadang-gadang kaya akan antioksdan yang kuat. Fakta itu memang benar adanya dan sudah banyak peneliti yang membuktikannya. Buah delima memiliki polifenol, punicalagin, antosianin, dan asam elagik yang mampu menangkal radikal bebas. Apalagi, delima juga bersifat antiinflamasi dan antikanker, sehingga sering dicar untuk konsumsi harian. 

Delima dengan warna merahnya pun mengandung vitamin C yang lumayan tinggi. Kandungan setiap 100 gram buah delima mengandung kurang lebih 10-16 miligram vitamin C atau sekitar 20% kebutuhan harian. Jumlah ini bisa berbeda dari setiap jenis buah delima yang dipilih. Tentunya, dengan mengonsumsi buah delima upaya seseorang dalam memenuhi vitamin C dapat tertopang. 

Buah delima jadi komoditas yang cukup mahal memang dan peredarannya agak terbatas. Namun, buah ini tetap jadi incaran banyak orang sebab manfaatnya yang begitu menakjubkan. Selain membantu menjaga imunitas, buah delima dapat melindngi kerusakan sel, menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, dan membuat kulit tetap sehat alami. 

Itu dia beberapa buah dengan kandungan vitamin C yang bantu menjaga imunitas tubuh. Usaha dan upaya perlu diterapkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dalam menghadapi berbagai cuaca. Jangan lupa untuk konsumsi makanan bernutrisi baik lainnya, terlebih menuju Imlek dan Ramadan tahun ini.

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...