7 Produk Susu Pilihan untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak!


Source: unsplash.com/Nathan Dumlao

Susu menjadi salah satu bahan pangan yang dapat mendukung tumbuh dan kembang anak secara maksimal. Selain ASI, orang tua akan memberikan tambahan susu untuk memberikan nutrisi lebih bagi anak yang tengah berada di masa pertumbuhannya. Setiap usia, tentu seorang anak memiliki karateristik tertentu, sehingga perlu penyesuaian ketika perubahan itu mulai terjadi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahu jenis susu apa yang baik dan layak diberikan pada anak dalam mendukung kesehatannya. 

Beberapa jenis susu di bawah ini bisa jadi referensi.

Yuk, intip di bawah!



Source: unsplash.com/Jaye Haych

Susu Formula 

Andalan para orang tua sebagai makanan pendamping anak selain makanan pokok utama, yaitu susu formula. Jenis susu ni berbentuk bubuk, diproduksi dengan caara menguapi susu cair. Sedangkan cara pembuatannya adalah dengan menyeduhnya menggunakan air suhu tertentu. 

Penggunaan susu formula bisa dilakukan sejak bayi, tapi harus dengan pengawasan dan saran dari dokter anak, serta balita. Protein pada susu formula lebih mudah dicerna daripada susu cair, sehingga susu formula sudah didesain menjadi bubuk agar anak dapat menerima nutrisi secara lengkap. Mengutip dari Lifepack, selain mengandung protein, sebaiknya orang tua memilih susu dengan kandungan zat besi. 

Susu UHT

Ketika anak sudah beranjak lebih besar, ayah dan bunda bisa memberikan susu UHT atau ultra high temperature di samping makanan pokok lain yang memberikan nutrisi penuh. Susu ini berbentuk cair, diproses menggunakan suhu panas yang tinggi selama waktu tertentu. Tujuan dari pemanasan ini adalah membunuh mikroorganisme dalam susu murni dan mampu disimpan lama. Namun, perlu diperhatikan juga bagaimana susu UHT bisa lebih awet. 

Perlu diperhatikan bahwa susu UHT tidak hanya mengandung protein, tapi juga emak yang tinggi dan zat besi. Oleh sebab itu, susu UHT baik diberikan pada anak ketika usianya sudah menginjak satu tahun atau lebih. Kemudian, pantau juga berat badan si kecil agar tidak terjadi obesitas dan ketimpangan gizi. 

Susu Full Cream

Jenis susu selanjutnya adalah full cream atau sering disebut sebagai whole milk. Rasanya lebih creamy dengan tekstur sedikit lebih kental. Tentu, anak-anak akan menyukainya. Namun, orang tua tetap harus memantau, sebab kandungan pada susu ini akan memberikan dampak bagi buah hati. 

Susu full cream memang mengandung protein, meskipun tidak setinggi susu formula atau UHT. Di samping itu, susu ini pun memiliki lemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, maka anak bisa mengalami obseitas. Sebaiknya, susu full cream diberikan pada anak ketika sudah berusia lebih dari dua tahun.  



Source: unsplsh.com/an_vision

Susu Rendah Lemak

Memberikan asupan tambahan berupa susu menjadi kunci dari tumbuh kembang anak yang stabil. Susu rendah lemak adalah bagian dari nutrisi yang dapat diberikan pada anak setelah usianya lebih dari 2 tahun. Susu ini memang tidak mengandung banyak lemak, tapi tinggi akan vitamin B serta kalsium. 

Susu full cream bisa jika diberikan berlebihan memang ditakutkan dapat membuat obesitas. Oleh karenanya, susu rendah lemak ini dirancang untuk menggantikan susu tersebut. Ada juga jenis susu skim dimana lemak benar-benar sudah dihilangkan. Namun, tetap saja, orang tua harus memastian kebutuhan lemak pada anak sudah didapatkan secara penuh. 

 Susu Evaporasi

Susu evaporasi adalah sebuah produk yang dibuat melalui proses khusus untuk menghilangkan air dalam susu hingga 60%. Proses tersebut membuat susu evaporasi lebih kental dengan warna kekuningan. Rasanya pun akan jauh lebih creamy ketimbang susu cair lain. Susu evaporasi pun mengandung segudang nutrisi, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, vitamin, serta lainnya. 

Apakah susu evaporasi bisa dikonsumsi oleh anak-anak? Bisa, asalkan usia anak sudah lebih dari satu tahun dan tidak boleh menggantikan peran ASI dalam masa pertumbuhan anak. Pilih juga susu evaporasi tanpa pemanis agar kandungan yang dimiliknya tetap terjaga. Cara penyajian susu evaporasi dengan mencampurnya bersama air, sereal, atau dibuat sup. 

Susu Kambing

Selain susu sapi, ada jenis susu kambing yang beredar marak di pasaran. Susu kambing ini bisa diperuntukan anak yang memiliki alergi dengan susu sapi atau lactose intolerance rendah terhadap protein susu. Kandungan pada susu kambing pun cukup besar, meskipun tidak seperti susu sapi. Susu kambing mampu meningkatkan daya tahan tubuh, perkembangan otak, dan pertumbuhan badan. 

Susu kambing memiliki karakter yang mudah dicerna oleh anak karena kandungan protein serta lemaknya relatif kecil, sehingga jadi alternatif jika buah hati tidak cocok dengan susu sapi. Pemberian susu sapi ini harus melalui konsultasi dari dokter terlebih dahulu dan tidak diperkenankan memberikannya ketika bayi masih mengonsumsi ASI. Pilih juga jenis susu kambing yang sudah dipasteurisasi untuk memastikannya sudah steril dan aman. 

Susu Kedelai

Tidak sedikit dari anak yang alergi terhadap protein susu sapi. Padahal nutrisi di dalamnya sangat mendukung tumbuh kembang di masa-masa emasnya selain ASI. Ayah dan bunda tidak perlu khawatir, karena bisa mengganti protein hewani dengan protein nabati, sepert susu kedelai. Jenis susu ini banyak beredar di pasaran serta memiliki harga beli yang terjangkau. 

Sesuai namanya, susu kedelai dibuat dari biji kedelai yang mengalami serangkaian proses. Rasa dari susu ini memang tidak terlalu creamy, cenderung light, dengan aroma nutty yang cukup kuat. Sebelum memutuskan memberikan susu kedelai, orang tua wajib berkonsultasi pada dokter, agar pemilihan produk bisa disesuaikan dengan kondisi anak. Di samping protein, pilih formula susu yang mengandung DHA, Omega-3 atau Omega-6, dan lain-lain. Sebaiknya pula, konsumsi susu kedelai diberikan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. 



Source: unsplash.com/Mae Mu

Itu dia beberapa jenis susu yang dapat diberikan untuk si kecil dalam masa tumbuh kembangnya. Pemberian susu formula atau susu tambahan memang perlu, sebab anak memerlukan gizi seimbang ketika masa pertumbuhan itu terjadi. Walaupun, orang tua juga tidak boleh bergantung pada jenis susu tertentu, karena nutrisi dari ASI adalah yang utama. Ingat, bahwa susu adalah pendamping. 

Pemberian susu pada anak harus memperhatikan berbagai hal, artinya tidak boleh sembarangan. Pastikan apakah anak mengidap alergi tertentu, misalnya alergi protein hewani atau nabati, sehingga pemilihan susu bisa disesuaikan. Kemudian, selalu pantau kesehatan anak, seperti berat badan dan tinggi badan. Jika diberi nutrisi secara berlebihan, justru akan membuat anak jadi obesitas dan perkembangannya tidak berjalan optimal.

Saat memilih produk, selalu cek bagian informasi nilai gizi. Orang tua harus mengerti bagaimana susu ini diberikan pada anak, apa yang terkandung dalam setiap sajiannya, terutama lemak dan gula yang sangat tricky bagi anak-anak di masa pertumbuhannya. Tidak lupa juga bahwa konsultasi pada dokter itu perlu. Dokter akan menganalisis lebih jauh terkait kondisi anak dan merekomendasikan produk seperti apa yang cocok untuk buah hati. 

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...