Pulau Bali memang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Setiap tahunnya, ribuan turis baik domestik maupun mancanegara mendatangi kawasan ini untuk memenuhi berbagai tujuan, khususnya liburan. Peningkatan wisatawan setiap tahunnya, membuat Bali semakin penuh akan warga negara asing. Daerah-daerah tertentu pun semakin penuh, entah karena pengunjungnya atau pengusaha yang semakin marak membuka berbagai tempat hiburan, seperti bar, clubi, cafe, restaurant, dan sebagainya. Tidak jarang, keramaian ini menyebabkan keluhan umum, seperti kemacetan. Namun, di samping itu, keramaian ini justru punya daya tarik yang lebih banyak dibandingkan negara lain.
Mungkin mau mencoba ke sana atau menghindarinya? Ini dia daftarnya untuk Anda.
source: pexels.com/Maria OrlovaCanggu merupakan salah satu desa yang berada di daerah Kuta Utara. Canggu kini menjadi salah satu daerah yang ramai disambangi oleh beragam wisatawan. Kawasan toppgrafinya cenderung landai, berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan laut. Lingkungannya merupakan perpaduan antara pesisir berpasit hitam dan luasnya persawahan. Oleh sebab itu, Canggu dulunya diketahui ramai akan aktivitas pertanian. Tanahnya subur, terlebih adanya tanah yang berasal dari abu vulkanik.
Canggu punya daerah pantai yang cukup beragam, seperti Pantai Canggu, Pantai Batu Bolong, Echo Beach, Pantai Nelayan, Pantai Munduk Catu, dan lain-lain. Di sini, wisatawan dapat melakukan kegiatan selancar karena ombaknya yang sangat mendukung. Selain itu, di sekitar ini terdapat beragam beach club. Di samping itu, wilayah Canggu berkembang sebagai lokasi yang penuh dengan kafe-kafe estetik, tempat kondusif untuk berdiskusi, bekerja, atau sekadar hang out.
source: pexels.com/Tiff NgSelain Canggu, Seminyak jadi lokasi teramai di Bali yang kerap disambangi berbagai kalangan wisatawan. Seminyak beraada di pesisir barat daya Bali, tepat di utara Legian dan Kuta. Secara administratif, Seminyak berada di area Kecamatan Kuta. Sebab berada di pesisir, Seminyak dihinggapi berbagai macam jenis pantai indah berpasir putih, seperti Pantai Seminyak, Pantai Double Six, dan Pantai Patitenget.
Seminyak merupakan potret kehidupan semarak yang tak pernah kenal waktu tidur di Bali. Akulturasi budaya begitu kental di sini. Modernitas dan gemerlap dunia malam menghiasi setiap jengkal sepanjang jalan di Seminyak. Pantai yang indah dengan ombak cukup berani untuk aktivitas selancar, berenang, atau bersantai menunggu matahari terbenam, merupakan daya tarik utama tempat ini. Namun, tidak hanya sampai situ, karena saat malam tiba, Seminyak berubah terang benderang. Nighltlife yang menyenangkan tersaji melalui berbagai macam bar, beach club, restoran, hingga kafe-kafe estetik. Dari kalangan biasa sampai level fine dining bisa ditemukan di sini. Belum lagi outlet-outlet brand yang memenuhi, menggerakan keinginan untuk spend money ke barang-barang unik. Wistawan pun dapat merilekskan diri dengan mengunjungi spa, pusat kesehatan, atau kebugaran. Seminyak, bisa dibilang lokasi high end Bali yang terus bergerak, berkembang, dan tidak pernah istirahat.
source: pexels.com/Kyle VermeulenKalau menyebut nama Bali, Kuta selalu tersemat di antaranya. Kuta merupakan salah satu kawasan yang berada di Kabupaten Badung, berdekatan dengan Seminyak dan Legian yang jadi pusat keramaian wisata. Kuta punya panorama alam yang begitu menakjubkan, ombak besar mendukung untuk kegiatan selancar, sampai habitan asli para penyu yang dilingungi. Di samping itu, Kuta dipenuhi hotel, kafe, restoran berbagai bintang yang sangat memanjakan para wisatawan.
Dibalik gemerlap Kuta sebagai ikon wisata Bali, masyarakat lokal tetap menjaga adat istiadat dalam setiap hembusan napas. Pesona kearifan lokal berjalan bersamaan dengan kehidupan semarak yang telah tumbuh pesat di sini. Masyarakat masih menjalanlankan upacara Ngaben, salah satu tradisi membakar jenazah oleh masyarakat Hindu. Ada pun upacara lain yang turut dirayakan serta mengundang beragam tatapan takjub, misalnya Tahun Baru Saka. Toleransi di Kuta pun begitu besar, sebab di sini semua agama sudah berbaur menjadi satu. Kuta memang ramai, jadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Bali, tapi Kuta juga merupakan wadah untuk budaya tetap terjaga dan lestari sekarang hingga nanti.
source: pexels.com/Tom FiskKawasan yang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang adalah Legian. Lokasi ini menjadi salah satu yang paling populer dalam hal pariwisata. Berada di antara Kuta dan Seminyak, Legian dikenal dengan pasir putihnya yang menawan. Legian pun punya sejarah yang unik terkait nama yang kini diketahui oleh khalayak. Legian dulunya bernama Karang Kemanis. Kemudian nama ini berganti menjadi Legian yang diambil dari kata legi yang artinya manis. Perubahan nama ini ada hubungannya dengan seorang tokoh Kiyai Lanang Legian.
Legian menjadi simbol perubahan zaman yang begitu signifikan di Bali. Walaupun kini dikenal sebagai tempat liburan terfavorit karena perpaduan keindahan alam dengan fasilitas yang memanjakan, Legian pernah mengalami sepak terjang yang begitu banyak. Dari desa nelayan kecil di pesisir Bali yang indah, masyarakat kala itu berpegang teguh pada alam serta adat istiadat. Tahun 70-an, wisatawan asing mulai berdatangan ke Legian, sekadar melakukan traveling atau backpacker dan menikmati aktivitas di pantai. Masyarakat pun mulai tergugah, membuka penginapan, rumah makan sederhana, dan sejenisnya. Pembangunan Legian semakin pesat di tahun 90-an sampai awal 2000-an. Hotel, kafe, restoran mewah, pusat kebugaran mulai dioperasikan. Kemajuan Legian ini semakin dilirik oleh banyak orang dari belahan dunia. Namun, hal itu tidak bertahan lama karena Legian pernah mengalami tragedi mengerikan yang sampai sekarang tidak akan terlupa. Sempat hancur, Legian bangkit perlahan, menjelma jadi kawasan yang lebih tenang, tapi tetap tak jauh dari keramaian.
source: pexels.com/Yan KrukauLokasi berikutnya adalah Ubud. Jika empat tempat sebelumnya berada di kawasan pesisir, Ubud merupakan daerah yang berlokasi di tengah Pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Gianyar. Di Ubud, bukan pantai pasir putih yang jadi daya tarik utama, melainkan pesona alam hijau dan ketenangan di setiap sudutnya. Ubud dipenuhi hampar terasiring sawah yang hijau, air terjun, pura-pura, pusat kerajian, kesenian, dan sebagainya. Di sisi lain, keunikan itulah yang membuat Ubud ramai akan wisatawan, khususnya dari luar negeri.
Berada di dataran tinggi, membuat Ubud punya udara yang sejuk. Suasananya masih alami, menyegarkan, cocok untuk melakukan retreat atau sekadar meditasi. Di sini, bukan hotal yang jadi primadona, tapi vila-vila estetik adalah daya tarik utamanya. Sayangnya, pemilik vila ini bukan warga lokal saja, tetapi sudah ada masyarakat asing yang menanamkan modalnya di sini. Hal tersebut sering jadi pro dan kontra sendiri. Namun, mengesampingkan hal itu, Ubud tetap indah. Ada Monkey Forest Ubud, Terasering Tegalalang, Pura Taman Saraswati, Istana Ubud, Bukit Campuhan, Air Terjun Kanto Lampo, dan sebagainya, destinasi favorit ketika ke Ubud.
Lima kawasan di Bali tersebut menjadi yang teratas dalam hal keramaian dan kepadat. Faktor penyebabnya tentu adanya daya tarik khas, kelengkapan fasilitas, serta sesuai kebutuhan dari tujuan berkunjung ke Bali. Meskipun begitu, warga lokal tetap menerapkan kebudayaan di samping hingar-bingar kehidupan di Pulau Dewata ini.
Baca juga: Resep Mudah Membuat Kentang Hashbrown Di Rumah!
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply