Mengenal ratusan varietas kopi, gesha (atau geisha) menjadi salah satu yang paling dihormati di seluruh penjuru. Mengenai asal-usulnya, vierietas tersebut pertama kali ditemukan di tanah Gesha, Ethiopia, pada tahun 1930-an. Kemudian, dari Benua Afrika, jenis kopi ini dibawa dan dibudayakan di kawasan Amerika Tengah dan Latin. Sejak awal, gesha memang dianggap sebagai varietas luar biasa, dari segi aroma, rasa, dan kompleksitas legit ketika diseduh. Terlebih setelah mendapatkan rumah baru di Panama, ketika varietas ini coba dirawat oleh Keluarga Peterson melalui perkebunan Hacienda La Esmeralda. Nilai jual gesha sangat tinggi, masuk ke jajaran paling mahal di dunia.
Harga kopi gesha dengan label premium grade bahkan dapat dibanderol hingga jutaan rupiah untuk satu ponnya atau sekitar setengah kilo. Harga inipun tergantung darimana kopi berasal, paling mahal tetap varietas yang tumbuh dan berkembang di Panama. Pada tahun 2004, varietas gesha dari Hacienda la Esmeralda berhasil menyabet Best of Panama. Biji kopi dari perkebunan itu menarik perhatian banyak pegiat kopi secara global. Mengutip Hayman Coffee, di tahun 2025 dalam ajang lelang Best of Panama, gesha bahkan mendapatkan harga lebih dari tiga puluh ribu dolar untuk per kilonya.
Lantas, apa yang sebenarnya membuat varietas kopi ini jadi begitu ekslusif?
Varietas kopi gesha memang berasal dari Ethiopia, tepatnya Desa Gesha. Namun, pada tahun 2000-an, varietas ini mulai dikembangkan di Amerika Tengah dan Latin, khususnya Keluarga Peterson di Panama. Gesha seolah mendapatkan rumah baru di Panama. Varietas ini memang sangat tricky, punya kesulitan pembudidayaan yang begitu tinggi. Tanaman kopi gesha subur ditanam di kawasan tanah vulkanik yang berada di atas ketinggian minimal 1500 mdpl. Suhu sejuk cenderung dingin dapat membantu memperlambat pertumbuhan buah kopi, sehingga membentuk rasa yang lebih kompleks dan kaya. Selain itu, seperti halnya jenis arabika yang lain, gesha cukup rentan, jadi perawatannya memang harus berhati-hati.
Gesha harus dipanen pada masa puncak kematangannya. Proses panen pun berjalan manual, dilakukan secara padat karya dengan mengerahkan para petani untuk memetik satu per satu biji dari pohonnya. Memastikan bahwa biji gesha tidak rusak. Tentunya, perlu pengalaman dalam melakukan kegiatan tersebut, mengingat medan perkebunan yang sedikit ekstrim. Baru setelahnya, ceri gesha diolah melalui berbagai metode post harvest, diantaranya natural, washed, honey, serta anaerobic. Masing-masing proses dapat memberikan citarasa berbeda-beda.
source: pexels.com/Irvin DavidMengetahui bagaimana gesha ditanam di atas ketinggian lebih dari 4000 kaki, tentu bisa dibayangkan perlu berapa banyak uang yang dikeluarkan. Pohon varietas gesha bahkan bisa dibilang tanaman manja karena begitu ringkih, gampang terserang hama, dan daunnya mudah terbakar jika terlalu panas. Perlu perawatan terbaik agar menjadikan output ceri gesha berkualitas tinggi.
Dari uraian sebelumnya pun dijelaskan bahwa proses panen harus dilakukan manual oleh manusia. Saat ini, sudah banyak teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam memetik ceri kopi matang. Namun, gesha tetap hanya menurut pada sentuhan orang ketika panen. Proses ini memerlukan tenaga yang banyak, sehingga biaya untuk menggerakannya pun ikut melimpah. Tidak heran kalau biaya produksi kopi gesha begitu mahal.
Dunia begitu jatuh cinta dengan gesha karena profil rasanya yang begitu luar biasa. Kompleksitasnya sangat unik yang membedakan antara gesha dan varietas kopi arabika lain. Hal itulah yang membuat gesha menjadi begitu dikagumi sejak kemunculannya sampai sekarang. Terlebih varietas grade unggulan dari Panama.
Aroma gesha sering diasosiasikan dengan bunga-bunga yang wangi. Aromanya menjurus pada melati atau bergamot, atau tidak jarang wangi bunga jeruk yang menyegarkan, tidak seperti kopi pada kebanyakan. Sedangkan citarasanya begitu mengejutkan. Ketika masuk ke dalam rongga mulut, terdapat acidity yang begitu kuat, seperti teh kualitas tinggi. Kemudian di layer berikutnya, gesha menunjukan pesona buah-buahan tropis, seperti beri, persik, apricot, bahkan cokelat yang lembut. Aftertaste-nya tidak berat, begitu nyaman. Sekali sesap saja pasti akan membuat kagum.
Rasa yang dimiliki gesha dihasilkan dari genetiknya yang juga kompleks. Dipengaruhi kondisi lingkungan, kehati-hatian dalam perawatan dan proses panen manual yang membutuhkan sentuhan asli manusia. Pada beberapa perkebunan mungkin sudah menggunakan mesin canggih, tapi untuk gesha harus diperlakukan seistimewa itu. Setelah dipanen, ceri-ceri kopi akan menglami pemrosesan lagi yang memakan waktu serta kondisi alam, sehingga waktunya tidak bisa ditentukan.
source: pexels.com/Alejandro RomeroKetika pertama kali gesha diperkenalkan ke publik dengan kualitas yang tidak main-main dan rasanya luar biasa mumpuni, orang-orang langsung menempatkan kopi ini di hati. Para pegiat kopi mulai mencari gesha untuk dimiliki. Peminatnya pun semakin bertambah dari tahun ke tahun. Sayangnya, hal tersebut tidak sebanding dengan proses produksi gesha yang sedikit, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar yang melonjak, meskipun sudah dibanderol harga mahal.
Tumbuhan gesha tidak bisa ditanam di sembarang tempat, ada kriteria khusus dari tanah dan suhu yang diperlukan. Faktor tersebut menjadi salah satu pemicu sedikitnya keberadaan gesha di dunia. Belum lagi proses produksi dan pengolahan yang memakan biaya mahal, tidak semua orang mau membudidayakan varietas kopi yang satu ini. Walaupun, profit dan pasti laku di pasaran, tetapi kemungkinan untuk gagal panen pun besar. Mengingat, pohon gesha yang rentan, rawan hama, dan gampang terbakar pada suhu panas. Jadi, tidak heran kalau harga gesha bisa setinggi itu.
Perkebunan kopi Haciend La Esmeralda milik Keluarga Peterson dapat dikatakan sebagai salah satu pemasok kopi paling sukses di dunia. Mereka menjadi pelopor pembudidayaan gesha dengan memaksimalkan kondisi alam Panama yang dikelilingi tanah subur vulkanik serta suhu dingin. Sejak kemunculan gesha dari sana, mereka mengusung branding yang begitu kuat tentang ekslusivitas produk yang dihasilkan. Gesha dengan kelangkaan, kualitas, dan rasa yang begitu mengagumkan, melekat pada setiap produk yang dipasarkan. Hal ini didukung beragam penghargaan dari banyak asosiasi, pakar kopi, dan kompetisi yang memberikan validasi.
Mengutip dari halaman 1Zpresso, Specialty Coffee Association (SCA) akan memberikan penilaian standar specialty pada setiap biji kopi. Rentang 80-84,99 termasuk pada kategori minimum, 85-89,99 adalah kategori premium atau excellent, dan 90-100 merujuk pada masterpiece atau world class. Gesha dari Hacienda La Esmeralda merupakan salah satu peraih kategori world class dengan skor konsisten 90 dan di atasnya.
Pengalaman minum kopi gesha memang menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh banyak pecinta kopi. Dari setiap cerita dan tulisan yang beredar, tentang bagamana ajaibnya rasa kopi yang kompleks, kombinsi layer antara floral, fruity, dan teh yang melekat. Aroma semerbak yang menyegarkan, memberikan semangat untuk menjalani kehidupan. Namun, harga untuk meminangnya memang tidak kecil, sehingga butuh effort lebih.
Baca juga: Asin, Pedas, Segar Asinan Mangga Muda
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply