Tentang Hijab yang Mendalam dan Rekomendasi Bahan untuk Dipakai Sehari-hari!


Source: Freepik

Pilihan hijab begitu ragam untuk para perempuan di seluruh dunia. Masing-masing orang, memiliki preferensinya sendiri terkait pakaian yang akan mereka kenakan. Namun, semua itu juga harus dipertimbangkan dengan beberapa aspek, seperti musim, cuaca, dan suasana. Hijab yang asal-asalan, justru akan menciptakan hawa tak nyaman dari pemakainya. Belum lagi, ketika kini makin banyak mode hijab yang hanya memikirkan tren saja. Jadi, mengenakan hijab bukan hanya sekadar fashion saja, tapi sesuai dengan keperluan dan syariat yang berlaku. 

Bagi perempuan muslim, hijab bukan hanya tentang kain yang menutup rambut dan leher. Lebih dalam, hijab merepresentasikan iman, kehormatan, martabat, dan nilai spritual lain. Hijab mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta percaya diri untuk tampil di masyarakat. Selain mengikuti anjuran agama, mengenakan hijab merupakan bentuk tampil cantik tapi masih menjaga rasa hormat sebagai perempuan muslim. Oleh karena itu, budaya hijab bisa ditemukan di berbagai negara, menyesuaikan karateristik tempat agar lebih tepat dalam pemilihan bahan dan mode. 

Di Indonesia sendiri, mengingat iklim yang dimiliki tropis dan hangat. Maka, bahan hijab yang menyerap keringat, dingin, dan memiliki sirkulasi udara baik adalah pilihan yang dicari. Mengutip dari Waliqsa dan beberapa media lain, di bawah ini, ada beberapa pilihan bahan hijab yang bisa Anda jadikan referensi untuk pemakaian sehari-hari. 

Yuk, coba cek-cek!

Sifon

Source: Pinterest/Sable

Sifon menjadi bahan yang umum dijadikan hijab dan popular di kalangn muda-mudi. Tekstur kainnya cukup halus. Sifon memiliki berbagai jenis kain lain, seperti ceruti babydoll, sifon sutra, dan double hycon. Hijab sifon dpat ditemukan dalam model square, pasmina, atau bergo. 

Kelebihan dari kain sifon adalah kainnya yang jatuh  dan flowy. Bahannya cukup lembut dan adem. Kesan yang ditampilkan adalah elegan dan formal, sehingga cocok dibawa ke acara kasual maupun resmi. Hanya saja, kain sifon ini memang cukup berat, sehingga harus ditopang secara presisi menggunakan jarum. Kemudian, beberapa jenis kain sifon terkadang terlalu padat, sehingga sirkulasi udara sulit untuk masuk dan keluar. 

Georgette

Source: Pinterest

Jenis kain selanjutnya yang popular dijadikan bahan hjab adalah georgette. Bahan ini juga jatuh, lebih ringan daripada sifon. Dulu, georgette dibuat secara premium menggunakan sutra, jadi teksturnya halus, tapi kini beralih menggunakan poliester atau viskosa. 

Georgette punya kelebihan dari beberapa aspek. Pertama, kain ini punya kerutan halus, kuat, serta ringan, sehingga cocok dipakai sehari-hari. Memakai hijab berbahan georgette akan memberikan kesan elegan dan anggun. Namun, kekurangnnya adalah geogette terkadang tak tahan panas dan kurang nyaman dipakai terlalu lama. Bahannya cukup transparan, sehingga pemakai harus mengenakan inner agar tetap sesuai syariat. Selain itu, gerogette modern mudah kusut, terlebih setelah dicuci. 

Jersey

Source: Pinterest/Moonia Boutique

Bahan hijab yang direkomendasikan lagi untuk sehari-hari adalah jersey. Bahan ini banyak disukai karena lebih fleksibel, lembut, jatuh, dan adem. Bahkan, hijab dengan bahan jersey bisa diandalkan ketika cuaca panas. Lumrahnya, hijab berbahan kain jersey dibuat model bergo atau hijab instan. 

Hijab bahan jersey memang punya keunggulan yang cukup banyak. Hijab dengan bahan ini menawarkan kenyamanan di segala kondisi. Jenis kainnya yang elastis, bisa masuk ke berbagai ukuran dan menyesuaikan ukuran. Bahannya menyerap keringat, sehingga memberikan sensasi dingin ketika dipakai. Sayangnya, hijb yang terbuat dari jersey biasanya sedikit lebih berat dan tebal. Kekurangan itupun membuat hijab jersey tidak cocok dikenakan pada acara resmi atau formal. 

Katun

Source: Pinterest.com/lilythscarves

Bahan hijab paling umum berikutnya yaitu katun. Kain ini terbuat dari bahan dasar kapas dan sering digunakan untuk membuat pakaian, termasuk hijab. Bahan katun memang mudah untuk dijadikan berbagai model, tidk heran kalau hijab katun produksinya lebih marak. Beberapa jenis katun yang sering dijumpai seperti voal atau paris, toyobo, dan rayon. 

Kelebihan yang jadi pertimbangan memilih bahan katun adalah dingin, nyaman dikenakan di iklim hangat, seperti Indonesia. Selain itu, bahannya pun jatuh, tidak kaku, cocok dipakai setiap hari dalam berkegiatan. Namun, untuk membawa katun ke ranah yang lebih formal, memang sedikit memerlukan perhatian. Hijab berbahan katun mudah kusut, sehingga harus disetrika setelah dicuci. Di sisi lain, kain katun juga dapat menyusut jika tidak dicuci secara benar. 

Sutra

Source: Pinterest.com/Changshu

Nah, kalau bahan yang satu ini memang sedikit berbeda dan menawarkan kemewahan, meskipun sekarang ada sutra sintetis yang ebiih terjangkau. Hijab dengan bahan sura memberikan kesan mahal dan elegan. Bahannya jatuh, tidak tembus pandang, dan bertekstur halus. Orang biasanya mengenakan hijab sutra ketika berada di sebuah acara formal, misalnya pesta atau perayaan. 

Sutra disukai karena punya keunggulan. Hijab sutra premium atau asli, dibuat dari serat kepompong ulat sutra. Bertekstur halus, lembut, dan mengkilap, memancarkan aura mewah ketika dipandang. Sedangkan sutra sintetis yang lebih dikenal dengan sutra satin memang mengkilap, tapi tidak punya sirkulasi udara sebaik sutra asli. Perawatan hijab sutra asli sendiri cukup sulit dengan kriteria tertentu, sebab akan memicu kerusakan bila sembarangan dalam penyimpanan. 

Nah, itu dia beberapa bahan hijab yang sering kita jumpai di pasaran. Soal mode dan gaya merupakan pereferensi dari setiap individu, tapi jangan sampai melupakan kenyamanan serta syariat yang ditetapkan. Khususnya bagi perempuan muslim, hijab bukan hanya sebagai trend, tapi bagian dari anjuran untuk menutup aurat. 

Di era yang serba modern ini, hijab sudah lebih berkembang pesat. Beragam model telah dicipatakan untuk membantu masyarakat dalam memilih hijab sehari-hari. Sebut saja segi empat, bergo, khimar, dan shayla. Masing-masing dibuat menggunakan bahan yang berbeda-beda, diikenakan dalam situasi berbeda, dan dipadukan elemen yang berbeda pula. 

Menilik lebih jauh, saat ini banyak sekali kesalahan yang sering terjadi di masyarakat tentang pemakaian hijab. Sering dijumpai, ketika orang mengenakan hijab hanya sekadar jadi pelengkap fesyen saja. Padahal, diketahui ada beberapa syarat yang bisa dijadikan patokan untuk memilih hijab yang nyaman dan memenuhi aturan. 

Syarat pertama mengenakan hijab adalah menutup tubuh. Sesuai aturan, bagi perempuan muslim, menutup aurat itu kecuali telapak tangan dan wajah. Oleh karena itu, hijab harus menutup kepala secara sempurna. Bila menerawang, bisa menggunakan inner untuk menutupnya. Hijab juga tidak boleh terlalu mencolok dengan desain atau warna karena fungsi utamanya adalah menutup aurat. Mengenakan hijab harus diimbangi dengan pemakaian pakaian yang sesuai, yaitu tidak ketat. 

Di sisi lain, sering terlihat orang-orang bangga mengenakan hijab dan masih menampakkan leher. Ada juga yang menolak menggunakan inner karena panas, padahal bahan hijab tersebut transparan. Hijab yang sudah menutup kepala tidak diimbangi dengan pakaian yang sopan dan rapi. Beberapa memilih mengenakan pakaian sesuai gaya yang dianutnya, hingga akhirnya menampakkan bentuk lekuk tubuh yang mencolok 

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...