Di era digital ini, orang kian kreatif dalam mencari pekerjaan untuk menyambung hidup. Salah satu yang paling popular adalah menjadi seorang live streamer melalui platform tertentu, seperti TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan beberapa e-commerce. Siaran langsung inipun berisi berbagai macam topik, contohnya menjual produk, game streaming, atau sekadar mengobrol dengan audiens sembari melakukan hobi.
Pekerjaan live stream yang kelihatan mudah, kenyataannya akan menemui kesulitan ketika semakin banyak orang mulai tertarik untuk terjun di bidang ini. Oleh karena itu, setiap live streamer harus memiliki strategi dalam menarik minat para penonton. Hal inilah yang nanti mampu mendongkrak jumlah viewers atau engagement, meskipun mungkin konten yang disajikan hampir sama.
Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa jadi referensi Anda dalam menyusun strategi sebagai streamer!
Yuk, simak!

Live streaming adalah sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan kapan saja. Banyak streamer yang memulai siarannya pada pagi, siang, sore, malam, tengah malam, bahkan hingga subuh menjelang. Tidak ada batasan kapan streaming bisa dilakukan dan kapan berhenti. Bahkan beberapa streamer bisa melakukannya berhari-hari.
Menentukan jam untuk online sebenarnya cukup tricky. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti melalui platform apa Anda akan live, bagaimana analisis performanya, hingga perkiraan audiens menonton siaran tersebut. Sebagai contoh di YouTube, Anda bisa menganalisa performa melalui YouTube Anlytics. Anda juga mampu memperkirakan jumlah penonton yang bisa masuk ke dalam kanal pada saat siaran berlangsung. Biasanya ada prime time atau waktu tertentu dimana orang-orang online. Cara berikutnya bisa dilakukan jika Anda sudah memiliki sejumlah pengikut yang bisa dimintai pendapat melalui polling, beberapa social media sudah menyediakan fitur tersebut.
Baca juga: Jangan Keliru, Berikut Perbedaan Keputihan Menjelang Haid dan Hamil!

Orang bilang live streaming mudah dilakukan karena hanya memerlukan gadget serta koneksi internet yang memadai. Padahal, jauh lebih kompleks, karena Anda harus mempersiapkan setting-nya secara matang. Hal ini bisa jadi daya tarik tersendiri agar penonton mau mengunjungi acara streaming yang sedang Anda jalankan. Streamer-streamer besar biasanya sudah memiliki konsep setting yang khas, sehingga penonton dapat lebih mudah menghapal.
Anda bisa mulai mencari tempat yang nyaman, bersih, dan sesuai dengan tema yang akan dijadikan streaming. Usahakan cari lokasi dengan pencahayaan yang bagus, sehingga konten yang Anda berikan bisa dinikmati secara nyaman oleh para penonton. Jika memang kurang memadai, Anda perlu menyediakan tools lain, contohnya lighting.
Selain pencahayaan yang begitu krusial, suara tidak kalah pentingnya. Konten dengan suara sendiri nantinya jauh lebih mudah mendapatkan engagement dibandingkan konten yang menggunakan latar belakang. Jadi, pastikan bahwa mic atau audio yang Anda gunakan dalam kondisi baik dan mumpuni. Tidak masalah berinvestasi pada mic jika memang hal tersebut akan membawa Anda ke jenjang kesuksesan.
Nah, jika hal utama di sana terpenuhi, baru siapkan peralatan lain sebagai support.

Bukan hanya sebagai tempat mengunggah konten, social media bisa jadi lokasi yang tepat untuk melakukan promosi terkait siaran langsung yang akan And alakukan. Anda bisa menggunakan platform pribadi atau merogoh sedikit kocek untuk memasang iklan. Beberapa media sekarang sudah menyediakan fasilitas tersebut.
Anda bisa membuat banner atau video singkat untuk melakukan promosi. Anda bisa mengunggahnya pada akun pribadi, meminta bantuan orang-orang terdekat, dan memasang iklan. Manfaatkan juga fitur story yang bisa diperbaharui per 24 jam sekali. Jadi, pengikut Anda tidak akan ketinggalan zaman. Buat materi promosi sekreatif mungkin agar semakin banyak orang yang penasaran dan menonton streaming Anda.

Baca juga: Sebelum Berolahraga Lakukan Gerakan Pemanasan Ini Agar Memperoleh Manfaat Yang Maksimal
Ini penting dilakukan saat Anda sudah masuk ke acara siaran langsung Anda. Benar, Anda harus menyajikan konten yang sudah didesain terlebih dahulu. Namun, jangan lupa untuk selalu berinteraksi dengan para penonton yang hadir dalam ruangan Anda.
Penonton yang hadir dalam siaran langsung Anda berarti memberikan atensi pada siaran tersebut. Mereka tetaplah manusia yang hidup, hanya saja terhalang jarak. Mereka datang secara langsung lewat layar gadget masing-mading. Artinya, Anda harus memperlakukan mereka seperti ketika bertemu langsung.
Cara untuk berinteraksi dengan penonton bisa bervariasi. Pertama, Anda bisa menyapa setiap orang yang datang ke acara streaming. Ucapkan username yang mereka gunakan untuk menyambut kedatangan sekaligus memberikan kesan ramah. Ajak mereka berbincang tentang konten yang Anda lakukan. Nyalakan selalu kolom komentar dan sesekali jawablah pertanyaan atau tanggapan yang dilontarkan oleh para viewers. Bentuklah suasana yang nyaman bagi diri sendiri dan penonton yang datang. Buat mereka betah agar acara streaming bisa semakin popular.

Setelah acara siaran langsung selesai, platform atau media biasanya sudah menyediakan fasilitas untuk melakukan analisis dari penayangan. Jangan lupa untuk selalu cek secara berkala, bagaimana performa Anda dalam sebuah live streaming. Dari analisis tersebut, Anda bisa membentuk strategi baru di siaran berikutnya.
Mengetahui baik dan buruknya sebuah performa bisa Anda ketahui dari jumlah penonton yang datang pada siaran tersebut. Perhatikan juga lama waktu Anda menjalankan siaran. Jumlah tersebut bisa memberikan perbandingan dan evaluasi diri untuk lebih baik di streaming selanjutnya.

Perlu diketahui dan diingat bahwa sekarang streamer semakin bertumbuh di seluruh penjuru dunia. Orang berbondong-bondong memberikan beragam konten untuk menghibur penonton melalui media social. Iming-iming imbal hasil yang lumayan, membuat orang tergiur, hingga akhirnya streamer mulai menjamur.
Ada kalanya seorang streamer akan merasakan redup karena jumlah penonton yang sedikit. Ada juga momen ketika mereka mendapatkan ribuan penonton dan rating jadi naik. Pasang surut statistic ini wajar bagi streamer, terlebih ketika konten yang disajikan sudah mulai marak.
Mengatasi hal tersebut, tentu saja Anda tidak boleh menyerah. Terus belajar adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan di dunia live streaming. Anda bisa mengikuti berbagai webinar, brainstorming bersama sesame streamer, atau bahkan menonton streaming orang lain yang bisa dikatakan lebih sukses. Belajar tidak hanya menggunakan satu sumber, tapi dengan mengombinasikan banyak referensi agar jadi suatu formula yang mumpuni.
Itu dia beberapa tips sederhana untuk Anda memulai siaran langsung melalui platform atau media social. Live streaming memang dapat menjadi suatu aji mumpung, karena hanya dengan sedikit usaha, Anda bisa mendapatkan timbal balik luar biasa. Namun, hal tersebut harus berbanding lurus dengan kesuksesan live streaming yang dijalankan pada waktu tertentu. Jangan menyerah ketika streaming Anda sepi, sebab tidak semua hal langsung meledak di awal. Anda bisa membuat pondasi terlebih dahulu, mengevaluasi diri setiap hari, menganalisa performa, dan membuat strategi yang cocok dengan konten Anda.
Merintis live streaming, walaupun kelihatan mudah, tapi tetap ada niat usaha yang serius dari dalam.
Baca juga: 7 Daerah di Jawa Barat Ini Punya Sebutan Yang Nyeleneh, Yuk Cari Tau
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply