Event fashion dan lifestyle Trademark Market kembali hadir di Bandung dengan konsep yang lebih panjang dari biasanya. Tahun ini, acara yang dikenal sebagai wadah bagi brand lokal tersebut digelar selama dua minggu penuh. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Penyelenggara ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi pengunjung untuk datang sekaligus mendukung brand-brand lokal yang berpartisipasi.
CEO Trademark Market, Saira Nisar, menjelaskan bahwa durasi dua minggu dipilih agar masyarakat memiliki waktu lebih fleksibel untuk berkunjung. Selain itu, momen menjelang Lebaran juga menjadi pertimbangan utama.
Menurutnya, banyak masyarakat yang merantau di luar kota biasanya pulang ke Bandung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Momen tersebut sering dimanfaatkan untuk berbelanja kebutuhan atau sekadar mencari hadiah bagi orang terdekat. “Dengan dua minggu pelaksanaan, orang punya waktu lebih banyak untuk datang. Apalagi sekarang momennya menjelang Lebaran, banyak yang pulang ke Bandung dan ingin belanja untuk keluarga. Jadi mereka bisa datang ke Trademark,” jelas Saira.
Tidak hanya menawarkan waktu kunjungan yang lebih panjang, Trademark Market juga menghadirkan ratusan brand lokal dari berbagai kategori. Pada minggu pertama, hampir 200 brand turut meramaikan acara ini. Sementara itu, pada minggu kedua jumlahnya bahkan mencapai lebih dari 200 brand.
Menariknya, brand yang hadir di minggu pertama dan kedua tidak sepenuhnya sama. Beberapa brand memang kembali berpartisipasi di kedua minggu tersebut, namun sebagian lainnya digantikan oleh brand baru yang muncul pada minggu berikutnya. Konsep ini sengaja diterapkan agar pengunjung tetap menemukan pengalaman berbeda saat datang di waktu yang berbeda.
“Di minggu kedua ada brand yang ikut lagi, tapi ada juga brand baru yang baru muncul. Jadi pengunjung tetap bisa menemukan hal yang berbeda,” ujar Saira. Dari sisi kurasi, Trademark Market memiliki tim khusus yang bertugas menyeleksi brand-brand yang akan berpartisipasi. Tim kurator tersebut setiap tahun secara aktif mencari brand yang memiliki potensi, terutama brand yang belum terlalu dikenal oleh pasar luas.
Saira menyebutkan bahwa salah satu fokus utama acara ini memang memberikan ruang bagi brand lokal yang masih berkembang agar bisa mendapatkan eksposur yang lebih besar. Dengan hadir di event seperti ini, brand baru diharapkan dapat memperkenalkan produk mereka kepada publik sekaligus membangun jaringan yang lebih luas. “Kami punya tim kurator yang melakukan seleksi brand. Setiap tahun kami juga mencoba mencari brand yang belum terlalu dikenal, supaya mereka punya wadah untuk berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran brand-brand baru justru menjadi hal yang paling menyenangkan bagi tim penyelenggara. Hal ini menunjukkan bahwa industri kreatif, khususnya di sektor fashion dan lifestyle, terus berkembang dengan munculnya pelaku usaha baru.
Dalam hal kategori produk, Trademark Market tidak hanya menampilkan brand fashion muslim atau hijab. Event ini selalu menghadirkan variasi produk yang lebih luas agar dapat menjangkau berbagai segmen pengunjung. Produk yang ditampilkan pun cukup beragam, mulai dari pakaian kasual, busana pria, busana anak, hingga berbagai aksesoris dan tas. Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya dapat menemukan busana Lebaran, tetapi juga produk fashion untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Tak Hanya Jadi Olahraga Paling Populer, Sepak Bola Bermanfaat Untuk Kesehatan Mental
“Kami selalu mencampur kategori produknya. Tidak hanya hijab wear saja, ada juga kids wear, mens wear, aksesoris, tas, dan berbagai jenis pakaian lainnya,” kata Saira. Ia menambahkan bahwa tim kurasi juga memastikan setiap kategori produk terwakili dengan baik sehingga pengunjung memiliki pilihan yang beragam. Dengan begitu, pengalaman berbelanja di Trademark Market menjadi lebih lengkap.
Seiring dengan berkembangnya acara ini dari tahun ke tahun, berbagai pencapaian juga telah berhasil diraih oleh penyelenggara. Trademark Market sebelumnya telah hadir di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya dan Jakarta.
Meski demikian, Saira mengungkapkan bahwa masih ada mimpi besar yang ingin diwujudkan oleh tim penyelenggara. Salah satunya adalah membawa brand-brand lokal Indonesia untuk tampil di pasar internasional. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk afirmasi bahwa brand lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. “Banyak mimpi kami sebenarnya sudah tercapai, seperti membawa Trademark ke Surabaya dan Jakarta. Tapi masih ada mimpi besar yang belum tercapai, yaitu membawa brand lokal ke luar negeri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rencana tersebut sudah mulai dipertimbangkan secara serius. Salah satu kawasan yang menjadi target adalah Europe, meskipun detail lokasi dan waktu pelaksanaannya masih dalam tahap perencanaan. Dengan semakin berkembangnya industri fashion lokal, Saira optimistis brand-brand Indonesia memiliki peluang besar untuk dikenal di pasar internasional.
“Kami ingin membawa brand lokal ke luar negeri supaya mereka bisa mendapatkan panggung yang lebih luas,” katanya. Melalui penyelenggaraan Trademark Market, Saira berharap acara ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh bagi para pelaku industri kreatif. Dengan dukungan masyarakat yang terus meningkat, ia yakin brand lokal Indonesia dapat berkembang lebih jauh, bahkan hingga ke kancah global.
Baca juga: Waspada Gejala Clinomania, Obsesi Tidur Penyebab Penyakit Tertentu
Comments:
Leave a Reply