Harus diakui bahwa Bahasa Inggris memang salah satu hal krusial yang harus dikuasai (atau setidaknya dipahami) seseorang di era digital saat ini. Bukan untuk mengagungkan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa untuk menembus jenjang karir internasional, dibutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Bahasa Inggris pun memiliki posisi sebagai bahasa asing yang lumrah digunakan untuk berkomunikasi antar negara. Jadi, ketika dua orang berbeda latar belakang dari segi bahasa, mereka tetap dapat berkomunikasi lewat Bahasa Inggris.
Di tahun 2026 sekarang, semakin banyak orang yang punya harapan dan cita-cita untuk melanjutkan kehidupannya di luar negeri, entah kepentingan belajar, bekerja, dan lain-lain. Tentunya, setiap lembaga yang dituju punya standar minimal atau grade berbahasa Inggris untuk bergabung di dalamnya. Hal ini bisa didapatkan secara resmi dan tertulis dengan mengikuti sejumlah tes Bahasa Inggris. Nantinya, hasil dari tes akan berwujud angka yang dapat diklasifikasikan ke kelompok tertentu. Ada beberapa jenis tes bahasa Inggris yang bisa diikuti, orang dapat menoba sesuai kepentingan. Sebab, beda tes, maka beda tujuannya.
Program TOEFL selalu disebut-sebut ketika seseornag berniat untuk melaksanakan tes Bahasa Inggris secara resmi. Merujuk dari pengertiannya, TOEFL merupakan sebuah layanan tes untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris yang bukan penutur aslinya. Tujuan orang mengikuti TOEFL yaitu memastikan sudah sejuah apa kemampuan penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi, bagaimana pemahaman berbahasa baik informal ataupun di ranah professional. TOEFL kerap dijadikan patokan untuk menempuh lembaga-lembaga resmi, seperti pendidikan dan perusahaan internasional. Program TOEFL dibagi menjadi dua macam, yaitu iBT atau Internet-Based Test serta PBT atau Paper-Based Test. Masing-masing kelompok punya mekanisme tes dan impact yang berbeda.
TOEFL umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu reading, listening, speking, dan writing. TOEFL iBT berbasis internet, memiliki skor maksimal 120 dengan setiap bagiannya 30 point. Bagian reading memiliki rentang waktu 60-80 menit dengan 36-56 pertanyaan, dilanjutkan listening sekitar 60-90 menit dengan 34-51 pertanyan, speaking yang hanya dilakukan selama 20 menit dengan 6 tugas, dan writing dengan 50 menit untuk dua esai. Di sisi lain, TOEFL PBT atau bebasis kertas punya rentang skor 310-677 dan terbagi menjadi 4 tahapan juga, hanya waktunya berbeda daripada iBT. Pertama dimulai dari listening dengan waktu 30-40 menit dan 50 pertanyaan, dilanjutkan writing dengan 25 menit dan 40 pertanyaan, reading dengan 55 menit dan 50 pertanyaan, serta Test of Written English (TWE) selama 30 menit untuk satu esai.
source: pexels.com/Andy BarbourProgram tes Bahasa Inggris berikutnya yang sering dicari oleh orang adalah TOEIC. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang di ranah professional. Mengutip dari halaman resmi Kampung Inggris Language Center, dikatakan bahwa dulunya TOEIC didadakan sebagai bentuk ujian untuk North American Business pada tahun 70-an di Jepang. Sejak awal, tes ini memang sudah didesain untuk menguji kemampuan bukan penutur asli Bahasa Inggris di lingkungan pekerjaan bertaraf internasional. Jadi, bisa dibilang TOEIC banyak dilaksanakan oleh orang-orang yang ingin beranjak bekerja di perusahaan internasional. TOEIC merupakan standar seseorang di dunia bisnis.
Tes TOEIC memiliki dua macam ujian yang berbeda, yaitu listening and reading test serta speaking and writing test. Calon peserta bebas memilih salah satu atau keduanya, tergantung dari kebutuhan yang diperlukan dalam ranah bebekerja. Kategori listening and reading memiliki rentang waktu total 120 menit yang terbagi 45 menit untuk mendengarkan dan sisanya membaca. Jumlah pertanyaan sekitar 100 yang dibagi kembali jadi kelompok sederhana sampai kompleks. Nilai total TOEIC listeing and reading maksimal yaitu 990 atau 495 masing-masing. Sedangkan di kategori speaking and writing test agak sedikit berbeda. Untuk bagian berbicara, peserta TOEIC akan diberikan waktu 20 menit dengan 11 pertanyaan, termasuk membaca lantang, deskripsi, dan respon pertanyaan. Total nila speaking yaitu 0-200. Kemudia, untuk menulis, peserta diberikan 60 menit dengan 8 pertanyaan yang terdiri dari 5 menjelaskan terkait gambar, 2 berkaitan membalas surel, dan 1 penulisan esai sebanyak 300 kata. Total nilai writing yaitu 200. Hanya saja, bobot masing-masing pertanyaan pada kategori speaking and writing test berbeda-beda setiap nomornya.
source: pexels.com/Armin RimoldiMelanjutkan yang ketiga, pasti Anda sudah tidak asing dengan IELTS, sebuah program tes Bahasa Inggris yang umum dilaksanakan oleh beberapa lembaga, seperti Cambridge University, British Council, dan IDP Education Australia. IELTS kerap diambil oleh mereka yang berpegian ke luar negeri dengan tujuan melanjutkan pendidikan, menetap sementara, ataupun permanen. IELTS juga bisa dijadikan patokan sebagai bentuk kemampuan berbahasa Inggris di dunia kerja, tapi tes ini memang lebih populer di kalangan pelajar yang ingin menginjakan studi di luar negeri.
Sama seperti TOEFL maupun TOEIC, IELTS pun dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Academic Test dan General Training Test. Pastinya, keduanya punya tujuan berbeda. Academic Test merupakan program yang dikhususkan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan akademiknya di negara dengan pengantar Bahasa Inggris atau lembaga internasional. Kemdian, General Training Test digunakan untuk orang-orang yang ingin pindah ke luar negeri dengan bahasa utamanya Bahasa Inggris. Namun, dari keduanya menguji empat hal yang sama, yaitu listening, reading, writing, and speaking. Total waktu yang digunakan yaitu antara 175 menit lamanya. Skala penilaian IELTS berada pada rentang 0-9 dengan klasifikasi tertentu. Biasanya, target para peserta IELTS berada pada angka 6-9.
source: pexels.com/ThirdmanTOEFL, TOEIC, dan IELTS, ketiganya sama-sama dilaksanakan oleh lembaga resmi dan terkadang dilakukan melalui program tertentu, menyesuaikan penyelenggara. Namun, tidak untuk Duolingo English Test atau DET yang saat ini tengah digandrungi oleh banyak anak muda. DET berbasis online, memberikan kemudahan peserta dalam melakukan tes di rumah selama ada koneksi internet. DET merupakan tes untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris sesoerang yang bisa diikuti oleh siapa saja. Di samping itu, DET dibanderol dengan harga murah, sehingga makin banyak peminat untuk mencari sertifikasi Bahasa Inggris melalui program ini.
DET memberikan empat kategori penilaian, yaitu reading, listening, writing, and listening. Durasi pelaksanaannya cenderung singkat, hanya membutuhkan waktu 1 jam dengan pembagian tugas yang berbeda-beda. Hasilnya pun dapat diterima paling tidak 48 jam setelah tes berlangsung. Hasil tes DET memang sudah diterima oleh sejumlah universitas dunia, tapi tetap harus dicek kembali tentang kebijakan baru yang mungkin sudah berganti.
Tes Bahasa Inggris, seperti TOEFL, TOEIC, IELTS, dan DET menjadi cara terbaik untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris secara resmi dan formal. Kecuali DET, ketiganya bisa diikuti lewat program dari lembaga resmi yang memiliki wewenang menyelenggarakannya. Perlu diingat bahwa sertifikat bahasa ini hanya berlaku selama 2 tahun. Jadi, Anda perlu memperbaharui secara berkala agar tidak kadaluarsa.
Baca juga: Ketahui Pentingnya TTD Bagi Perempuan di Usia Dini
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply