5 Brand Fashion Lokal yang Sering Dikira dari Luar Negeri!


Source: danjyohiyoji.com

Dunia fashion tidak akan pernah berhenti. Selalu berkembang sesuai trend yang tengah hype saat itu. Inspirasi tanpa batas melahirkan ratusan karya-karya yang tidak hanya menarik secara fungsional, tetapi layak dinikmati dalam segi estetika. Italia, Prancis, Britania Rayya, USA, mungkin jadi beberapa negara besar yang kerap jadi kiblat para fashionista. Namun, jangan salah karena Indonesia juga memiliki bintang-bintang ternama yang meniti karir hingga kancah internasional. 

Terkadang, orang lebih memilih brand dari luar negeri karena menganggap bahwa kualitas, desain, dan harganya jauh lebih eksklusif. Terbukti dengan tumbuhnya official store dari fashion brand di berbagai pusat perbelanjaan. Namun, industri lokal pun tak mau kalah dengan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi, desain unik, serta menawarkan kelasnya sendiri. Bahkan beberapa brand sering disangka buatan luar negeri sebab hasilnya termasuk ke dalam tier atas. 

Mau tahu lebih lanjut? Mari simak lebih jauh di bawah!

Buccheri

Source: buccheri.com

Namanya unik, terkesan elegan dan mewah. Pertama kali melihat atau mendengar, mungkin ada orang yang mengira bahwa brand ini berasal dari Eropa. Padahal, Buccheri merupakan merk dagang asli Indonesia yang sudah empat dekade berdiri, melahirkan ribuan produk berkualitas tinggi dan telah mendunia. 

Buccheri berdiri tahun 1980 di Pasar Baru, Jakarta. Produknya meliputi fashion yang terbuat dari bahan kulit, seperti sepatu, sandal, ikat pinggang, dompet, juga tas. Buccheri memiliki desain yang parlente dengan menargetkan pasar menengah atas. Saat ini sudah ada 120 cabang lebih toko resmi dari Buccheri di seluruh Indonesia. Fakta unik terkait Buccheri adalah makna nama dari brand tersebut, yaitu mengambi dari tiga tokoh pendirinya, Budi, Ediansyah, dan Hery. 

Source: buccheri.com

Berhasil di dalam negeri, Buccheri pun akhirnya memberanikan diri melebarkan sayap ke mode global. Pada tahun 2019, Buccheri turut berpartisipasi dalam Miami Modest Fashion Week di Amerika Serikat. Kemudian, brand ini pun sempat berkolaborasi dengan desainer kenamaan Jeny Tjahwati dalam rangka mengenalkan fashion Indonesia di mata dunia. 

Danjyo Hiyoji


Source: Google Image

Brand berikutnya bernama Danjyo Hiyoji, yang dari pertama kali mendengar namanya saja pasti banyak yang mengira merk ini berasal dari Korea Selatan. Padahal, Danjyo Hyioji adalah fashion asal Indonesia yang didirikan oleh Dana Maulana dan Liza Masitha pada tahun 2009. Brand ini memiliki ciri khas yang kekinian, playful, modern, serta melekat di kalangan anak muda. 

Produk unggulan dari Danjyo Hiyoji utamanya streetwear dan activewear. Banyak produknya yang memiliki desain unik, memadukan beragam warna-warna yang kontras, sehingga memberikan statement berani oleh pemakainya. Danjyo Hiyoji pun memiliki desain-desain fashion yang melekat pada semangat generasi muda. 

Source: danjyohiyoji.com

Selama 16 tahun berkarir, Danjyo Hiyoji pastinya telah melahirkan karya-karya yang dikenakan oleh banyak orang. Penghargaan yang diterima juga sudah tidak terhitung, seperti Instyle Indonesia Magasine Award 2012 dan Label of The Year oleh Elle Indonesia tahun 2010. Danjyo Hiyoji hingga kini pun masih aktif melengang dalam catwalk pekan busana, sebut saja Jakarta Fashion Week serta Plaza Indonesia Men Fashion Week. Sedangkan di level internasional, brand lokal ini pernah tampil pada Amazon Fashion Week di Tokyo bersama koleksi Autumn Winter di tahun 2019. 

Executive

Source: grandgalaxypark.com

Siapa yang tidak kenal dengan brand satu ini? Dari namanya sudah menunjukkan kelasnya, dilihat dari desainnya begitu elega, dan dari kualitasnya bisa diadu dengan brand luar negeri lain. Executive jadi brand kebanggan Indonesia yang lahir di Bandung, tahun 1984, dengan pasar yang menjanjikan. 

Dulunya bernama The Executive. Iklannya pasti banyak dilihat karena sering dipajang menggunakan billboard di kawasan ramai. Namun, pada tahun 2022 mengalami rebranding, hingga saat ini disebut sebagai Executive. Fokusnya memproduksi pakaian formal laki-laki yang dikenakan untuk bekerja, tapi sekarang variasinya semakin berkembang. 



Source: instagram.com/id_executive

Sudah tidak diragukan lagi, produk fashion Executive sudah melanglangbuana hingga ke banyak negara, di antaranya Singapura, Malaysia, India, serta China. Kualitasnya telah diakui. Mengusung model yang simple tapi tetap modern, memberikan kesan profesional dan dinamis bagi setiap pemakainya. Layak Executive telah memiliki penggemarnya sendiri. 

Lanccelot

Source: id.lanccelot.com

Merambah ke fashion brand berikutnya yaitu Lanccelot. Sebuah brand yang kedengaran eksklusif, mahal, dan mewah. Fokus produksi pada jam tangan yang terinspirasi dari kekayaan alam serta budaya Tanah Air. Didirikan tahun 2013, Lanccelot pun mulai menguasai pasar lokal hingga internasional. 

Lanccelot sendiri berasal dari nama ksatria "Lancelelot." Mengambil visi 'luxury created by yourself' menunjukkan bahwa sebuah kemewahan tidaklah harus mahal, bahkan bisa diciptakan sesuai preferensi pribadi. Lanccelot cepat popular dan disukai karena desainnya yang klasik, timeless, serta dibuat menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Saat ini, Lanccelot punya beberapa gerai resmi yang tersebar di kota besar di Indonesia. 

Source: id.lanccelot.com

Lanccelot selalu menghadirkan produk yang unik dan masuk ke segala generasi. Tentu bagi masyarakat Indonesia, Lannccelot sudah cukup familiar di telinga. Berkat inovasinya, Lanccelot pun melebarkan sayap ke dunia internasional dengan berkolaborasi bersama Studio Marvel, menciptakan jam tangan bertema superhero. 

Hammer

Source: facebook.com/Hammer Clothing

Berbicara soal fashion, rasanya tidak adil jika tidak merambah ke ranah kasual, dimana model sederhana, tidak muluk-muluk, banyak disukai oleh masyarakat. Hammer hadir membawa produk casualwear yang dekat dengan berbagai usia. Namanya memang diambil dari Bahasa Inggris, tapi aslinya dari Indonesia. Brand ini diprakarsai oleh Eddy Hartono pada tahun 1987. 

Hammer fokus pada produksi casual fashion, seperti kaos, kemeja, dan celana. Target pasarnya cukup luas, sebab Hammer memberikan model pakaian yang mengedepankan kenyamanan. Keunggulannya terletak pada kualitas bahan yang bisa disandingkan dengan produk luar negeri. Oleh karena itu, Hammer sudah mengalami ekspansi ke sejumlah negara. 

Source: facebook.com/Hammer Clothing

Di Indonesia, Hammer sangat mudah ditemui. Official store-nya berada di sejumlah pusat perbelanjaan, khususnya kota-kota besar. Harganya cukup terjangkau, sehingga bisa dimiliki oleh banyak kalangan. Di sisi lain, Hammer pun mulai menjajaki mode fashion global bersama brand NAIL dan Coconut Island di bawah naungan perusahaan yang sama, yaitu PT Warna Mahardika. 

Eiger 

Source: Google Image

Satu lagi brand asal Bandung yang sering disangka dari luar negeri. Namanya adalah Eiger, mungkin sudah tidak asing lagi karena produknya sudah menjamur, digunakan oleh orang-orang. Eiger sendiri didirikan oleh Ronny Lukito tahun 1989 dan semakin popular di masa kini. 

Nama Eiger memang terinspirasi dari Gunung Eiger, di Swiss. Dari sana, pemilik Eiger pun memusatkan produk fashion untuk kegiatan di alam bebas. Mereka membuat ransel, topi, kaos, hingga perlengkapan mendaki lainnya. Eiger punya slogan 'Tropical Advanture' dengan logo segitiga berwarna putih. berlatar oranye, bak gunung es di kawasan Eropa. 

Source: Pinterest

Target pasar Eiger adalah siapapun yang menyukai petualangan di alam bebas, tidak peduli gender dan usia. Dari segi harga pun sangat terjangkau bagi kaum menengah. Gerai Eiger buka di banyak tempat, secara mandiri maupun di dalam pusat perbelanjaan. Sudah tiga dekade berkarir, Eiger ternyata telah berekspansi ke sumber ide penamaan brand, Swiss, dengan membuka gerai pertama pada tahun 2023. Menyusul distribusinya yang sudah menyentuh Filipina, Jepang, hingga Lebanon. 

Itu dia beberapa brand lokal yang sering dikira dari luar negeri. Namun, memang pantas, sebab brand-brand tersebut memiliki kualitas produk yang baik dengan standar internasional, sehingga mudah diterima banyak orang. Tetap bangga untuk pakai buatan negeri sendiri, sebab hasilnya tetap bagus dan tidak mengecewakan. 

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...