5 Wilayah dalam Blue Zone, Punya Angka Harapan Hidup Ratusan Tahun!


Source: unsplash.com/Philippe Leone

Di dunia ini ada ratusan negara yang berdiri dengan berbagai keunikannya masing-masing. Setiap ciri khas dari sebuah tempat kerap kali mendapatkan julukan yang melekat. Dari sekian banyaknya sebutan, ada beberapa lokasi di dunia ini yang termasuk ke dalam kelompok ‘Blue Zone.’

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘Blue Zone’?

Istilah ‘Blue Zone’ atau zona biru merujuk pada tempat-tempat di dunia dimana penduduknya memiliki masa hidup yang lebih panjang, lebih sehat, dan lebih bahagia. Mengutip dari laman bluezones.com, diceritakan bahwa zona biru dicetuskan pertama kali oleh Dan Buettner, seorang penjelajah, jurnalis, sekaligus peneliti dari National Geographic. Buettner dan timnya melakukan perjalanan ke Okinawa pada tahun 2004 dan mendapati fakta bahwa masyarakat di sana memiliki angka harapan hidup tinggi, bahkan populasi warga dengan usia 100 tahun lebih cukup banyak. Dari sana, Buettner dan timnya mulai mencari tempat-tempat lain yang memiliki kemiripan dengan karateristik masyarakat di Okinawa.

Lantas saat ini mana sajakah yang termasuk ke dalam kawasan Blue Zone?

Okinawa, Jepang

Source: unsplash.com/Sho K

Salah satu negara yang menjadi objek penelitian dari tim Buettner adalah Pulau Okinawa, Jepang, khususnya yang terletak di utara pulau. Di sini, dapat ditemukan dengan mudah masyarakat yang hidup dengan usia lebih dari 100 tahun. Bahkan mereka masih sehat, bugar, dan tetap melakukan aktivitas meskipun usianya sudha tak muda.

Source: unsplash.com/Ainsley Myles

Rahasia umur panjang di Okinawa ternyata terdapat pada gaya hidup yang mereka lakoni sejak muda hingga senja. Dimulai dari pola makan yang sehat. Mereka lebih memilih makanan yang kaya akan nutrisi, seperti serat, protein, dan karbohidrat seimbang. Ditambah menyeduh teh setiap hari. Mereka pun memiliki prinsip hara hachi bu atau berhenti makan sebelum kenyang. Masyarakat Okinawa terbiasa mengisi perut mereka hanya sampai batas 80% saja. Mereka tidak akan mengonsumsi makanan yang tidak bermanfaat, misalnya setelah makan berat masih ditambah makan manis. Setiap hari, masyarakat Okinawa hanya mengonsumsi sebanyak 1.800-1900 kalori saja.

Di samping itu, pola makan ini diimbangi dengan dinamika aktivitas yang terjadi sehari-hari. Warga kawasan ini terbiasa untuk terus bergerak, seperti berkebun dan berjalan, meminimalisir menggunakan kendaraan. Hal ini menyebabkan lingkungan Okinawa masih bersih dan sejuk, sehingga lebih nyaman untuk terus berkegiatan.

Tidak hanya tentang fisik, warga Okinawa sendiri kebanyakan sudah menerapkan ikigai atau ketika hidup telah memiliki tujuan yang jelas. Melalui ikigai, mereka dapat mengelola stress, memiliki hubungan social yang kuat, dan dapat meningkatkan kebahagiaan. Bagi mereka, berkumpul dengan tetangga atau kelompok kecil dapat memberikan rasa senang. Bangun pagi setiap hari bukan sebuah hambatan, melainkan tindakan yang memotivasi untuk terus hidup.

Sardinia, Italia

Source: unsplash.com/Riccardo Pitzalis

Wilayah kedua yang mendapatkan predikat zona biru berada di Eropa, tepatnya Sardinia, Italia. Tim peneliti dari Blue Zone sendiri telah mengidentifikasi terdapat sekelompok kecil pada kawasan Sardinia yang memiliki cenetarian atau orang dengan usia lebih dari 100 tahun hidup di sini dengan jumlah tak sedikit. Hal ini disebabkan adanya keunikan genetic yang hanya dimiliki oleh penduduk setempat.

Faktor yang menjadi kunci panjang umur di wilayah Sardinia adalah adanya isolasi, dari segi letak geografis dan budayanya. Wilayah zona biru di Sardinia memiliki topgrafi yang terjal, dikelilingi pegunungan, dataran pantai, dan iklim mediterania dengan musim panas kering dan musim dingin yang begitu lembap. Dikutip dari laman bluegreenatlas.com, dua pertiga wilayahnya berupa pegunungan, sedangkan 14% di antaranya adalah gunung. Jadi, bisa disimpulkan bahwa wilayah Sardinia cukup tinggi, kering, dan punya keunikan sendiri dalam iklimnya yang nanti akan berpengaruh pada kondisi alamnya.

Source: unsplash.com/Kelsey Knight

Masyarakat Sardinia masih memegang teguh kebudayaan kuno yang sudah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Budaya ini kemudian dipengaruhi juga dari letak kawasannya yang berada di Mediterania. Mereka mengutamakan ikatan keluarga, tetap merawat orang tua yang usianya sudah lebih dari 100 tahun dengan baik, daripada mengirimkannya ke panti jompo. Sebaliknya, orang yang sudah tua pun dapat mencurahkan kasih sayangnya pada anak cucu agar hubungan keluarga kian erat.

Orang-orang di sana terbiasa bergerak setiap hari dengan melakukan pekerjaan, seperti berkebun dan meggembala. Hal ini disesuaikan dengan topografi wilayahnya yang bergunung-gunung. Sedangkan pola makannya juga masih tradisional. Mereka mengonsumsi roti gandum, kacang-kacangan, sayur, buah, dan keju pecorino. Mereka pun mengonsumsi daging, tetapi hanya pada hari-hari tertentu. Rahasia lain untuk hidup sehat dan umur panjang lain yaitu konsumsi anggur Cannonau secara teratur.

Nicoya, Kosta Rika

Source: unsplash.com/Frames For Your Heart

Secara wilayah, Kosta Rika memang tidak jauh dari Amerika Serikat. Walaupun dari segi kemajuan teknologi mungkin saja tidak semaju itu, tetapi Kosta Rika unggul dalam kualitas hidup. Nicoya membuktikan bahwa Kosta Rika memiliki angka harapan hidup yang tinggi, dibuktikan dengan ada banyaknya cenetarian di sini dan mereka hidup bahagia. Nicoya jadi wilayah ketiga yang masuk ke dalam kelompok zona biru.

Tentu ada factor pendukung mengapa masyarakat Nicoya mampu hidup dengan rentang usia lebih dari 100 tahun. Hal ini didukung dengan pelayanan kesehatan yang baik dan perekonomian yang stabil. Para lansia hidup dengan baik, bersama keluarga, sehingga mengurangi rasa depresi dan stress, membuat mereka berumur panjang.

Source: unsplash.com/Filiz Elaerts

Seperti di Jepang, masyarakat Nicoya punya sebuah prinsip plan de vida dimana seseorang memiliki alasan atau tujuan untuk tetap hidup. Lansia yang punya tubuh renta, tetap diberdayakan dengan cara aktif bergerak. Mereka fokus pada keluarga, mereka tetap didengar dan mendengar. Mereka tetap bersosialisasi, mengunjungi tetangga sebagai bagian dari gaya hidup yang akan menurunkan kadar stress.

Di samping itu, masyarakat Nicoya juga punya cara jitu untuk menjaga fisik mereka agar tetap prima. Pertama, mereka selalu minum air setiap hari. Bukan sembarangan, sebab air di Kosta Rika konon katanya memiliki kandungan kalsium tertinggi di dunia. Sedangkan untuk makanan, mereka punya kebiasaan untuk makan malam lebih awal dengan porsi ringan menggunakan menu tiga bersaudara yang terdiri dari labu, jagung, dan kacang-kacangan. Kemudian ketika pagi hari, mereka akan berjemur di bawah sinar matahari.

Ikaria, Yunani

Source: unsplash.com/Jean Valjean

Kembali ke Benua Eropa, wilayah bernama Ikaria di Yunani jadi lokasi keempat yang masuk ke dalam kelompok zona biru. Wilayah ini secara konsisten memiliki masyarakat yang hidup dengan usia lebih dari 90 tahun. Jumlahnyapun ada banyak dengan kulitas hidup yang baik serta bahagia.

Sejarah panjang menyelimuti Ikaria. Dulu, daerahnya memang berada di pesisir pantai. Daerah ini secara nyata, menjadi tujuan invasi Persia, Romawi, dan Turki, hingga memaksa penduduk aslinya untuk berpindah ke pedalaman. Mereka pun akhirnya hidup terisolasi dari segi budaya dan masih dipertahankan sampai saat ini.

Source: unsplash.com/Vasiliki Theodoridou

Faktor wilayahnya yang berada di pegunungan begitu mendukung untuk masyarakat hidup lebih sehat. Mereka mengonsumsi makanan ala Mediterania yang terdiri dari sayur, biji-bijian, kacang-kacangn, kentang, serta minyak zaitun. Tidak lupa dengan adanya herbal kaya antioksidan yang diawetkan. Ditambah, masyarakat Ikaria suka berpuasa, sehingga mampu deficit kalori sampai 30%.

Berbeda dari Nicoya dan Jepang yang memiliki tujuan atau alasan untuk hidup, justru masyarakat Icaria hidup dengan santai. Mereka tidak terpaku pada jam, mengambil jeda sebentar saat siang, dan tetap beraktivitas hingga larut malam. Mereka senang bersosialisasi, membangun hubungan dengan orang lain dalam permainan kartu dan minum anggur merah. Namun, mereka tetap bekerja setiap hari, aktif bergerak menuruni pegunungan untuk mendapatkan makanan. Kedekatan dari keluarga pun jadi kunci agar umur panjang lebih bermakna.

Loma Linda, California

Source: unsplash.com/Jabez Impano

Amerika Serikat jadi salah satu negara federasi yang dikenal dengan jumlah konsumsi kalori paling tinggi di dunia. Di negara ini, kasus obesitas terjadi dimana-mana. Penyakit jantung, diabetes, dan kanker jadi dominasi yang menakutkan. Belum lagi sanitasi yang buruk pada beberapa tempat, memberikan kualitas kehidupan semakin menurun. Namun, di California, tepatnya Loma Linda, terdapat satu kawasan special yang termasuk ke dalam zona biru.

Komunitas yang mendiami Loma Linda mayoritas adalah jemaat di Gereja Advent Hari Ketujuh yang ditemukan pada tahun 1840-an. Anggotanya menganggap bahwa kesehatan juga merupakan bagian dari inti iman, sehingga mereka tetap menjaga kesehatan dan hasilnya adalah umur yang panjang. Angka harapan hidup di wilayah ini bahkan lebih panjang daripada mayoritas di negara yang sama.

Source: unsplash.com/Mareko Tamaleaa

Komunitas Advent ini benar-benar menerapkan hidup sehat yang ideal. Kebanyakan dari mereka adalah vegetarian, mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi serat tanpa mengonsumsi alkohol. Mereka juga tetap beraktivitas secara teratur, tetap berjalan yang mengarah pada olahraga intensitas rendah.

Dari sisi mental, komunitas ini tetap menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan religi. Mereka tetap melakukan istirahat mingguan yang akan membuat lebih fokus pada keluarga dan kerabat. Di antara komunitas yang besar, terdapat komunitas lain yang lebih kecil dengan minat sama, sehingga terjadi interaksi dan kegiatan yang lebih intens untuk mengurangi rasa stress.

Nah, itu dia lima kawasan yang termasuk ke dalam zona biru. Bukan hanya fisik, mereka tetap mengutamakan kesehatan mental. Keseimbangan hidup mampu memberikan angka harapan hidup tinggi, sejahtera, dan bahagia.

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...