Source: unsplash.com/Tamanna Rumee
Menuju akhir tahun, banyak perjalanan yang bisanya dijalani oleh orang-orang untuk menghabiskan masa liburan. Entah itu menggunakan jalur darat, laut, maupun udara, segala keperluan perlu dipersiapkan sematang mungkin. Selain akomodasi yang memadai, obat-oabatan menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Hal ini disebabkan tidak ada yang tahu apa yang terjadi di jalan, sehingga ketika pertolongan pertama dibutuhkan, obat-obatan sudah siap sedia.
Selain obat pribadi yang memang sudah sering diminum karena kondisi tertentu, Anda perlu menyiapkan obat-obatan lain yang sekiranya bisa membantu saat terjadi sesuatu. Terlebih ketika Anda berpergian bersama banyak orang dengan keadaan yang berbeda-beda. Jadi, lebih baik berjaga-jaga daripada merusak perjalanan yang sudah direncanakan.
Mari cek obat-obatan apa saja yang bisa masuk ke dalam list perjalanan Anda!
Anti Mual

Source: unsplash.com/Kyle Glenn
Obat yang harus selalu siap sedia ketika sedang melakukan perjalanan adalah anti mual yang disebabkan mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan sering terjadi pada seseorang ketika mereka naik sebuah kendaraan dalam durasi tertentu. Penyebab dari mabuk perjalanan sendiri adalah kebingungan otak dalam menangkap sinyal sensorik, yang membuat respon jadi pusing atau mual.
Mabuk perjalanan sering dianggap sepele, bahkan hanya dianggap sebagai sebuah sugesti. Namun, nyatanya mual dan pusing saat di jalan itu tidak nyaman dan merusak perasaan senang untuk liburan. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengantongi obat anti mual di dalam tas atau kotak obat Anda ketika melakukan perjalanan. Banyak jenis obat anti mual yang dijual di pasaran, seperti Antimo dan Dramamine. Sebelum diminum, pastikan dulu dosis yang tepat agar tidak terlalu berlebihan.
Obat Demam

Source: unsplash.com/Matteo Fusco
Tidak ada yang menyangka bahwa seseorang bisa jadi demam ketika melakukan perjalanan. Demam adalah kondisi saat suhu tubuh meningkat, bisa jadi di atas 38 derajat. Jika tidak ditangani, demam bisa jadi lebih tinggi dan menimbulkan situasi yang lebih serius.
Demam sering terjadi karena infeksi bakteri atau virus. Ketika di luar rumah, kita tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi, termasuk kedatangan bakteri atau virus tadi. Kelelahan, kurang istirahat, makan yang tidak teratur pun dapat memperburuk gejala demam. Selain suhu tinggi, demam dapat disertai dengan rasa pegal, nyeri, sulit tidur, pusing, serta perasaan tidak nyaman. Oleh karena itu, penting membawa obat penurun demam, seperti paracetamol dan ibuprofen. Obat-obatan ini akan sangat membantu Anda dalam perjalanan sebagai pertolongan pertama.
Obat Alergi

Source: unsplash.com/Ben White
Pergi ke luar rumah, artinya kita harus siap dengan kondisi yang ada di lapangan. Termasuk pemicu alergi yang bisa saja membuat kambuh. Jika kita tidak bersiap dengan anti alergen, maka kejadiannya bisa jadi lebih fatal. Alergi bisa timbul dalam bentuk berbeda-beda, seperti mata gatal, bersin, hidung tersumbat, dan lain-lain.
Penting bertanya atau mencari tahu, tentang alergi yang dimiliki diri sendiri maupun orang lain yang akan menjalani liburan. Kemudian, cari tahu obat yang sesuai untuk mengobati dampak dari alergi tersebut. Untuk menghindari alergi kambuh, maka disarankan jangan dekati hal-hal yang memicu alergi, seperti zar atau bahan tertentu. Tidak perlu cemas, karena ada beberapa obat anti alergi yang bisa didapatkan di pasaran, diantaranya yaitu diphenhydramine, cetirizine, dan loratadine. Dalam konsumsinya harus mengikuti anjuran dari dokter untuk menghindari efek samping.
Obat dan Plester Luka

Source: unsplash.com/Diana Polekhina
Perjalanan dalam waktu lama tidak boleh disepelekan begitu saja. Terlebih ketika Anda berada di dalam kendaraan saja, belum tentu kejadian seperti luka terbuka tidak akan terjadi. Oleh karena itu, selalu sedia obat luka dan plester. Apalagi jika anda pergi bersama anak-anak, mereka kerap kali aktif dan rasa ingin tahunya begitu luas.
Menghadapi luka terbuka sebab terjatuh, teriris benda tajam, dan lain-lain harus ditangani sedini mungkin. Luka sekecil apapun ketika terbuka sama-sama memiliki risiko untuk mengalami infeksi. Sebelum beranjak pergi, Anda perlu menyiapkan beberapa keperluan dasar, mulai dari kasa steri, plester atau perban, obat luka, dan antiseptik. Sebagai saran, untuk memilih plester tahan air agar lebih aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas.
Obat untuk Pencernaan

Source: unsplash.com/Towfiqu bharbhuiya
Tidak ada yang bisa diprediksi ketika Anda sedang melakukan perjanan. Bisa jadi Anda mengalami maag, sakit perut, diare, atau lainnya yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi, seperti salah makan, telat makan, bahkan stres karena jalanan yang ditempuh.
Mengatasi berbagai kejadian tersebut, Anda bisa mengantisipasinya dengan mempersiapkan obatan-obatan tertentu. Misalnya untuk maag, Anda bisa membawa obat dengan kandungan antasida yang umumnya digunakan oleh orang-orang. Kemudian untuk obat diare, pilihlah bentuk yang mudah seperti cair atau tablet, sehingga tinggal minum tanpa harus diencerkan dulu atau dicampur.
Minyak Aromaterapi

Source: unsplash.com/Christine Hume
Ini adalah sepele tapi hal penting untuk diperhatikan ketika melakukan perjalanan. Membawa minyak aromaterapi dapat membantu dalam mengatasi situasi tertentu, seperti ketika ada aroma kampas, polusi, dan lain-lain. Minyak aromaterapi dapat membantu meredakan mual, mencegah masuk angin, serta mengatasi mabuk perjalanan.
Minyak aromaterapi kini sudah banyak dijual bebas di pasaran. Anda bisa memilih variasi aroma sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin yang menenangkan maka ada aroma lavender. Jika ingin meredakan nyeri atau merasakan rileks, maka aroma papermint lebih disarankan. Masih ada aroma-aroma lain yang punya manfaat dalam kesehatan.
Obat Pribadi

Source: unsplash.com/Mika Baumeister
Seseorang mungkin memiliki kondisi medis tertentu, sehingga harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dari segi jenis, kandungan, serta dosis. Obatan-obatan pribadi seperti ini biasanya akan susah dijual di pasaran, sehingga perlu dibawa secara mandiri oleh orang itu sendiri. Tentu saja karena obat pribadi, Anda harus tanggung jawab atas kepemilikan.
Anda bisa memberikan informasi pada rekan atau orang yang melakukan perjalanan bersama tentang dimana obat itu disimpan, bagaimana cara menggunakannya, dan seberapa banyak harus diminum. Informasi sederhana seperti ini dapat membantu Anda lebih cepat tertangani saat kondisi terburuk terjadi. Namun, jika pergi sendiri, tentu saja Anda harus lebih aware dengan kondisi dan memenuhi dosis obat tersebut sesuai petunjuk yang telah diberikan sebelumnya.
Nah, itu dia obat-obat yang wajib Anda bawa untuk membuat perjalanan lebih nyaman serta menyenangkan. Obat-obat tersebut kebanyakan sudah dijual bebas di pasaran, bisa dibeli di apotek atau warung-warung sederhana. Harganya pun bervariasi, tapi masih terjangkau untuk dibawa dalam jumlah pas untuk perjalanan.
Mau pergi sendiri atau rombongan, Anda tidak boleh lengah terhadap kesehatan. Saat melakukan solo traveling, maka Anda harus menyiapkan apa yang sekiranya dibutuhkan diri sendiri, mengira-ngira kebiasaan yang mungkin bisa terjadi saat tidak ada di rumah. Sedangkan saat pergi rombongan yang dikenal, Anda dapat bertanya sebagai langkah awal mengetahui apakah teman seperjalanan Anda ada yang memiliki riwayat tertentu. Jangan takut untuk mencari informasi dan saling menolong selama perjalanan berlangsung.
Comments:
Leave a Reply