7 Rekomendasi Hidangan Nikmat Berbahan Dasar Ikan dari Sulawesi


source: ResepMamiku.com


Pulau Sulawesi termasuk dalam wilayah terbesar di Indonesia. Sulawesi dengan 6 provinsi yang tersebar di penjuru arah memiliki kebudayaan yang begitu kaya. Selain terkenal akan keindahan alam, seperti Laut Bunaken, adat istiadat Rambu Solo, Mapacci, Sulawesi pun dikenal melalui kulinernya yang punya ciri khas tersendiri. Kuliner dari Pulau Sulawesi jadi salah satu yang lezat, dengan ciri khas pengoptimalan rempah-rempah dan berbahan dasar ikan. Faktor yang memengaruhinya yaitu masyarakat daerah tersebut banyak berprofesi sebagai nelayan, sehingga pasokan ikan pun melimpah setiap harinya. Dari sanalah, terciptalah hidangan-hidangan nikmat dari ikan yang tumbuh di Sulawesi. Anda bisa mencicip beragam olahan ikan dari Sulawesi, sebab beberapa masakan telah berhasil berkembang di luar tempat asalnya.

Di bawah ini bisa jadi rekomendasi untuk Anda coba. 

Yuk, simak!

Parende

source: pinterest.com/Ari Raharjo

Menu pertama yang terbuat dari ikan kali ini berasal dari Buton dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hidangan ini disebut dengan parende, sebuah masakan berkuah kuning yang memiliki sensasi menyegarkan. Bahan utamanya tentu saja ikan laut, seperti ikan kakap, ikan kerapu, tuna, cakalang, dan sebagainya, tapi pasti selalu segar. Parende diolah bersama rempah-rempah yang membuat sajiannya semakin nikmat, di antaranya kunyit, bawang merah, bawang putih, serta serai sebagai aromatik. Tidak lupa, parende menggunakan belimbing wuluh atau asam untuk memberikan rasa masam yang khas. Bahan inilah yang membuat parende begitu fresh ketika disantap, apalagi saat sedang hangat-hangatnya. Namun, di beberapa daerah acidity bisa juga diganti menggunakan jeruk nipis. Disajikan bersama kemangi, rasanya jauh lebih mantap. 

Pallumara/Palumara

source: pinterest.com/Neezee Ghaz

Kalau Anda suka menonton konten Indah Permatasari tentang memasak makanan untuk anak dan suaminya, mungkin pernah juga Anda melihat istri dari komedian Arie Kriting itu membuat hidangan palumara. Masakan dari Makassar, Sulawesi Selatan itu merupakan sup berkuah kuning berbahan dasar ikan laut, khususnya ikan bandeng. Palumara tampak begitu segar dengan warna cerah serta tambahan tomat segar di atasnya. Ikan laut yang masih segar dimaska bersama rempah-rempah lokal, di antaranya bawang merah, bawang putih, cabai, serai, daun jeruk, dan kunyit. Tidak lupa penambahan asam yang akan membuat citarasa jadi lebih masam. Hidangan ini dijamin bisa membuat Anda tambah nasi terus menerus. Palumara dapat disajikan sebagai hidangan sehari-hari atau menu istimewa. Sekilas memang mirip pallu kacci, tapi ada satu bahan yang membedakannya, yaitu acidity-nya menggunakan mangga kering, bukan asam. 

Ikan Bakar Parape

source: pinterest.com/Lilaika Yulia Sari

Masih dari Sulawesi Selatan, beralih dari yang berkuah-kuah, ada ikan bakar dengan bumbu parape yang telah dikenal hingga luar daerah. Ikan bakar ini biasanya menggunakan jenis ikan laut seperti lamuru, kakap, kerapu, su'kang, kudu-kudu, dan sebagainya. Bumbu parape sendiri memang racikan khas dari daerah tersebut dengan menonjolkan rasa bawang merah yang ditumbuk kasar, kemudian dikombinasikan dengan kecap manis. Masih ditambah asam jawa untuk menyeimbangkan rasa. Ikan bakar parape menjadi hidangan lokal yang sering dimasak dan dikonsumsi oleh masyarakat luas. Cara membuatnya pun mudah, tapi agar mendapatkan tekstur yang pas, Anda harus cerdik memilih jenis ikan yang cocok. Sebab, daging ikan punya tingkat kematangan berbeda-beda, tergantung lama waktu dan cara memasak. 

Cakalang Fufu

source: pinterest.com/Robert Skaro

Hidangan berikutny yang akan dibicarakan yaitu cakalang fufu. Dari namanya saja sudah kelihatan, bahwa hidangan ini dibuat dari ikan cakalang, salah satu jenis ikan yang paling banyak dijumpai di Sulawesi. Cakalang fufu berasal di Manado, kerap kali ditemukan di restoran seafood pinggir pantai atau rumah makan lain di kawasan tersebut. Ikan cakalang yang sudah dibersihkan, kemudian dibelah menjadi dua di bagian punggungnya. Cakalang fufu diproses dengan cara diasap sampai kering, jadi memang membutuhkan waktu yang agak panjang. Namun, karena proses inilah, cakalang fufu puny rasa yang gurih dan tahan lama.  Cakalang fufu bisa langsung dimakan atau dilah kembali bersama bumbu rica-rica yang berempah dan pedas. Ada juga yang menambahkan hidangan ini ke hidangan lain. Sebab awet, cakalang fufu bisa jadi pilihan oleh-oleh yang menarik jika berkunjung ke sini. 

Pampis

source: pinterest.com/Pomaci Kitchen

Belum bergerak dari Sulawesi Utara, Anda dapat menemukan hidangan lain dari ikan yang bernama pampis. Hidanga ini kebanyakan dibuat dari ikan cakalang, tapi beberapa ada juga yang menggunakan jenis ikan lain, seperti tongkol dan tuna. Berbeda dari cakalang fufu yang dipotong jadi dua seperti lembaran, ikan justru disuwir-suwir. Setelah itu, ikan digoreng lagi sampai kering, memberikan tekstur yang kering. Ikan cakalang kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu lain, di antaranya bawang merah, cabai, jahe, daun jeruk, garam, dan sebagainya. Rasanya tentu saja pedas berkombinasi gurih dari bawang merah yang kecokelatan, ditambah wangi jahe dan daun jeruk yang memberikan sentuhan lebih tajam. Tomat merah menjadi penyeimbangnya. Pampis cakalang ini sangat cocok dihidangkan bersama nasi hangat. 

Rica Roa/Sambal Roa

source: pinterest.com/Lenny

Kalau menu yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi karena sambal roa memang kerap kali dihidangkan di restoran-restoran beraliran Nusantara. Sambal roa atau rica roa berkembang di Manado, Sulawesi Utara. Sesuai nama, hidangan ini dibuat dari ikan roa atau ikan julung-julung. Sebelum menjadi sambal, ikan roa akan menjalani proses pengasapan terlebih dahulu sampai kering. Setelah ikan diasap, baru dihauskan dan dimasak kembali bersama rempah-rempah lain. Tentu, rica roa atau sambal roa ini punya rasa yang pedas, gurih, beraroma smoky, dan teksturnya lebih lunak. Hidangan ini dapat disajikan bersama nasi hangat atau dicampur ke dalam hidangan lain. Tidak jarang, rica roa bisa Anda temukan di atas bubur Manado atau bahkan pisang goreng. 

Bilenthango

source: geopark.gorontaloprov.go.id

Dari cakalang fufu, pampis, dan rica roa di Manado, menuju ke provinsi tetangga, Gorontalo. Di sini terdapat hidangan dari ikan yang disebut bilenthango atau ikan bala rica. Hidangan ini jadi salah satu yang tersohor di Gorontalo, lho. Berbeda dari beberapa menu sebelumnya, bilenthango tidak dibuat dari ikan air asin, tetapi air tawar yaitu mujair atau ikan mas. Nama bilenthango sendiri berasal dari teknik memasaknya, dimana ikan dibelaha jadi dua menggunakan teknik butterfly, jadi seperti lembaran dan tidak terputus. Cara memasaknya sangat unik, ikan yang sudah dibelah kemudian digoreng menggunakan alasa daun pisang. Tujuan penggunaan daun pisang adalah memberikan aromatik tambahan dan mencegah tekstur ikan tetap lembut. Bilenthango dimasak bersama bumbu rica-rica pedas dan menyegarkan. Bilenthango sering jadi makanan utama di Gorontalo. 

Itulah beberapa kuliner khas Sulawesi Utara yang terbuat dari ikan, menjadi identitas daerah yang dibawa kemana-mana. Masih banyak hidangan ikan lain yang sebenarnya dapat Anda temukan di Pulau Sulawesi. Citarasa pedas, masam, dan gurih merupakan ciri khas yang dimiliki oleh kebanyakan masakan di sini. Tidak hanya itu, penggunaan bahan dasar ikan pun merupakan kearifan lokal, mengingat melimpahnya hasil tangkapan laut di sini. Jika Anda belum berkesempatan mengekplorasi Sulawesi, mampir ke resotoran khasnya di daerah lain mungkin bisa jadi alternatif.

Baca juga: Sewajarnya, Ketahui Bahaya Diet Hingga Turunkan BB dengan Ekstrem!

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...