7 Tempat di Yogyakarta dengan Mitosnya yang Menarik Wisatawan


source: pinterest.com


Yogyakarta punya sederet tempat wisata popular yang telah mendunia. Para wisatawan tertarik untuk datang ke sana sebab tempat itu memiliki daya tarik tersendiri, seperti pemandangan indah, bangunan penuh sejarah, sampai pengalaman baru yang mungkin hanya bisa di dapatkan di sana. Di balik potensinya sebagai wisata, beberapa diantaranya punya mitos yang menyelimuti. Lokasi-lokasi ini bukan hanya menarik karena tampilannya, tetapi juga melalui cerita kearifan lokal yang melekat di sana. 

Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak di bawah!

Candi Prambanan

source: pexels.com/Kevin Yung

Wisata pertama yang pasti sudah diketahui khalayak umum, salah satu candi bercorak Hindu terbesar di Indonesia, yaitu Candi Prambanan. Candi ini berlokasi di ujung timur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayahnya saja terbagi menjadi dua, yaitu Yogyakarta serta Jawa Tengah. Tempat ini tidak hanya terkenal di warga lokal, tapi sudah sampai di luar negeri. Sering kali media luar negeri meliput candi ini sebagai tempat sakral sekaligus wisata yang menawan. 

Candi Prambanan sering disebut Candi Sewu, berasal dari legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Berakar dari cerita rakyat tersebut, masyarakat percaya adanya satu mitos yang berkembang. Mitos itu mengatakan bahwa untuk pasangan yang belum sah jadi suami-istri bisa saja putus jika datang ke candi tersebut. Alasannya, itu adalah bentuk kemarahan dan kutukan dari legenda yang berujung tragis. 

Candi Ratu Boko

source: pexels.com/afvzi

Tidak jauh dari Candi Prambanan, masih ada satu lagi bangunan candi yang begitu terkenal. Candi ini bernama Ratu Boko, punya area luas dengan puing-puing yang menambah keindahannya. Banyak wisatawan mampir ke candi ini karena dianggap punya sunset spot yang luar biasa indah. Sejumlah fotografer sering mengabadikan momen terbenamnya matahari dari sela-sela bangunan candi. 

Berbeda dari Candi Prambanan, Candi Ratu Boko sebelumnya adalah sebuah kraton atau kerajaan yang diyakini milik ayah Roro Jonggrang. Di samping keindahannya, ada mitos yang cukup terkenal mengenai tempat ini. Pertama, sama seperti Candi Prambanan, mitos di sini adalah siapapun pasangan yang belum sah ke sana, tidak lama akan putus. Kemudian, mitos lainnya yaitu adanya pemandian yang mampu membuat seseorang awet muda. 

Benteng Vredeburg

source: pexels.com/Jeehead 999

Beralih ke pusat wisata Yogyakarta, apa lagi kalau bukan Malioboro. Di sini, wisatawan bisa berkunjung ke beberapa lokasi wisata, salah satunya adalah Benteng Vredeburg. Benteng ini terlatak di depan Gedung Agung Yogyakarta, Jalan Margomulyo Nomor 6. Termasuk bangunan tua, benteng ini tetap gagah berdiri menjadi pusat edukasi museum pada masa kolonialisme di Yogyakarta. Setiap harinya, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. 

Menariknya benteng ini memiliki mitos yang sudah berkembang sejak dulu. Mitos paling terkenal memang sedikit horor. Orang percaya bahwa ketika malam hari, di tempat itu sering terlihat prajurit bekuda tanpa kepala. Di samping itu, sering juga terlihat seorang perempuan dengan tampilan zaman kolonial yang berada di sekitar benteng. Hal ini disebabkan dulunya, benteng ini benar-benar digunakan sebagai pos pertahanan di Yogyakarta. 

Tugu Jogja

source: pexels.com/Gustomy

Jadi landmark paling popular di Yogyakarta, Tugu Jogja jadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat lokal adan mancanegara. Tugu ini berada di utara Malioboro, di tengah perempatan yang menghubungan 4 jalan tersibuk di kota ini. Tugu ini memiliki sejarah yang panjang dan selalu disegani sebagai bentuk perjalanan Yogyakarta sampai sekarang. 

Tugu Jogja ini punya nama asli Tugu Paal Putih atau Tugu Golong Gilig. Dulu ukurannya lebih tinggi dan bentuknya silinder. Namun, karena pernah ambruk setelah gempa, akhirnya dibangun ulang seperti sekarang. Nah, dibalik sejarahnya itu, tugu ini punya mitos unik yang sering dicoba, lho. Mitosnya mengatakan jika seseorang bisa memeluk Tugu Jogja, di masa depan bisa kembali lagi ke Yogyakarta. Sayangnya, sekarang sekitar tugu sudah dipagari, sehingga orang tidak dapat memeluknya. 

Tamansari

source: pexels.com/Rafli

Tidak jauh dari Benteng Vedrebug, ada sebuah tempat wisata yang bernama Tamansari. Lokasinya ada di wilayah Kraton Yogyakarta, tepatnya belakang Pasar Ngasem. Daya tarik dari tempat ini adalah arsitekturnya menarik, megah, dengan sentuhan tradisional yang masih kental. Selain itu, di area dalam Tamansari terdapat sebuah kolam besar dengan air yang jernih. Spot itulah yang kerap dijadikan latar berfoto para wisatawan. Di samping bangunan bersejarahnya, ada satu lagi titik yang jadi perhatian, yaitu Sumur Gumuling. 

Sumur Gumuling dikenal sebagai masjid bawah tanah yang berada di Tamansari. Masjid ini dibangun tahun 1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I sebagai tempat ibadah. Tempat ini terkenal dengan bentuk bangunannya yang memiliki banyak lorong. Namun, keunikannya ini dibalut sebuah mitos jika lorong yang menyerupai labirin ini bermuara di Pantai Selatan dan merupakan jalan rahasia menuju ke sana. 

Alun-alun Kidul

source: kratonjogja.id

Masih berada di kawasan Kraton Yogyakarta. Kali ini sedikit ke selatan, sebelum Plengkung Gading. Ada sebuah alun-alun yang selalu meriah setiap harinya, khususnya pada malam hari. Alun-alun itu biasa disebut Alun-alun Kidul atau Alkid. Alun-alun ini masih termasuk ke dalam urutan pelataran dari kraton. Di sini, wisatawan bisa mencicipi beragam street food serta mencoba berbagai wahana yang ditawarkan. Kehidupan wisata di sini benar-benar semarak. 

Di tengah-tengah alun tersebut terdapat sepasang beringin besar yang diberi nama Sapit Urang. Pohon beringin itu menyimpan mitos yang banyak dicoba oleh wisatawan penasaran. Konon katanya, jika seseorang bisa melewati pohon beringin itu dengan menutup mata, maka keinginan mereka akan terkabul. Namun, hanya orang-orang yang punya hati tulus dan bersih bisa melewatinya. Sampai saat ini, orang-orang yang mencobanya memang selalu gagal, entah ada yang tiba-tiba berbelok, kembali ke jalan awal, dan lain-lain. 

Pantai Parangtritis

source: pexels/arief santras

Menuju ke kawasan pantai, tentu wisatawan sudah familiar dengan keberadaan Pantai Parangtritis. Pantai ini berada di sepanjang garis Pantai Selatan, di Kabupaten Bantul. Pantai ini punya pesona alam yang luar biasa. Dikelilingi bukit-bukit hijau, pasir hitam mengkilap, dan deburan laut yang besar. Parangtritis jadi salah satu wisata hits di Yogyakarta. 

Selain memang kaya akan panorama alaminya, Pantai Parangtritis punya mitos yang begitu dekat dengan masyarakat. Mitos ini sederhana, tapi benar-benar dipegang oleh warga sekitar, yaitu jangan mengenakan pakaian berwarna hijau. Warna ini dipercaya merupakan warna kesukaan Penguasa Pantai Selatan. Siapapun yang mengenakan pakaian warna hijau di sini, bisa jadi akan dipanggil oleh Sang Penguasa. Walaupun hanya dianggap mitos, tapi sejumlah wisatawan memang sering menghindari warna tersebut ketika kemari. 

Itu dia sejumlah tempat wisata menarik di Yogyakarta yang bukan hanya terkenal akan daya tariknya, tapi juga mitosnya. Adanya mitos ini tidak dianggap sebagai momok, melainkan dapat diubah menjadi nilai jual yang lebih besar. Wisatawan bisa saja percaya dengan mitos tersebut, tapi tak percaya pun bukan masalah. Asalkan setiap datang ke tempat baru, selalu jaga sikap dalam bertindak serta bertutur kata.

Baca juga: Sayang Diri dengan Self Reward, Lancarkan Produktivitas Setiap Hari

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...