Source: unsplash.com/Marvin Meyer
Menerapkan hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan hingga menjadwalkan olahraga beberap akali dalam seminggu sudah mulai dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini entah tumbuh karena kesadaran pribadi yang semakin baik atau memang sedang trend saja, sehingga banyak diikuti. Namun, tentunya sebuah kemajuan karena kini orang-orang mulai tahu artinya menjaga kesehatan.
Sayangnya, masih ada juga yang tidak bisa mengimbanginya karena beban bekerja yang berlebih. Padahal work life balance pun sangat diperlukan agar apa yang sudah diusahakan sebelumnya (seperti menjaga pola makan dan olahraga) bisa lebih maksimal. Biasanya ada alasan tertentu mengapa orang cukup sulit untuk menerapkan work life balance, seperti jobdesc yang berangkap-rangkap, perjalanan ke luar kantor, atau masalah lain yang sifatnya lebih personal.
Kemudian, apakah kita tidak bisa melakukan work life balane?
Pastinya bisa, ada tips sederhana untuk memulainya.
Coba cek di bawah, yuk!
Jangan Terlalu Perfeksionis

Source: unsplash.com/Supriya S
Sebagai seorang pekerja yang memiliki etos baik, Anda pasti ingin menunjukkan yang terbaik pada karyawan atau atasan. Hal ini membuat Anda jadi lebih teliti dalam bekerja, memilah secara lebih jeli, dan tumbuhlah sifat perfeksionis. Beberapa bahkan menganggap bahwa sedikit kesalahan bisa merusak segalanya.
Sifat perfeksionis memanglah baik, karena dengan begitu, Anda dapat memberikan performa terbaik. Namun, sifat ini juga akan mengganggu keseimbangan kehidupan di luar pekerjaan. Oleh karen itu, bersikaplah wajar, sedikit kesalahan tidak melulu merusak semua hal yang sudah dikerjakan. Anda bisa merevisinya secara terstruktur sesuai aturan, tidak perlu berlebihan.
Kurangi Penggunaan Gadget

Source: unsplash.com/Vitaly Gariev
Penggunaan internet kini semakin masif. Jaringan internet memudahkan orang mengakses banyak informasi, berkomunikasi, dan menyebarluaskan sebuah berita secara cepat. Anda bisa menggunakan berbagai devices untuk memanfaatkan internet, termasuk bekerja. Kemudahan pun semakin dirasakan ketika alat yang digunakan telah berkembang.
Perkembangan devices yang selalu bertahap dari tahun ke tahunnya memberikan dampak yang cukup signifikan bagi para pekerja. Tentu, mereka akan lebih mudah bekerja. Bahkan tidak jarang, orang membawa pekerjaan di rumah, agar bisa bekerja kapan saja dan dimana saja. Lambat laun, kegiatan itu hanya akan berubah jadi toxic productivity.
Untuk menghindari hal itu, ketika Anda sudah pulang ke rumah, letakkan devices yang biasa dipakai bekerja. Matikan sejenak dan fokuslah beristirahat. Anda berhak memiliki waktu untuk diri sendiri, memaksimalkan rehat agar hari esok lebih segar.
Coba Lakukan Meditasi

Source: unsplash.com/Jared Rice
Tahukah Anda bahwa stress bisa mempengaruhi work life balance? Ketika seseorang mulai merasakan tumpukan beban pada dirinya, mereka akan terlihat lebih murung, lesu, dan sentimental. Dipakai untuk istirahat tidak bisa, digunakan untuk bekerja pun akan runyam.
Ketika posisi Anda sudah seperti itu, cobalah untuk berhenti sejenak. Luangkan sedikit waktu untuk bermeditasi. Cari posisi yang nyaman dan suasana hening. Bermeditasi dapat membantu Anda kembali fokus dan siap melakukan pekerjaan lebih baik daripada sbeelumnya.
Buat Prioritas

Source: unsplash.com/Kelly Sikkema
Penting untuk Anda memiliki prioritas dalam bekerja. Cara ini ternyata cukup efektif agar pekerjaan tidak keteteran, Anda tetap punya waktu istirahat, tapi pekerjaan selesai semua. Jika dilakukan secara berulang maka nanti bisa jadi sebuah kebiasaan yang mambentu Anda menentukan work life balance.
Tips untuk menentukan prioritas yang pertama tentu saja listing semua pekerjaan yang telah dibebankan pada Anda. Kemudian, cari tahu tenggat waktu dari setiap tugas. Kerjakan dari yang paling sulit, urgent, atau tenggatnya paling cepat. Buar matrikulasi waktu agar Anda tetap mendapatkan waktu beristirahat dan pekerjaan tuntas semua.
Bekerja di Tempat yang Nyaman

Source: unsplash.com/Tim van der Kuip
Apakah Anda mengetahui fakta bahwa kerapihan tempat kerja mampu memengaruhi psikis dari setiap pekerja?
Hal ini disebabkan kebersihan tempat kerja akan menumbuhkan semangat dan motivasi untuk bekerja. Tempat yang bersih akan memberikan mood baik dan rasa senang ketika bekerja. Secara tidak langsung, tempat yang bersih akan membantu Anda menyelesaikan suatu pekerjaan secara efisien.
Anda bisa bertanggung jawab dalam mengorganisasi meja kerja. Rapikan alat-alat kantor Anda, pisahkan dokuman yang penting dan yang tidak. Taruh property yang penting untuk keberlangsungan kerja, seperti jam, kalender, vas, dan lain-lain.
Berhenti untuk Jadi Orang Tidak Enakan

Source: unsplash.com/charlesdeluvio
Karakter orang memang berbeda-beda. Ada yang bisa menerima lapang dada, takut menolak, dan mampu memberikan batas karena dianggap bukan ranahnya. Walaupun demikian, di dunia kerja, Anda harus punya prinsip untuk menyelesaikan pekerjaan utama dan berhenti menerima pekerjaan baru yang seharusnya dikerjakan orang lain.
Anda harus mulai berhenti jadi people pleaser. Katakan ‘tidak’ pada orang-orang yang berusaha melimpahkan pekerjaan mereka pada Anda. Selesaikan lebih dulu pekerjaan utama Anda yang sesuai job desc itu. Nanti, ketika sudah selesai dan Anda punya waktu luang dan kemauan, baru bantu orang lain yang sekiranya membutuhkan bantuan. Jangan merasa tidak enak, karena setiap posisi karyawan pasti punya tanggung jawabnya masing-masing.
Belajar Bekerja Cerdas

Source: unsplash.com/Headway
Anda tahu, bahwa tidak setiap kerja keras akan menghasilkan apa yang didamba. Terkadang berbagai halangan bisa saja datang tanpa diundang. Oleh sebab itu, belajarlah untuk bekerja secara cerdas, agar kehidupan Anda tetap seimbang.
Membuat prioritas, matriks, dan memanfaatkan pembagian tugas akan memberikan kemudahan untuk mencapai pekerjaan yang tuntas. Apalagi ketika Anda seorang pemimpin dalam kelompok kerja, Anda bisa membagi setiap pekerjaan sesuai kemampuan karyawan lain. Delegasikan secara merata dan adil agar lebih efektif. Anda bisa lebih fokus, menghemat waktu, dan tetap menerapkan work life balance.
Stop Bawa Pekerjaan Ke Rumah

Source: unsplash.com/Nathan Dumlao
Sebagian orang lebih suka membawa pekerjaan ke rumah karena alasan belum selesai dikerjakan atau sudah hampir mendekti tenggat waktu. Padahal, tindakan tersebut justru akan memunculkan bibit-bibit toxic productivity. Batas antara kantor dan rumah menjadi bias, sehingga bisa saja terbalik, Anda akan bekerja di rumah sedangkan di kantor tetap dipaksa untuk bekerja.
Berhenti untuk membawa pekerjaan ke rumah. Agar pekerjaan tidak mepet deadline, Anda bisa menyicilnya jauh-jauh hari, tidak menerima pekerjaan baru dari orang lain, dan kerjakan sesuai prioritas yang sudah dibuat. Jangan sampai waktu Anda untuk istirahat terbuang sia-sia. Apalagi di rumah, Anda punya kewajiban lain yang harus diselesaikan.
Work life balance penting untuk dilakukan demi kesehatan fisik dan mental Anda. Sudah serring berita terdengar orang jatuh sakit bahkan meregang nyawa karena terlalu sibuk bekerja. Anda tentu memiliki tujuan atau alasan mengapa melakukan suatu pekerjaan.
Jika masih terasa sulit, Anda bisa mulai dengan perlahan. Lakukan tahap demi tahap, misalnya dari membuat jadwal untuk prioritas, selesaikan dengan cara dicicil, dan melatih keberanian berkata tidak. Lambat laun, fase tersebut akan terlewati. Anda punya waktu sendiri, istirahat yang cukup, dan mental sehat. Keseimbangan kehidupan pribadi juga di tempat kerja dapat berjalan seirama.
Comments:
Leave a Reply