Source: Pinterest/Cahayamu
Ramadan menjadi momen spesial bagi banyak orang. Bagi umat muslim, Ramadan jadi bulan yang tepat untuk berburu pahala dengan melaksanakan ibadah di bulan suci ini, sedangkan secara umum Ramadan bisa jadi waktu yang pas untuk berburu kuliner takjil di sore hari. Biasanya, saat bulan puasa, banyak orang akan menjajakan beragam takjil yang menarik perhatian. Selama beberapa tahun inipun istilah "war takjil" cukup popular di tengah masyarakat.
Di Yogyakarta sendiri, sudah menjadi agenda rutin akan dibuka pasar-pasar Ramadan yang siap memanjakan mata dan lidah. Pasar ini akan buka sejak ba'da 'Asar sampai menjelang berbuka puasa. Lokasinya beragam dengan ciri khasnya masing-masing. Namun, tetap saja mereka menjual hal yang sama, yaitu takjil.
Penasaran mana saja pasar Ramadan yang popular di Yogyakarta?
Yuk, coba ulik di bawah!
Pasar Sore Ramadan, Kauman

Source: jogjateng.com
Pertama yang paling legendaris, mungkin bisa disebut juga sebagai salah satu pelopor adanya pasar sore khusus takjil ketika bulan puasa tiba. Namanya adalah Pasar Sore Ramadan, berlokasi di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta. Buat kemari sangatlah tidak sulit karena letaknya di dekat pusat kota, khususnya Jalan Malioboro, berada di pinggir jalan, sehingga mudah diakses menggunakan berbagai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Pasar ramadan ini sudah dimulai sejak tahun 1996 lalu dan tempatnya memang tidak pernah berpindah, yaitu di Kampung Kauman. Pasar ini jadi sebuah tradisi yang selalu ditunggu oleh masyarakat dari berbagai daerah. Sebab terdapat keunikan dan perasaan nostalgia yang amat kentara ketika memasuki area sempit gang tempat pasar ini diadakan.
Para pedagang di pasar sore ini berasl dari penduduk setempat. Mereka saling menjajakan dagangan di gang yang memisahkan rumah-rumah warga. Beragam menu tersaji, tapi kuliner tradisional seperti kipo, kicak, jadah manten, dan carang gesing adalah primadona yang diincar oleh para pemburu takjil.
Pasar Ramadan Jogokariyan, Jogokariyan

Source: visitingjogja.jogjaprov.go.id
Siapa yang tidak kenal dengan Pasar Ramadan Jogokariyan? Pasar yang buka menjelang berbuka ini bahkan sudah diliput berulang kali oleh media, diketahui secara luas, dan dinanti-nanti oleh banyak masyarakat dari dalam maupun luar daerah. Sebegitu besarnya dampak aktivitas di pasar ini terhadap banyak orang, khususnya pedagang yag mengambil slot di sini.
Pasar sore ini berlokasi di Jogokariyan, Kota Yogyakarta, tidak terlalu jauh dari pusat Prawirotaman. Tahun ini, menjadi tahun ke-22 pasar ini diadakan oleh masyarakat setempat. Jogokariyan bisa dibilang lebih dari sekadar pasar dengan segala aktivitasnya. Setiap hari, ada ribuan masyarakat yang memadati kawasan ini untuk sekadar ngabuburit hingga beribadah.
Di pasar ini, pengunjung dapat mendatangi ratusan stand yang menjajakan kuliner, baik kekinian atau tradisional. Belum lagi dengan kegiatan di masjid, dimana di sana akan menyediakan 3.800 porsi takjil untuk jamaah yang hadir. Ribuan porsi ini pun dibuat secara gotong royong oleh masyarakat. Namun, jika kemari Anda harus siap pada keramaian yang ada.
Pasar Ramadan Lembag UGM, Bulaksumur

Source: radarmalioboro.jawapos.com
Pasar Ramadan selanjutnya ada di Kabupaten Sleman, tepatnya di daerah Bulaksumur, kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada. Mungkin bagi Anda yang sering mampir ke agenda Sunday morning atau sunmor, pasar ini adalah format Ramadan-nya. Para pedagang akan memenuhi area trotoar di Lembah UGM, mulai dari selatan sampai utara.
Pasar sore di Lembah UGM ini akan diserbu setiap harinya oleh para pengunjung, utamanya masyarakat sekitar sana, seperti mahasiswa dan pekerja yang singgah di sana. Aneka jajanan diperjualbelikan. Ada yang manis, masam, pedas, gurih, bahkan kombinasi dari rasa-rasa tersebut. Harganya juga bersahabat karena sasaran utamanya adalah pelajar, sebab di daerah itu terdapat banyak kampus serta lembaga pendidikan lain.
Daya tarik lain yang mampu menarik perhatian orang untuk datang ke pasar ini adalah Masjid Kampus UGM. Masjid ini popular karena memiliki agenda rutin untuk mengundang para alumni yang kini telah menjadi orang-orang besar, sebut saja Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, bahkan mantan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Selain itu, terdapat menu takjil untuk ratusan jamaahnya setiap sore yang dibagikan secara gratis.
Pasar Sore Langenastran, Langenastran

Source: kabarjogja.rbtvjogja.tv
Pasar Ramadan berikutnya ada di kawasan Kampung Langenastran. Daerah ini tidak jauh dari Kraton Yogyakarta, tepatnya di selatan Alun-alun Kidul. Mungkin deret pedaganganya tidak sebanyak Pasar Sore Jogokariyan atau seramai Kauman, tapi tidak ada salahnya mencoba hadir di Pasar Sore Langenastran.
Pasar Sore Langenastran cocok untuk mencari menu-menu takjil. Menu-menu yang ditawarkan tentu beragam, ada yang khas Jawa, ada juga yang ala-ala dari luar negeri, misalnya China dan Korea. Harganya beragam, tapi pastinya masih ramah pelajar.
Beranjak ke Langenastran rasanya tidak afdol jika tidak sekalian menilik Alun-alun Kidul dan Kraton Yogyakarta. Di sana, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai jenis permainan dan stand kuliner. Diketahui bahwa Alun-alun Kidul jadi pusat hiburan baik lokal maupun manca di wilayah Yogyakarta.
Jalur Gaza, Kota Yogyakarta
Di Yogyakarta terdapat sebuah daerah yang disebut dengan Jalur Gaza. Memang namanya cukup nyentrik, karena diketahui Gaza sendiri merupakan daerah di Negara Palestina. Nama Jalan Gaza ini sebenarnya adalah singkatan dari ‘Jajan Lauk Sayur Gubug Ashar Zerba Ada.’ Jadi, Jalur Gaza justru diisi dengan banyak pedagang yang menjajakan berbagai kuliner, terutama lauk. Lokasinya ada di Jalan Sorogenen, Umbulharjo.
Jalur Gaza sendiri diinisiasi oleh takmir Masjid Muthohirin, Nitikan, pada tahun 2009 silam. Mereka ingin menghidupkan kembali usaha masyarakat setempat agar lebih berdaya ketika bulan puasa tiba. Akhirnya, mereka membuka lapak-lapak sederhana yang menjual beragam kuliner setelah Ashar. Siapa sangka bahwa ide ini disambut baik. Keramaian mulai membludak, apalagi para perantau yang tidak sempat memasak untuk berbuka.
Pengunjung dijamin bingung ketika dihadapkan dengan puluhan pedagang yang membuka stand di Jalur Gaza. Mulai dari makanan ringan, lauk pauk, dessert, semua ada. Pengunjung tinggal pilih saja, mau yang berlemak, gurih, kering, manis, pasti ada. Harganya sangat terjangkau, sesuai target market yang ditentukan.
Pasar Ramadan Kotagede, Kotagede

Source: uncov.co.id
Kotagede jadi salah stau wilayah yang cukup penting bagi Yogyakarta. Selain pernah menjadi pusat Kerajaan Mataram Islam, di sini masih ada objek-objek sejarah yang aktif. Salah satunya adalah Pasar Legi, yang dulu menjadi pusat perekenomian masyarakat. Kini, pasar itu masih digunakan untuk jual beli. Di saat Ramadan tiba, sore hari pun akan penuh akan pedagang serta pembeli.
Ketika pagi, Pasar Legi akan penuh pedagang sayur dan sembako. Lalu lalang setiap hari memenuhi ruangan lengang. Berganti sore hari, pedagang-pedagang takjil akan muncul. Anda akan menemukan keramaian yang berbeda di Pasar Sore Kotagede setiap Ramadan tiba.
Pasar sore ini berjajar dari depan pasar dan memanjang sampai Jalan Mondorakan dan Jalan Kemasan. Bisa dibilang, pasar ini menjadi sentra kuliner yang menggugah selera. Orang-orang berbondong mencari takjil untuk memenuhi kebutuhan berbuka. Pengunjung dapat menemukan lauk, camilan, dan aneka jajanan pasar. Di samping itu, Anda dapat sekalian berwisata sejarah di sekitar Kotagede.
Nah, itu dia beberapa pasar sore yang cukup meanarik untuk disambangi ketika Ramadan tiba.
Kalau Anda, mana yang memberikan daya tarik untuk disambangi?
Comments:
Leave a Reply