Source: unsplash.com/Markus Winkler
Tanggal 1 syawal atau Hari Raya Idul Fitri di tahun 1447 Hijriyah ini sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Namun, tidak sedikit orang yang masih asyik menyantap lezatnya opor, rendang, gulai, sambal goreng kentang, dan hidangan-hidangan khas Lebaran lain. Kelihatannya memang sederhana, tapi vibes yang dirasakan saat Lebaran memang beda, sehingga orang akan betah bersama makanan-makanan tersebut hingga waktu-waktu selanjutnya. Tanpa disadari ada bahaya kolesterol yang mengintai.
Kolesterol adalah senyawa alami yang diproduksi oleh hati juga ditemukan pada bahan makanan hewani. Jumlah kolesterol yang seimbang dapat bermanfaat untuk membangun sel-sel, memproduksi hormon, serta vitamin D. Sebaliknya, penumpukan kolesterol akan dianggap sebagai plak yang menumpuk pada arteri, sehingga dapat menyebabkan gangguan jantung.
Mengonsumsi makanan berlemak seperti opor, rendang, dan gulai tentu bisa jadi pemicu menumpuknya kolesterol dalam tubuh. Efek dari tingginya kolesterol terkadang bisa dirasakan secara langsung, seperti otot kencang, pegal, atau bahkan pusing. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda bisa menerapkan beberapa tips sederhana di bawah ini. Apa lagi di nuansa Lebaran yang mana makanan daging juga bersantan begitu menggiurkan.
Yuk, coba simak lebih lengkap!
Perbanyak Makanan dengan Lemak Sehat

Source: unsplash.com/thought catalog
Sejatinya makan makanan berlemak tidak ada salahnya, sebab tubuh juga butuh lemak sebagai sumber energi. Sayangnya, orang kadang-kadang bisa over dalam menyantap beragam makanan, terutama protein hewani yang jelas memliki kandungan lemak tinggi. Terlebih jika daging dimasak bersama santan yang semakin membuat kolesterol menyala.
Boleh saja makan opor, rendang, dan gulai ketika Lebaran. Namun, Anda harus ingat bahwa semua itu harus dibatasi atau makan secukupnya tidak perlu berlebihan agar lemak tubuh tetap terkondisi. Di samping itu, konsumsi makanan dengan kandungan lemak sehat, misalnya telur dan alpukat. Ikan juga disarankan sebagai protein laut yang kaya akan omega-3.
Hindari Makan Gorengan

Source: unsplash.com/haberdoedas
Gorengan jadi kuliner yang menyenangkan dan selalu menarik perhatian. Di segala momen, gorengan selalu bisa jadi primadona. Disajikan dalam kondisi hangat bersama cabai rawit yang pedas, memberikan semangat membara bagi orang-orang untuk segera menyantapnya. Eits, tapi sebelum melakukannya, Anda harus ingat bahwa gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh.
Bisa saja Anda mengonsumsi gorengan, hanya saja batasi jumlahnya. Pastikan juga bahwa gorengan dibuat dengan minyak yang masih baru, bukan minyak yang berkali-kali digunakan hingga warnanya berubah jadi hitam. Jadi, membatasi gorengan adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan, utamanya kadar kolesterol.
Batasi Makanan Manis

Source: unsplash.com/Bayu Syaits
Lebaran memang identik dengan makanan manis. Hampir di setiap rumah, Anda bisa melihat kue-kue kering disajikan, dari mulai nastar, putri salju, lidah kucing, astor, wafer, jelly, dan lain-lain. Selain menjadi sebuah budaya yang berkembang di masyarakat, makanan-makanan ini jadi suguhan khas untuk para tamu yang datang bersilaturahmi.
Perlu diingat bahwa makanan manis nyatanya mampu memicu tumbuhnya kolesterol jahat. Makanan seperti kue-kue Lebaran itu dibuat dari banyak telur dan gula yang dapat menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat. Lebih aman, Anda bisa membatasi konsumsi makanan-makanan manis dan memilih hidangan yang dibuat dari bahan alami yang rendah gula. Kemudian sebagai langkah pencegahan, Anda dapat memeriksa kadar gula darah menggunakan glukometer secara berkala. Kini, glukometer sudah tersedia di berbagai toko alat kesehatan, baik offline maupun online.
Kurangi Makanan Cepat Saji

Source: unsplash.com/Haseeb Jamil
Jadi primadona tidak membuat opor bertahan terus menerus di masa Lebaran. Sebagian orang kerap kali merasa bosan lebih dulu dan memilih lari ke menu makanan lain. Sebab ingin mencari cepat dan enak, pilihan paling masuk akal adalah membali fast food atau makanan cepat saji.
Sebenarnya, tidak salah mengonsumsi makanan cepat saji, seperti burger atau pizza. Asalkan Anda bisa membatasi konsumsinya. Makanan cepat saji diproses secara cepat, mengandung bahan-bahan yang bisa jadi berbahaya sebab jumlahnya berlebihan, seperti natrium dan gula. Terlebih prosesnya jika digoreng apakah minyak yang digunakan steril atau tidak. Daripada menduga-duga, Anda bisa memberikan batas porsi tertentu agar tidak kebablasan.
Hentikan Merokok

Source: unsplash.com/Andres Siimon
Bulan puasa kemarin, banyak orang muslim akhirnya mengurangi jumlah asupan rokok ketika siang hari karena merokok nyatanya dapat membatalkan puasa. Namun, setelah Ramadan usai, kebiasaan ini bisa kembali lagi. Ditambah dengan konsumsi makanan berat dan manis yang jadi budaya masyarakat Indonesia saat Lebaran. Dijamin, kolesterol jahat dalam tubuh akan menari-nari setiap har.
Anda harus tahu bahwa merokok dapat meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh. Jadi, dengan mengurangiatau bahkan berhenti merokok, Anda dapat membuat tubuh jadi lebih sehat karena naiknya jumlah kolesterol baik. Di samping itu, merokok dapat memberikan dampak buruk lain untuk kesehatan, meliputi gangguan pernapasan, penuaan dini, sampai kanker.
Imbangi dengan Olahraga Rutin

Source: unsplash.com/Tara Glaser
Tidak bertujuan ingin mengganggu silaturahmi, tapi jangan lupakam olahraga secara teratur gar kolesterol dalam tubuh bisa tetap tejaga. Olahraga pun akan membantu proses metabolisme tubuh yang baik. Jadi, meskipun sedang sibuk ber-Lebaran, olahraga harus dilakukan agar hidup seimbang.
Olahraga yang dilakukan tidak perlu berat. Anda bisa menyisakan waktu kurang lebih 30 menit sehari. Anda bisa gunakan waktu itu untuk melakukan peregangan ringan di halaman rumah, latihan fisik, atau sekadar berjalan-jalan santai. Jika ingin lebih menantang, Anda bisa lakukan jogging dengan jarak tertentu, aerobik, bersepeda, dan berenang. Alternatif lainnya yaitu aktivitas fisik yang memerlukan banyak gerakan, misalnya berkebun.
Kelola Stress

Source: unsplash.com/Ema Lalita
Beberapa orang saat Lebaran justru akan merasa stress sendiri. Lebaran adalah hari yang sakral, sehingga setiap individu akan berusaha untuk tampil sebaik-baiknya, baik fisik maupun rohaninya. Namun, jika terlalu diforsir justru hal tersebut dapat berdampak buruk untuk kesehatan, terutama memengaruhi stress. Dimana stress tersebut pun berpengaruh pada kadar kolesterol pada tubuh.
Stress yang panjang ternyata mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat. Saat stress, tubuh akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Oleh karena itu, penting untuk mengelola kadar stress dalam diri agar fisik tetap optimal. Mengatur stress ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantara yoga, meditasi, self healing, dan lain-lain. Jadi, meskipun Lebaran hari yang spesial, Anda tidak perlu menekan diri secara keterlaluan.
Nah, itu dia beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menekan kolesterol jahat di hari-hari Lebaran ini. Setiap orang memang memiliki kadar kolesterolnya, tapi hal tersebut bisa meningkat secara perlahan karena pola hidup yang tidak sehat, terutama pada hal makanan. Di samping itu, gaya hidup juga berpengaruh dalam perubahan kolesterol tersebut.
Tips di atas dapat diterapkan secara bertahap di kehidupan sehari-hari. Memang, hasilnya tidak akan langsung terlihat karena Anda harus konsisten. Hidup sehat memang tampak sulit, tapi jika sudah melakukannya secara berkala, maka proses ini menjelma jadi gaya hidup yang lebih baik.
Comments:
Leave a Reply