Mengenal Ragam Kemasan Makanan yang Aman untuk Kesehatan


source: Freepik

Setiap membeli makanan, biasanya akan ada kemasan luar yang melapisinya. Anda bisa mendapatkan kemasna plastic, sterofoam, kertas minyak, kardus, dan sebagainya. Memilih kemasan makanan tidak hanya berpikir tentang konsep melindungi makanan dari luar, tetapi juga bagaimana melindungi kandungannya tetap aman ketika terbungkus. Dari sekian banyaknya bungkus makanan yang digunakan, tidak semua memiliki kriteria food grade atau tidak melepaskan zat lain dan bisa mengontaminasi makanan.

Nah, sebab itu, penting untuk kita mengetahui kemasan apa saja yang aman digunakan untuk makanan.

Yuk, cek di bawah untuk tahu lebih lanjut!

Plastik dengan Label “Food Grade

Plastik jadi kemasan paling lazim digunakan untuk mengemas makanan karena terjangkau dari segi bentuk, harga, dan mudah menyesuaikan bentuk produk. Namun, perlu Anda tahu bahwa tidak semua plastik aman diaplikasikan sebagai kemasan makanan. Ada kode-kode atau label tertentu yang bisa jadi patokan apakah plastic ini aman atau tidak. Lumrahnya keterangan tersebut bisa dilihat pada kemasan plastic.

Pertama ada jenis Polythylene Terephthalate atau PET yang punya kode 1 pada setiap kemasan produk. PET memiliki bentuk yang jernih, mampu menampung produk cair, dan kuat. Kemasan ini cukup ringan, sehingga cocok digunakan untuk produk seperti minuman, selai, botol, dan lain-lain. Hanya saja, PET tidak disarankan untuk menyimpan produk yang bersuhu lebih dari 60 derajat serta hanya bisa dipakai sekali saja.

Kedua, ada jenis High Density Polythylene (HDPE) yang memiliki kode 2. Dibandingkan PET, HDPE memang cenderung lebih kelas, walaupun memang masih cukup fleksibel dijadikan wadah produk. HDPE punya keistimewaan seperti lebih kuat, tahan terhadap bahan kimia, dan kelembapan. Bagian luar HDPE kerapnya lebih buram, sehingga cocok dijadikan kemasan untuk susu dan jus. HDPE hanya bisa digunakan sekali saja.

Ketiga, disebut dengan Low Density Polythylene yang disingkat menjadi LDPE. Plastik jenis ini punya kode 4. Dibandingkan PET atau HDPE, plastic berkode 4 ini memang lebih kuat dan tangguh untuk membungkus makanan. Warnanya memang lebih buram, tapi mudah ditembus cahaya. Jenis plastic ini sangat cocok dijadikan kemasan yoghurt dan kantong belanja. Kelihatan superior, bukan berarti Anda bisa mengisinya dengan makanan bersuhu panas, ya. Sebaiknya dihindari saja.

Kelima adalah Polipropilen atau PP yang punya kode 5. Plastik jenis ini paling aman dijadikan sebagai bungkus makanan. Dari luar, fleksibilitas plastic PP memang rendah, tapi plastic ini punya keunggulan yang cukup berani dibandingkan jenis plastic lain. PP tahan terhadap panas dan minyak, bahkan ketika Anda ingin menggunakan microwave pun masih tetap terjaga.

Kertas atau Karton berlabel “Food Grade”

Kemasan aman untuk makanan berikutnya adalah kertas atau karton yang sudah memiliki label food grade. Kertas jadi bahan yang sangat efektif dijadikan kemasan luar makanan. Beberapa factor jadi pendukungnya, seperti murah, mudah, dan dianggap menyerap minyak. Padahal, tidak semua kertas bisa digunakan. Hanya yang dianggap sebagai food grade yang aman digunakan untuk membungkus makanan.

Kertas food grade dibuat dari material yang berbeda, yaitu kraft paper atau ivory paper. Kerap kali Anda menemui kemasan ini untuk bungkusan produk bakery. Teksturnya cukup kuat, tapi masih mampu dibentuk menjadi box sehingga efektif dibawa kemana-mana serta anti tumpah.

source: Freepik

Paperboard atau karton jadi kemasan kedua yang bisa dimanfaatkan. Kertas yang satu ini memang lebih kuat dibandingkan kertas food grade lain. Tekstur yang keras ini memberikan keuntungan lebih pada makanan karena semakin terjaga kualitasnya. Biasanya, karton dimanfaatkan untuk box kue, snack, dan makanan siap saji lain.

Kaca

Baca juga: Resep Nasi Tim Ayam Jamur, Gurih dan Lumer di Mulut!

Kemasan aman yang bisa jadi pilihan untuk mengemas makanan adalah kaca. Kemasan yang satu ini punya permukaan halus, bening, dan pastinya kuat. Kaca bisa dibentuk sedemikian rupa dengan proses yang panjang, menjadikannya lebih cantik dan kelihatan premium. Anda bisa menemui kaca sebagai kemasan dalam berbagai produk, seperti botol minuman, toples, tempat kosmetik, dan sebagainya.

Kaca memiliki keunggulan yang cukup menguntungkan. Pertama, kaca dapat didaur ulang tanpa menghilangkan kualitas, sehingga bisa disebut ramah lingkungan. Kedua, kemasan kaca tidak akan bereaksi pada bahan kimia, kedap air, dan aman digunakan untuk beragam produk, tidak hanya makanan.

Di samping kelebihannya yang menggiurkan, kaca tetaplah bahan yang punya kekurangan. Kelemahan dari kaca yang paling jelas adalah berat dan mudah pecah. Selain itu, kaca memerlukan biaya produksi yang cukup mahal, apalagi ketika desainnya rumit.

Logam

Kemasan berikutnya yang umum dan aman digunakan adalah logam. Anda tentu sudah tidak asing dengan produk makanan yang terbuat dari logam, seperti kaleng sarden, kental manis, da sebagainya. Hampir sama dengan kaca, kemasan logam jadi salah satu yang punya kualitas unggul dan premium di kalangannya.

Kemasan logam memang bersifat kaku dan semi-fleksibel. Bahan ini dibuat dari baja atau aluminium. Orang memilih kemasan logam karena bahan ini tahan akan cahaya, oksigen, dan zat-zat kimia lain yang dapat mencemari makanan. Di samping itu, kelebihan dari kemasan logam adalah dapat didaur ulang, tahan korosi, dan kuat.

Sebenarnya, logam bisa saja mengalami korosi, tetapi biasanya akan dilapisi dengan enamel atau organic. Proses coating ini pastinya memakan biaya lebih besar. Jadi, kelemahan dari kemasan logam ini adalah biaya produksinya yang mahal.

Biodegradable

Di era yang serba cepat, semua berubah dengan sekejap mata, termasuk penumpukan limbah akibat triliunan kemasan yang dibuang secara percuma oleh manusia. Namun, permasalahan yang muncul ini ditanggapi dengan ilmu pengetahuan yang akhirnya memunculkan jenis kemasan baru bernama biodegradable. Kemasan ini dibuat dari bahan-bahan yan akan terurai, yang artinya ramah lingkungan.

Kemasan biodegradable terdiri dari bahan baku alami yang dapat diurai oleh bakteri, jamur, serta alga. Proses penguraian kemasan ini memang membutuhkan waktu, tapi jauh lebih baik daripada selamanya bertahan di tempat yang sama dan tidak terjadi apa-apa. Beberapa macam biodegradable dapat terurai secara alami di lingkungan, tapi ada juga yang memerlukan tempat pengomposan khusus.

Biodegradabel telah memiliki berbagai macam bentuk, seperti kardus dan plastic yang lebih umum digunakan. Kemasan jenis ini memang mudah robek karena tipis juga rapuh, tapi tetap aman digunakan sebagai kemasan makanan. Di sisi lain, kemasan biodegradable dapat membantu pengurangan limbah dan menjaga bumi dari kerusakan berlebih.

source: Freepik

Itu dia beberapa jenis kemasan makanan yang bisa Anda temui di pasaran. Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan yang dikemas dengan bahan tertentu, karena tidak semuanya aman. Untuk mengetahuinya, Anda bisa cek di badan kemasan atau bertanya langsung pada penjual. Jika Anda ragu, ada baiknya membawa kemasan sendiri dari rumah.

Memantau tindakan sehari-hari masyarakat kini, terkadang orang tidak peduli dengan apa makanan mereka dibungkus. Entah terjamin atau tidak keamanannya, mereka fokus untuk menikmati setiap hidangan yang didapat. Tanpa berpikir bahwa bisa saja, makanan tersebut telah terkontaminaasi zat kimia lain yang dipaparkan dari luar maupun kemasan itu sendiri.

Baca juga: Berburu City View Saat Malam Hari Di Kota Bandung, Berikut Rekomendasi Tempatnya!

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...