STARGLAM

Ingin Meredakan Panas Dalam? Ini Manfaat Liang Tea bagi Kesehatan


source: pinterest.com


Liang tea atau liang teh merupakan salah satu minuman herbal tradisional yang cukup populer di Asia, termasuk Indonesia. Minuman ini dikenal dengan sebutan cooling tea atau teh penyejuk dan secara tradisional dikonsumsi ketika tubuh terasa kurang nyaman, terutama saat cuaca panas atau ketika muncul keluhan yang oleh masyarakat sering disebut sebagai “panas dalam”. Berbeda dengan teh hitam atau teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, liang tea umumnya dibuat dari campuran berbagai tanaman herbal. 


Komposisi liang tea tidak selalu sama. Resepnya dapat berbeda berdasarkan daerah, tradisi, maupun produsen. Beberapa jenis liang teh di Indonesia menggunakan bahan seperti kayu secang, pandan, jahe, daun herbal, cincau hitam, atau tanaman lainnya. Penelitian mengenai liang teh Pontianak, misalnya, menemukan penggunaan sejumlah bahan tanaman seperti daun muje, oregano, daun nanas kerang, pandan, lidah buaya, dan kayu secang. 


Karena bahan penyusunnya beragam, manfaat yang dapat diperoleh juga sangat bergantung pada jenis liang tea yang dikonsumsi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami bahwa liang tea sebaiknya dipandang sebagai minuman herbal pendamping pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti obat atau terapi medis.


Secara sederhana, liang tea merupakan minuman yang dibuat dengan menyeduh atau merebus campuran tanaman herbal menggunakan air. Tradisi mengonsumsi liang cha telah lama berkembang di wilayah Tiongkok bagian selatan dan kemudian dikenal luas di berbagai kawasan Asia. Dalam pengobatan tradisional, istilah “menyejukkan” lebih berkaitan dengan konsep keseimbangan tubuh daripada sekadar suhu minuman. 


Hal yang membuat liang tea berbeda dari teh biasa adalah bahan utamanya. Teh hijau, hitam, putih, dan oolong berasal dari tanaman Camellia sinensis, sedangkan teh herbal seperti liang tea dapat menggunakan daun, bunga, akar, kulit kayu, buah, atau bagian tanaman lainnya.


Di Indonesia sendiri, istilah liang teh dapat merujuk pada berbagai formulasi. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak menganggap semua produk liang tea memiliki kandungan dan khasiat yang sama.


Baca juga: Resep Cepat, Masak Nasi Uduk di Rumah dengan Magic Com, Yuk!

1. Membantu Menyegarkan Tubuh

Salah satu alasan liang tea banyak diminati adalah sensasi menyegarkan yang muncul setelah meminumnya. Minuman herbal yang dikonsumsi dalam keadaan dingin sering menjadi pilihan ketika cuaca sedang panas atau tubuh membutuhkan asupan cairan.


Dari sudut pandang kesehatan, manfaat paling sederhana dari minuman seperti liang tea adalah membantu memenuhi kebutuhan cairan. Air merupakan komponen penting bagi berbagai fungsi tubuh, sehingga kebiasaan minum yang cukup tetap menjadi bagian utama dari pola hidup sehat.


Namun, efek “menyejukkan” yang secara tradisional dikaitkan dengan liang tea sebaiknya tidak disamakan dengan kemampuan menurunkan suhu tubuh akibat demam. Jika seseorang mengalami demam atau gejala penyakit, penyebabnya tetap perlu diperhatikan dan tidak sebaiknya hanya mengandalkan minuman herbal.

2. Mengandung Senyawa Antioksidan

Sejumlah formulasi liang tea mengandung tanaman yang memiliki senyawa bioaktif, termasuk kelompok fenolik dan flavonoid. Penelitian terhadap liang teh Pontianak menemukan adanya komponen seperti fenol, flavonoid, alkaloid, dan tanin pada ekstrak berbagai formulasi yang diteliti. Penelitian lain juga menunjukkan aktivitas antioksidan pada liang teh Pontianak dengan formulasi tertentu.


Antioksidan merupakan senyawa yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat proses oksidatif. Meski demikian, hasil penelitian terhadap ekstrak atau formulasi tertentu tidak otomatis berarti setiap produk liang tea yang dijual memiliki tingkat aktivitas antioksidan yang sama.


Kandungan tersebut dipengaruhi oleh jenis tanaman, jumlah bahan, cara pengolahan, lama penyimpanan, hingga proses pembuatan. Karena itu, klaim mengenai kandungan antioksidan sebaiknya selalu dikaitkan dengan formulasi produk yang dimaksud.

3. Secara tradisional dikonsumsi untuk keluhan “panas dalam”

Manfaat yang paling sering dikaitkan dengan liang tea adalah membantu meredakan keluhan yang disebut “panas dalam”. Dalam penggunaan tradisional, kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan keluhan seperti tenggorokan terasa tidak nyaman, sariawan, atau tubuh terasa panas.


Perlu dipahami bahwa “panas dalam” bukan diagnosis medis spesifik. Berbagai keluhan yang disebut panas dalam dapat memiliki penyebab yang berbeda, misalnya kurang minum, iritasi tenggorokan, infeksi, atau faktor lainnya.


Oleh karena itu, liang tea dapat dikonsumsi sebagai minuman pendamping untuk memberikan rasa nyaman, tetapi tidak tepat jika dianggap sebagai obat untuk semua penyebab keluhan tersebut.


Apabila sakit tenggorokan berlangsung lama, disertai demam tinggi, kesulitan menelan, sesak napas, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis tetap diperlukan.

4. Membantu Asupan Cairan

Liang tea juga dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Bagi orang yang kurang menyukai air putih, variasi rasa dan aroma dari minuman herbal mungkin membuat aktivitas minum menjadi lebih menyenangkan.


Namun, manfaat tersebut dapat berkurang jika liang tea dikonsumsi dengan tambahan gula dalam jumlah besar. Beberapa produk siap minum memiliki rasa manis yang cukup kuat, sehingga penting untuk memeriksa informasi nilai gizi dan kandungan gula pada kemasan.


Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan minuman yang lebih sehat, pilih produk dengan kandungan gula lebih rendah atau konsumsi versi tanpa gula tambahan jika tersedia.

5. Berpotensi Mendukung Pola Makan Sehat

Liang tea dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang lebih sehat apabila digunakan untuk menggantikan minuman tinggi gula. Pilihan minuman memiliki pengaruh terhadap jumlah kalori dan gula yang masuk ke tubuh sepanjang hari.


Misalnya, mengganti minuman manis secara rutin dengan teh tanpa gula atau rendah gula dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan. Akan tetapi, liang tea sendiri bukan minuman ajaib untuk menurunkan berat badan.


Penurunan berat badan yang sehat tetap bergantung pada keseimbangan asupan energi, kualitas makanan, aktivitas fisik, tidur, dan berbagai faktor lainnya. Klaim bahwa suatu teh dapat “membakar lemak” atau “melunturkan lemak” sebaiknya tidak diterima tanpa bukti ilmiah yang kuat.

6. Memberikan Variasi dari Minuman Sehari-hari

Selain aspek kesehatan, liang tea menawarkan variasi bagi masyarakat yang ingin menikmati minuman herbal. Bahan-bahan yang digunakan dapat memberikan aroma, warna, dan rasa yang khas.


Kayu secang, misalnya, dapat memberikan warna kemerahan pada minuman. Jahe dapat memberikan rasa hangat dan aroma yang kuat, sedangkan pandan dapat memberikan aroma khas. Beberapa formulasi juga memanfaatkan cincau hitam atau tanaman herbal lainnya. 


Keragaman tersebut membuat liang teh memiliki karakter yang berbeda-beda. Karena itu, seseorang mungkin menemukan rasa liang teh yang berbeda ketika berpindah dari satu daerah atau merek ke produk lainnya.


Baca juga: Kenali Smiling Depression, Tawa Belum Tentu karena Bahagia

Cara Meminum Liang Tea yang Tepat

Cara mengonsumsi liang tea sebenarnya cukup sederhana. Untuk produk siap minum, konsumen dapat langsung meminumnya sesuai petunjuk pada kemasan. Sementara itu, liang tea dalam bentuk bahan kering biasanya perlu diseduh atau direbus terlebih dahulu.


Jika menggunakan produk kemasan, perhatikan beberapa hal berikut:


Pertama, baca komposisinya. Karena formulasi liang tea sangat beragam, penting untuk mengetahui tanaman apa saja yang digunakan.

Kedua, periksa kandungan gula. Jika dikonsumsi secara rutin, pilih produk dengan kandungan gula yang sesuai kebutuhan.

Ketiga, ikuti takaran pada kemasan. Jangan menganggap semakin banyak teh yang diminum berarti semakin besar manfaatnya.

Keempat, perhatikan kondisi penyimpanan. Produk siap minum perlu disimpan sesuai petunjuk agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.


Untuk liang teh yang dibuat dari bahan herbal kering, gunakan bahan yang memang ditujukan untuk konsumsi dan berasal dari sumber yang terpercaya. Hindari meracik tanaman secara sembarangan hanya berdasarkan informasi dari internet karena tidak semua tanaman aman dikonsumsi dalam jumlah tertentu.


Lebih baik diminum dingin atau hangat?

Tidak ada keharusan bahwa liang tea harus selalu diminum dingin. Minuman ini dapat dikonsumsi sesuai preferensi dan petunjuk produk.


Dalam konteks tradisional, istilah “liang” atau “cooling” tidak semata-mata menunjukkan bahwa minuman harus disajikan dingin. Maknanya berkaitan dengan konsep tradisional mengenai efek penyejukan dalam tubuh.


Untuk keperluan sehari-hari, yang lebih penting adalah memastikan minuman dibuat dan disimpan dengan cara yang aman. Jika produk siap minum perlu didinginkan setelah dibuka, ikuti petunjuk penyimpanan yang diberikan produsen.


Berapa Kali Sebaiknya Minum Liang Tea?

Tidak ada satu aturan universal mengenai frekuensi konsumsi semua jenis liang tea karena komposisinya berbeda-beda. Produk komersial harus dikonsumsi sesuai petunjuk pada label, sedangkan ramuan herbal buatan sendiri perlu memperhatikan jenis dan jumlah tanaman yang digunakan.


Mengonsumsi lebih banyak bukan berarti memperoleh manfaat lebih besar. Kajian mengenai teh herbal menunjukkan bahwa bukti mengenai manfaat dan keamanan sangat bergantung pada tanaman serta formulasi yang digunakan. Beberapa campuran herbal juga dapat menimbulkan risiko jika digunakan secara berlebihan atau dengan bahan yang tidak tepat. 


Karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar merupakan pendekatan yang lebih aman daripada menjadikan liang tea sebagai minuman utama sepanjang hari.


Siapa yang perlu berhati-hati?

Walaupun berasal dari bahan tumbuhan, liang tea tidak otomatis aman untuk semua orang. Herbal dapat memiliki senyawa aktif yang berpotensi berinteraksi dengan obat atau memengaruhi kondisi tertentu.


Orang yang sedang mengonsumsi obat secara rutin, memiliki penyakit kronis, sedang hamil atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi ramuan herbal tertentu secara rutin.


Hal yang sama berlaku untuk orang yang memiliki alergi terhadap tanaman tertentu. Jangan mengonsumsi produk apabila diketahui mengandung bahan yang dapat memicu reaksi alergi.


Selain itu, pilih produk yang memiliki informasi komposisi dan produsen yang jelas. Kualitas bahan herbal juga penting karena penelitian mengenai teh herbal menunjukkan bahwa keamanan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan, terutama ketika bahan dan campuran tidak diketahui dengan jelas. 


Jangan Menjadikan Liang Tea sebagai Pengganti Pengobatan

Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap liang tea mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sampai saat ini, bukti ilmiah mengenai manfaat teh herbal secara umum masih beragam dan sangat bergantung pada tanaman yang digunakan. Sebuah tinjauan ilmiah terhadap teh herbal juga menekankan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanannya.


Artinya, liang tea lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari gaya hidup dan pilihan minuman herbal. Jika seseorang mengalami keluhan kesehatan yang menetap atau berat, langkah yang tepat adalah mencari penyebab dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi.


Minuman herbal dapat menjadi pelengkap, tetapi tidak seharusnya menggantikan diagnosis, obat, maupun terapi yang direkomendasikan tenaga kesehatan.


Liang tea merupakan minuman herbal tradisional dengan sejarah panjang dan beragam formulasi. Minuman ini secara tradisional dikenal sebagai cooling tea dan sering dikonsumsi untuk memberikan sensasi menyegarkan serta membantu meredakan keluhan yang oleh masyarakat disebut “panas dalam”. Beberapa penelitian terhadap formulasi liang tea tertentu juga menemukan kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan.


Meski demikian, manfaat kesehatan liang tea tidak dapat digeneralisasi untuk semua produk. Komposisi yang berbeda akan menghasilkan kandungan dan potensi manfaat yang berbeda pula. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan bahan, kandungan gula, takaran konsumsi, serta petunjuk penyimpanan.


Cara terbaik menikmati liang tea adalah mengonsumsinya dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola hidup sehat. Pilih produk yang jelas komposisinya, hindari konsumsi berlebihan, dan jangan gunakan minuman herbal sebagai pengganti pengobatan ketika mengalami masalah kesehatan.


Pada akhirnya, manfaat terbesar liang tea dapat diperoleh ketika minuman tersebut ditempatkan secara proporsional: sebagai pilihan minuman herbal yang menyegarkan dan dapat melengkapi gaya hidup sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk semua persoalan kesehatan.


Baca juga: Rawat Rambut Sehat Berkilau dengan Biji Bunga Matahari

Author: Rere

Comments:

Leave a Reply

you may also like