Langkah Jitu untuk Pertahankan Motivasi Belajar Saat Libur Sekolah


source: Magnific.com


Menuju ke peruh pertama tahun ini, siswa-siswa sekolah tengah siap menghadapi libur semester yang berlangsung kurang lebih 2-3 minggu, tergantung dari kebijakan masing-masing daerah. Libur menjadi waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pengalaman baru, seperti bermain, menonton film, pergi ke rumah sanak saudara, atau lainnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tentu jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah. Kedengarannya sungguh menyenangkan, meskipun harus ada dampak yang diterima setelah liburan. 

Motivasi siswa dapat menurun selama berjalannya liburan semester ganjil ini. Kondisi tersebut sudah sering terjadi, dimana waktu yang dipergunakan refreshing, jadi bablas melekat, sampai membuang minat pada sekolah. Saat kembali berkegiatan belajar mengajar nanti, bisa diprediksi bagaimana sikap siswa ketika di kelas. Oleh karena itu, perlu dilakukan aktivitas mempertahankan minat belajar di samping kegiatan berlibur. 

Bagaimana caranya? Yuk, simak langkahnya di bawah!

Buat Rencana Belajar Saat Liburan

Waktu libur memang patut dihabiskan untuk healing, me time, atau berkumpul bersama keluarga. Jarang-jarang ada masa senggang lagak lama dimana orang dapat bergerak bebas. Namun, ada baiknya tetap terapkan batasan, khususnya kegiatan belajar di masa liburan itu. Kedengarannya memang agak menyebalkan, tapi cara ini dapat diterapkan agar anak-anak mampu mempertahankan minat belajarnya saat kembali belajar di sekolah nanti. 

Langkahnya sederhana, yaitu dengan membagi waktu antara belajar dan liburan. Katakanlah selama 14 hari libur, jangan gunakan seluruhnya untuk bersenang-senang saja. Berikan jeda antara 30-60 menit secara berkala agar anak bisa belajar. Berikan target pembelajaran yang masuk akal, masih dikuasi oleh anak, dan tidak memberatkan. Jadi, kegiatan semasa libur dapat seimbang. Target ini bisa ditulis secara manual dalam kertas, di dalam notes ponsel, atau perjanjian lisan dengan anak. Motivasi belajar tetap terjaga, tapi otak juga mengalami refreshing. Peran orang dewasa sangat penting dalam menerapkan agenda ini.

source: pexels.com/www.kaboompics.com

Evaluasi Diri dari Pembelajaran Sebelumnya

Sekolah memberikan waktu liburan tujuannya adalah menyegarkan pikiran siswa setelah kurang lebih satu semester menjalankan pembelajaran rutin selama seminggu. Namun, tidak ada salahnya di masa luang ini, siswa turut mengevaluasi hasil belajar demi perbaikan positif di semester selanjutnya. Evaluasi ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, sesuai dengan apa yang kemarin dirasakan oleh para peserta didik. 

Sekolah pasti telah memberikan laporan hasil belajar selama satu semeste, mulai dari nilai akademik dan non akademik. Dari nilai itu, siswa didampingi orang tua dapat menilai sendiri, bagaimana progres proses belajar di sekolah. Di sisi lain, orang tua atau wali dapat bertanya langsung pada anak tentang bagaimana perasaan mereka saat belajar. Poin-poin yang dijelaskan dan ditangkap kemudian disimpulkan, dikaitkan dengan nilai yang diperoleh. Evaluasi ini bisa dipegang oleh anak dan orang tua untuk melakukan perbaikan di waktu selanjutnya, terutama saat liburan agar lebih siap belajar lagi. 

Menerapkan Porsi Kecil dalam Belajar

Liburan tetaplah liburan, anak sekolah pasti menginginkan waktunya untuk eksplorasi diri tidak diganggu. Walaupun begitu, pengawasan terkait kegiatan pelajar harus dipantau, apalagi yang masih berada di bawah umur. Tetap sisipkan agenda belajar dengan porsi yang lebih ringan agar anak tidak melupakan kewajibannya di sekolah. 

Agenda belajar ini bisa diplot sesuai kemauan anak. Misalnya hari pertama ingin belajar Matematika selama 30 menit, hari kedua belajar Bahasa selama 30 menit, dan sebagainya. Jangan bebankan atau paksakan aktivitas ini. Anak tetap berhak mendapatkan libur sekolahnya, hanya saja diselingi belajar sesuai porsi untuk reminder setiap hari. 

Mengajak Teman Belajar

Agenda liburan paling menyenangkan tentu saja bermain bersama teman sebaya, bukan? Nah, agar aktivitas ini lebih bermanfaat, orang tua atau wali bisa menyarankan anak belajar bersama teman mereka. Biasanya, anak jauh lebih semangat dalam melakukan aktivitas bila ada orang lain yang menyertainya. Motivasinya dapat terpacu lebih tinggi. 

Caranya buat kesepakatan untuk belajar di satu sesi selama kurun waktu tertentu. Pilih materi apa yang ingin dipelajari bersama. Pembelajaran tidak harus menghadap buku, tapi bisa berbasis permainan edukatif yang menantang pola pikir dan adrenalin. Pengawasan orang tua tetap diperlukan agar kegiatan anak-anak tidak berlebihan. Bila perlu beri reward secukupnya agar proses belajar bersama terasa lebih menyenangkan.

source: pexels.com/Ludovic Delot

Listing Materi Semester Selanjutnya

Mungkin Anda adalah seorang pelajar ambisius atau punya anak dengan sifat demikian, dimana membuat catatan tentang materi semester depan menjadi selingan menyenangkan di kala liburan. Mencari tahu tentang hal-hal baru terkait pendidikan, jadi aktivitas yang bermanfaat saat senggang. Jadi selangkah lebih maju tidak ada salahnya, asal tidak menyombongkan pada orang lain. 

Di samping sibuk liburan, menanyakan silabus  atau daftar materi semester depan bisa dilakukan. Mungkin bertanya pada guru kelas, wali kelas, atau pengampu mata pelajaran tersebut dapat mempermudah mendapatkan bahan ajar yang akan dipelajari. Lalu, di sela-sela menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, jangan lupa buat catatan terkait materi. Tidak perlu panjang-panjang, cukup tulis apa yang ingin dipelajari lebih dulu sebagai acuan ketika masuk sekolah nanti. 

Belajar Sembari Bermain

Kebanyakan anak pasti tidak betah di rumah sata liburan. Mereka bisa jadi merengek ingin diajak pergi ke suatu tempat yang penuh keramaian, banyak permainan, dan bersenang-senang. Kesempatan itu jangan diabaikan. Sebagai orang tua atau wali yang mendengarkan, justru itu menjadi momentum untuk mengajak anak bermain sembari belajar. Bosan juga rasanya jika harus belajar terus menerus di dalam kelas. Tak ada salahnya sekali-kali keluar sebagai penyegaran. 

Saat ini, sudah banyak tempat-tempat yang menawarkan wahana edukatif. Ambil contoh museum interaktif, dimana pengunjungnya bisa menemukan informasi melalui canggihnya instalasi teknologi yang digunakan. Atau berkunjung ke kebun binatang, dimana anak bisa melihat objek binatang secara langsung ditemani guide yang menjelaskan secara lugas. Bisa juga ke playground yang menyediakan permainan-permainan edukatif. Dijamin, liburan anak jauh lebih bermanfaat sebab minat belajar itu telah dipupuk saat liburan.

source: pexels.com/Artem podrez

Beri Hadiah untuk Anak

Setiap manusia butuh penghargaan, baik ucapan afirmasi atau berbentuk sebuah benda. Begitupun anak sekolah yang masih di dalam naungan orang tua. Mereka juga ingin diberi penghargaan setelah berhasil menuntaskan satu semester penuh dengan hasil memuaskan. Oleh karenanya, jangan lupa selalu perhatikan bagaimana perkembangan si anak selama di sekolah. 

Ada banyak jenis penghargaan yang bisa orang tua atau wali berikan pada anak. Agar semangat mereka dalam belajar tetap terjaga, biasanya barang kesukaan atau wishlist adalah pilihan tepat. Berikan reward pada setiap hasil yang diraih oleh anak. Reward itu pasti akan membuat perasaan anak sekolah bahagia. Usaha yang dipupuknya selama ini membuahkan hasil yang setimpal. 

Upaya mempertahankan motivasi belajar anak sekolahan saat libur semester ini memang susah-susah gampang. Perlu trik dan cara yang ekstra agar anak tetap tertarik belajar ketika masuk sekolah nanti. Maka dari itu, bagi orang tua atau wali tidak boleh menyerah dalam mebimbing serta mendampingi buah hati yang sedang mengenyam pendidikan demi masa depan cerahnya.

Baca juga: Pek Cam Kee, Menu Sehat Sehari-hari

Auhtor: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...