STARGLAM

Liberika asal Indonesia, Tampil Gemilang di World Barista Championship 2026


source: magnific.com


World Barista Championship (WBC) 2026 kembali digelar. Kompetisi bergengsi para brewer dunia ini berlangsung di Panama Convention Center, Panama City, selama 4 hari, mulai dari tanggal 22-25 Oktober. Ajang global ini menjadi sesuatu yang paling ditunggu-tunggu oleh para peminat kopi, terlebih tahun ini Amerika Tengah didapuk sebagai tuan rumah. Dalam pertandingan yang diikuti oleh sekiranya lebih dari 50 peserta dari seluruh negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Andika Nugraha. Namun, bukan hanya Andika saja yang menarik perhatian, tetapi keberadaan sejumlah kopi lokal Indonesia pun turut muncul sebagai line up. Salah satunya adalah varietas liberika yang berasal dari Jawa Tengah.

Kopi liberika menjadi satu varietas yang kini sedang gencar-gencarnya dipromosikan. Mengutip dari Kamanika Roastery, liberika bahkan sering dianggap sebagai anak tiri karena keberadaannya yang sedikit. Oleh karena itu Specialty Coffee Association of Indonesia atau AKSI-SCAI sangat antusias mempromosikan liberika lokal di kancah internasional. Karakter liberika memang agak berbeda dibandingkan dua temannya yang lain, yaitu arabika dan robusta. Rasa dari liberika tidak bisa seunik arabika, tetapi bukan sesuatu yang amat pahit seperti robusta. Liberika lebih manis dan beridentitas nangka atau pisang. Orang-orang kadang sering eksplorasi untuk meminimalisir aroma khas tersebut.

source: wcc.coffee

Rasa manis inilah yang akhirnya justru diadopsi oleh para barista. Pada kompetisi WBC 2026 kemarin, Jill Hoff, seorang competitor dari Canada sekaligus pemenang Canada Barista Championship 2026 menggunakan liberika untuk blend espresso miliknya. Liberika itu berasal dari Indonesia, tepatnya perkebunan milik Reza Nurullah di JB Coffee, Jawa Tengah, diproses secara natural anaerob dengan fermentasi ragi (yeast fermentation). Biji kopi liberika ini ditanam di lereng pegunungan dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Liberika milik Reza Nurulla yang dibawa Jill Hoff punya karakter manis alami, menciptakan aroma dan rasa yang unik pada espresso buatannya. Jill Hoff pun menyebutnya rediscovery atau penemuan kembali dalam ranah specialty. Jill Hoff berhasil masuk ke babak final dan meraih peringkat ke-6.

Berbicara lebih jauh tentang perkebunan liberika milik JB Coffee, berada di daerah Jlegong-Bejen, kawasan Temanggung. Kawasan ini memiliki iklim yang sejuk ditambah tanah vulkanik, yang sangat mendukung pertumbuhan berbagai jenis varietas kop, diantaranya arabika, robusta, liberika, hingga excelsa. Reza Nurullah menjadi sosok yang begitu berpengaruh di sini. Tumbuh di lereng gunung, Reza Nurullah menggeluti kopi yang berawal dari sekadar jalan-jalan sampai menerima penghargaan Most Influential Coffee Producer Indonesia di JICC tahun 2025. Reza Nurullah menggunakan beragam teknik pascapanen pada kopi-kopinya serta memanfaatkan fermentasi dari yeast, hop, dan motto, untuk menciptakan profil rasa yang berbeda.

source: instagram.com/cupfinecoffee_

Liberika dari Indonesia kini semakin kondang di jagad internasional. Para coffee lovers banyak menggunakan kopi liberika sebagai blend seduhan di berbagai kompetisi dunia. Khususnya dari perkebunan JB Coffee, kopi liberika telah dibawa ke ajang-ajang bergengsi selain World Barista Championship, diantaranya Canadian National Barista Championship 2026 (Jill Hoff), World Brewers Cup 2025 (Elysia Tan), dan Turkey Barista Championship (Serkan Sagsoz). Langkah ini memberikan harapan yang besar bagi produsen-produsen kopi dalam menghasilkan output berkualitas tinggi.

Baca juga: Rekomendasi Makanan untuk Bangkitkan Energi Saat Kurang Tidur

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like