STARGLAM

Mengenal Coping Mechanism, Bentuk Pertahanan Terhadap Masalah


source: magnific.com


Pernahkah Anda merasa sedang tidak nyaman, lalu melakukan sesuatu untuk lepas dari suasana tersebut? Ketidaknyamanan ini bisa disebabkan karena banyak faktor, seperti stres, tertekan, bingung,d an sebagainya. Hal ini terkadang mungkin disadari, tapi sering juga terjadi begitu saja. Pada akhirnya tindakan ini membentuk sebuah mekanisme pertahanan diri, khususnya emosi yang muncul. Tindakan itu disebut sebagai coping mechanism

Secara sederhana, coping mechanism bisa dimaknai strategi atau cara seseorang menghadapi sesuatu yang stressful. Tentu, setiap hal yang nantinya akan dilakukan individu berbeda-beda, membentuk sebuah pola ketika diamati lebih dalam. Tujuan orang melakukan coping mechanism adalah lepas dari rasa tidak nyaman yang mengganggu. Pasalnya perasaan tersebut jika diteruskan ditakutkan mengganggu produktivitas dalam bekerja. 

Jenis Coping Mechanism yang Umum Dilakukan

source: pexels.com/Ron Lach 

Jenis coping mechanism bisa Anda bedakan menjadi dua secara garis besarnya. Pertama, coping mechanism yang sehat, dimana tindakan memang dilakukan untuk membuat perasaan lebih tenang setelah menemui berbagai hal rumit. Aktivitas atau perlakuan dari coping mechanism positif lumrahnya berupa sesuatu yang baik pula. Msalnya, saat seseorang sedang di titik terendahnya karena komentar orang lain yang membuat kepikiran berhari-hari. Dibandingkan terus berputar pada hal itu, mereka lebih memilih mengalihkan perhatian dengan memasak, berkebun, membaca buku, journaling, dan sebagainya. Hasilnya akan memberikan kepuasan tersendiri. Sebaliknya, coping mechanism yang tidak sehat cenderung merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Terkadang mereka yang melakukan negative coping mechanism dengan dalih self reward, padahal jika dipikirkan lebih jauh, perilaku tersebut justru impulsif. Contoh dari tindakan coping mechanism tidak sehat diantaranya makan berlebihan, minum alkohol, terlalu banyak tidur, menutup diri, implusive buying, yang paling buruk bahkan ada yang melakukan self-harm. Jika sudah terjadi, maka tidak perlu takut untuk berkonsultasi dengan ahlinya. 

Fokus Strategi dalam Coping Mechanism

source: pexels.com/Valeriia Miller

Ketika seseorang mulai melakukan coping mechanism, terdapa dua hal yang menjadi fokus berbeda. Keduanya disebut sebagai emotion focused dan problem focused. Mengutip dari halaman resmi Siloam Hospital, emotion focused atau lebih fokus pada emosi lebih menjurus pada pengendalian rasa. Orang-orang seperti ini akan berusaha untuk menyelaraskan perasaan yang terguncang dengan beragam cara, misalnya diam, bercerita ke orang lain, menulis, atau memanjatkan doa. Sayangnya, emotion focused dinilai kurang efektif dan sedikit egois, sebab cara ini tidak dapat menyelesaikan masalah keseluruhan. Mereka hanya memedulikan perasaan pribadi tanpa berupaya menemukan solusi yang seharusnya diterapkan dalam menghadapi sebuah masalah. Walaupun, begitu ketenangan sementara tersebut mampu membantu berpikir jernih di kemudian hari agar jalan buntu menemui titik terangnya. Selanjutnya, problem focused dimana orang lebih berorientasi pada penyelesaian masalah. Biasanya orang-orang seperti ini merasa tidak akan lega jika masalahnya belum usaai. Oleh karena itu, ketika menemui sebuah masalah, mereka tidak akan lari dan memilih mencari jalan keluar demi kebaikan dua belah pihak. Misalnya pertengkaran antara kakak beradik. Daripada saling menyalahkan, orang dengan problem focused akan duduk berdua dan mencari titik masalah serta cara penyelesaiannya. Menghadapi masalah menunjukan seseorang berani dan percaya diri bertanggung jawab saata harus membereskan apa yang diperbuat seelumnya. 

Langkah Melatih Coping Mechanism

source: pexels.com/Markus Winkler

Sebenarnya, melatih coping mechanism perlu tapi juga tidak perlu. Hal ini dikarenakan orang lumrahnya sudah tahu bentuk pertahanan apa yang merekalakukan ketika perasaan sedang tidak nyaman. Hanya saja, melatih agar tidak terjerumus pada negative coping mechanism yang memberikan kerugian. Tidak ada salahnya untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Bentuk pelatihannya sederhana, seperti mengenal diri sendiri secara baik, menerima kelebihan dan kekurangan, selalu berpikir positif, menjalin relasi dengan pihak lain, berani memutuskan sesuatu dalam kepala dingin, hingga melakukan konseling atau konsultasi ketika dirasa sudah terlalu berlebihan menghadapi masalah. Melatih sedikit demi sedikit mampu menumbuhkan habis yang lebih baik, sehingga terhindari dari aktivitas merugikan. 

Coping mechanism adaah strategi yang dikeluarkan oleh manusia ketika mereka merasa tertekan atau stres menghadapi suatu masalah. Tindakan ini bisa dilakukan secara spontan, sadar, bahkan tidak disadari. Strategi yang berbeda-beda, tergantung dari setiap individu, seberapa besar masalah, dan bagaimana perasaan yang tengah datang. Coping mechanism bisa menjadi hal positif untuk upgrade skill tapi bisa pula menjadi negatif karena hasrat impulsif. Oleh sebab itu, ketika tubuh sudah memerlukan pertolongan, jangan ragu hubungi ahli yang untuk mendapatkan bantuan.

Baca juga: Buat Ayam Bakar dengan 5 Bahan Sederhana!

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like