STARGLAM

Mengenal Desa Penglipuran, Destinasi Paling Bersih di Pulau Bali


source: pinterest.com/Danang Iqbal


Pulau Bali jadi primadona dunia yang bersemayam di Indonesia. Pulau ini menjadi tempat teratas  sebagai lokais favorit berlibur para turis mancanegara. Bali memang punya western vibes yang kental dengan kehidupan pantai yang begitu semarak di malam hari. Dipenuhi binar lampu juga pub atau club yang berdentang ketika petang datang. Di sisi lain, Bali dipenuhi kebudayaan serta kearifan lokal yang begitu melekat. Bali punya sistem sendiri yang mempertahankan tradisi di tengah gempuran modernitas. Adat itu bahkan mampu diangkat sebagai daya tarik wisata yang dicintai berbagai kalangan. Salah satunya adalah Desa Penglipuran, sebuah lokasi yang memperoleh ttile desa terbersih. Desa Penglipuran pun selalu jadi line up destinasi paket liburan. Ratusan pengunjung bisa datang kemari setiap harinya. 

Anda ingin coba berlibur ke Desa Penglipuran? Cari tahu informasi lebih lengkap di bawah ini. 

Terkait Desa Penglipuran

Desa yang indah, disemati jajaran rumah adat, tumbuhan, dan budaya yang begitu hidup, berada di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini berada 700 mdpl, membuatnya punya kualitas udara yang bersih dan sejuk. Masyarakat desa ini merupakan kelompok Bali Aga yang memegang kuat Tri hita Karana, sebuah prinsip tentang keharmonisan antara alam, manusia, dan Tuhan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang tinggal di sini hidup dengan rukun. Tidak ada rasa segan menyambut para tamu yang datang. Semua seolah berbaur jadi satu, selaras mengikuti arus tanpa memikirkan perbedaan satu sama lain.

source: pexels.com/Relaxing Journeys

Lingkungan Desa Penglipuran dan Hutan Bambu

Ciri khas dari Desa Penglipuran Bali yaitu terdapat jalan panjang lurus yang membentang dari ujung ke ujung. Di samping kanan dan kiri jalan, terdapat rumah-rumah adat yang seragam, berjajar rapi. Bentuk bangunan ini adalah bagian dari warisan leluhur yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali Aga. Rumah-rumah adat ini tampak begitu asri dengan material utamanya bambu dan batu merah. Keteraturan dalam pembangunan rumah menjadi cerminan identitas penduduk setempat. Kemudian, di belakang area tempat tinggal warga, terdapat hutan bambu seluas 45 hektar. Hutan ini masih rimbun, ditumbuhi ratusan pohon bambu yang memberikan ketenangan dan kesegaran udara. Pengunjung dapat menjajaki jalur trekking sederana di hutan tersebut. Selain berperan sebagai paru-paru, bambu di hutan tersebut kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat kerajinan tangan. 

Ritual Adat Desa Penglipuran

Di samping bentuk bangunan yang dipertahankan, masyarakat Desa Penglipuran juga tetap melestarikan ragam upacara adat. Warga setempat yang selalu bahu membahu senantisa merayakan tradisi secara rutin. Salah satu upacara paling penting bagi masyarakat Bali Aga di Desa Penglipuran adalah Ngusaba Bantal. Upacara Ngusaba Bantal merupakan perayaan yang diadakan pada Sasih Kesanga (sebelum Hari Raya Nyepi) di Pura Ratu Ayu Melasem, bentuk permohonan keselamatan dan hasil panen melimpah. Upacara ini menggunakan ubarampe berupa jajan bantal merah serta putih, pralambang dari keseimbangan alam. Lalu, ada ritual Nyeeb yang bertujuan memohon kesuburan lahan pertanian dengan pengorbanan seekor sapi, dipimpin oleh pemimpin adat tertinggi. Adanya upacara dan ritual ini justru menciptakan sisi unik tersendiri di Desa Penglipuran.

source: unplash.com/Ruben Hutabarat

Dinobatkan Jadi Desa Terbersih

Bukan rahasia lagi, kalau Desa Penglipuran dinobatkan jadi desa terbesih di Pula Bali dan masuk ke jajaran 10 besar dunia. Predikat ini diraih berkat komitmen dan konsistensi dari masyarakat setempat dalam menjaga warisan leluhur. Masyarakat Bali Aga di Desa Penglipuran sangat menjunjung tinggi apa yang telah diberikan secara turun temurun oleh nenek moyang, termasuk menjaga keasrian lingkungan. Berbekal filosofi Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan antara alam, manusia, dan Tuhan untuk menjalani kehidupan, mereka melaksanakan serangkaian aktivitas yang tetap berdasarkan pada budaya. Masyarakat Bali Aga punya aturan tentang membuang sampah dan larangan membawa kendaraan motor ke area utama desa. Aturan ini menyebabkan Desa Penglipuran tetap bebas dari polusi, bising, serta aroma tidak sedap. Selain itu, tata kelola area yang seragam, memanfaatkan bambu dan batu merah untuk pembangunan rumah. Ditambah, penduduk lokal saling bergotong royong memilah juga mengolah sampah. 

Desa Penglipuran memang layak dinobatkan sebagai desa paling bersih di Pulau Bali. Masyarakatnya sadar penuh akan menjaga keselarasan lingkungan untuk hidup yang bahagia. Keseimbangan antara alam, manusia, dan bagaimana menyembah Tuhan begitu harmoni di tengah maraknya kemajuan teknologi yang menggeser kebudayaan. Tidak heran, kalau Desa Penglipuran selalu masuk ke destinasi wisata favorit di Pulau Bali.

Baca juga: Jaga Suara Tetap Prima, Yuk, Coba Ikuti Tips Sederhana Ini!

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like