Rayakan EP 'Too Loud To Grow', Minor Crash Club Gelar Debut Showcase di Buqiet Skatepark Bandung


source: Starglam Network


Bandung – Skena musik independen, khususnya pop punk di Kota Bandung, kembali kedatangan wajah baru yang siap meramaikan industri musik Tanah Air. Grup pop punk Minor Crash Club resmi memperkenalkan karya perdana mereka melalui sebuah mini album (EP) bertajuk Too Loud To Grow yang telah dirilis di berbagai platform digital pada 19 Juni 2026.

Perilisan EP tersebut sekaligus menjadi langkah awal perjalanan bermusik Minor Crash Club dalam memperkenalkan karakter musikal mereka kepada publik. Sebagai bentuk perayaan, band ini juga menggelar showcase perdana pada 25 Juni 2026 di Buqiet Skatepark, Bandung. Alih-alih memilih venue konser konvensional, mereka justru menghadirkan pertunjukan di ruang komunal yang lekat dengan kultur skateboard dan musik independen, menciptakan suasana yang terasa lebih dekat dengan komunitas.

Too Loud To Grow menghadirkan enam lagu yang menggambarkan identitas musik Minor Crash Club. Lewat aransemen yang enerjik dengan tempo cepat, dipadukan dengan lirik yang lugas dan mudah dipahami, EP ini memperlihatkan warna pop punk yang tetap mempertahankan energi mentah khas genre tersebut. Hasilnya, rilisan ini menjadi penegasan awal bahwa Minor Crash Club hadir dengan identitas yang kuat di tengah berkembangnya skena musik independen Indonesia.

Selain menawarkan materi musik yang solid, perhatian terhadap detail juga terlihat dari konsep visual EP tersebut. Minor Crash Club menggandeng seniman visual sekaligus graffiti artist, MERXDAR, untuk menggarap artwork Too Loud To Grow. Kolaborasi tersebut menghasilkan sampul dengan nuansa low-brow art dan street art yang terinspirasi dari budaya pop punk serta graffiti era 2000-an.

Sentuhan tipografi khas MERXDAR memperkuat karakter visual album sehingga mampu merepresentasikan energi musik Minor Crash Club secara menyeluruh. Perpaduan antara elemen grafis dan konsep artistik tersebut menjadikan Too Loud To Grow tidak hanya menarik untuk didengarkan, tetapi juga memiliki identitas visual yang kuat.

Pemilihan Buqiet Skatepark sebagai lokasi showcase pun dinilai menjadi keputusan yang tepat. Tempat tersebut bukan sekadar ruang pertunjukan, melainkan juga menjadi titik temu berbagai komunitas kreatif, termasuk skateboard dan musik independen yang selama ini memiliki kedekatan budaya.

Baca juga: Mengenal Saffron, Rempah dengan Harga Termahal Di Dunia

Suasana showcase berlangsung hangat namun tetap penuh semangat. Penonton memenuhi area skatepark, baik di sekitar flat ground maupun pembatas ramp, untuk menyaksikan penampilan langsung Minor Crash Club membawakan lagu-lagu dari EP terbaru mereka. Interaksi yang terjalin antara band dan penonton menciptakan atmosfer yang terasa akrab, sekaligus menunjukkan dukungan komunitas yang telah terbentuk sejak awal perjalanan mereka.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa Minor Crash Club tidak hanya mengandalkan karya musik, tetapi juga tumbuh bersama komunitas yang memiliki semangat serupa. Sinergi antara budaya skateboard dan pop punk yang hadir dalam showcase semakin memperkuat citra mereka sebagai band yang lahir dari akar kultur independen.

Minor Crash Club sendiri merupakan unit pop punk asal Bandung yang diperkuat oleh Nana sebagai vokalis, Nala Nandana yang mengisi gitar sekaligus vokal, serta Weswey pada gitar. Mengusung semangat do it yourself (DIY), mereka menjadikan Too Loud To Grow sebagai pijakan awal untuk mengembangkan perjalanan musikal ke tahap berikutnya.

Dalam proses produksinya, EP ini melibatkan sejumlah nama yang turut berkontribusi di balik layar. Posisi Executive Producer dipegang oleh Brokenboard Records, sementara proses produksi musik ditangani oleh Aditya Nugraha bersama Humming Sounds Audio. Aransemen musik juga mendapat tambahan permainan drum dari Rizky Meta Putra atau Obo, backing vocal oleh Fitriana Ayu, permainan bass dari Aditya Nugraha, serta sentuhan brass oleh Vincentius Paskalis.

Aditya Nugraha juga bertanggung jawab atas proses mixing dan mastering sehingga keseluruhan materi dalam EP terdengar solid dan tetap mempertahankan karakter khas pop punk yang energik.

Too Loud To Grow berisi enam lagu yang menjadi representasi perjalanan awal Minor Crash Club, yakni Flammable, Colorless Skies (Remastered), Ink and Ashes, Di Ujung Jalan, Lepaskan Kawan (Remastered), serta Louder Than Silence. Masing-masing lagu menghadirkan karakter yang berbeda, namun tetap berada dalam benang merah musik pop punk yang menjadi identitas utama band tersebut.

Melalui rilisan perdana ini, Minor Crash Club menunjukkan keseriusannya dalam membangun eksistensi di industri musik independen. Tidak hanya menawarkan lagu-lagu dengan energi yang kuat, mereka juga memperlihatkan perhatian terhadap konsep visual, pengalaman pertunjukan langsung, hingga kedekatan dengan komunitas yang selama ini menjadi bagian penting dari kultur pop punk.

Dengan modal karya yang matang serta dukungan komunitas yang solid, Too Loud To Grow menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi Minor Crash Club. EP ini sekaligus membuka babak baru perjalanan mereka sebagai salah satu pendatang baru yang layak diperhitungkan dalam perkembangan skena pop punk Indonesia.

Baca juga: Nugget Pisang, Camilan Sehat Cocok untuk Diet

Auhtor: Jek

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...