Source: Pinterest
Memasuki waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadan, orang-orang berbondong untuk mencari takjil di berbagai tempat. Biasanya, selama puasa, akan ada banyak pedagang makanan yang muncul. Mereka menjajakan macam-macam kuliner, utamanya snack atau jajanan pasar yang kerap dijumpai ketika pagi hari. Bahkan beberapa di antaranya menawarkan menu yang hanya ada di bulan Ramadan. Tentu ini jadi satu momen yang langka dan wajib diulik.
Yuk, coba cari tahu makanan menarik nan unik apa yang bisa ditemukan ketika Ramadan!
Es Pisang Ijo

Source: Pinterest
Kuliner yang pertama ini sebenarnya sudah sangat amat popular. Es pisang ijo berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini sudah mulai merambah ke daerah lain di Indonesia. Es pisang ijo kerap saja viral. Di hari biasa, gampang-gampang susah untuk mencari keberadaan kuliner ini. Namun, saat Ramadan tiba, es pisang ijo bisa tumpah ruah dimana-mana.
Es pisang ijo tidak benar-benar menggunakan pisang yang masih hijau. Bahan utamanya adalah pisang raja, dibalut dengan kulit berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras, terigu, santan, gula, garam, dan pewarna. Kemudian, pelengkap dessert ini adalah bubur sumsum yang gurih serta dikucuci sirup coco pandan atau pisang ambon berwarna merah. Diberi serutan es batu rasanya akan semakin nikmat.
Kicak

Source: Republika.com
Nah, kalau yang satu ini sangat autentik dan akan sulit ditemukan di daerah lain, kecuali tempat asalnya. Namanya kicak, sebuah sajian dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Uniknya, makanan ini memang hanya dibuat oleh masyarakat sekitar ketika bulan Ramadan saja, tepatnya di Pasar Sore Kampung Kauman. Jadi, di luar Ramadan akan sulit menemukan kuliner ini.
Kicak dibuat dari ketan, parutan kelapa muda, dan nangka. Ketan dan parutan kelapa bisa dicampurkan dan diaduk merata, lalu kukus hingga matang. Adonan yang sudah selesai dikukus lalu ditumbuk higga halus. Kemudian, ada sirama gula merah dan nangka yang membuat kicak jadi lebih menarik. Rasanya perpaduan antara manis dan gurih. Aroma nangkanya membuat ciri khas sendiri dan teksturnya yang kenyal sangat ramah di mulut.
Biji Salak

Source: Pinterest
Bulat, padat, dan manis, siapa lagi kalau bukan biji salak. Hidangan penutup ini merupakan resep autentik dari Betawi yang dibuat dari bahan utama ubi jalar. Warnanya biasanya bisa kuning atau ungu, tergantung dari ubi yang digunakan warna apa.
Biji salak biasa disajikan bersama santan dan gula aren yang sudah dikentalkan. Rasanya kombinasi gurih dan manis yang legit. Teksturnya tentu saja kenyal, berasal dari bahan utama yang digunakan. Biji salak memang mirip dengan candil dari Yogyakarta dan sekitarnya, tapi ada sedikit perbedaan dari komposisinya. Candil dibuat dari campuran ketan dan ubi, sedangkan biji salak hanya ubi jalar saja.
Bubur Kampiun

Source: Pinterest
Menu yang satu ini lebih banyak di Pulau Sumatera, tepatnya di Sumatera Barat, tempat lahirnya kuliner bernama bubur kampiun. Dari look-nya, bubur ini terlihat punya aneka macam bubur yang dijadikan satu dalam sebuah mangkuk. Ternyata, tercampurnya seluruh elemen ini terjadi karena ketidaksengajaan, lho. Semua bermula dari seorang nenek bernama Amai Zona yang terlambat mengikuti lomba kuliner bubur, sehingga ia mencampurkan sisa semua bubur jualannya yang tak habis. Siapa sangka bahwa kuliner tersebut disukai dan kini lebih sering disebut bubur kampiun.
Bubur kampiun berisi banyak kondimen. Bubur dibuat dari ketan putih yang dikukus, kemudian diberi topping candil, ketan hitam, kolak pisang atau ubi, bubur sumsum, serta kacang hijau. Bubur ini punya citarasa yang gurih, manis, dan begitu legit ketika masuk ke dalam mulut. Sajian ini memang cocok dijadikan pembuka atau pencuci mulut ketika bulan Ramadan tiba.
Bongko Kopyor

Source: Pinterest
Masih serba yang manis-manis, kali ni datang dari Gresik, Jawa Timur. Namanya adalah bongko kopyor, salah satu kudapan popular, khususnya ketika bulan Ramadan tiba. Kuliner ini punya ombinasi warna-warna cantik, sehingga sangat menarik hasrat untuk dibeli.
Kemasan bongko kopyor sendiri menggunakan daun pisang, memberikannya aroma yang lebih khas dan wangi. Isinya berupa bubur nangka yang dibuat bersama kelpa kopyor. Ada juga kondimen lain, seperti pisng kepok, bubur mutiara, dan roti tawar. Terakhr, bongko kopyor disiram dengan santan. Citarasa gurih manis pun langsung melekat di lidah dalam suapan pertama.
Barongko

Source: Pinterest
Menu berikunya adalah barongko, sebuah sajian manis dari Sulawesi Selatan. Makanan ini berbahan dasar pisang yang dihaluskan, dicampur dengan beragam bahan lain, menciptakan kesatuan rasa, tekstur, dan aroma yang khas. Barongko mungkin sudah bisa Anda temukan di mana saja, tapi kalau untuk urusan autentik, tetap di kota asalnya yang paling juara.
Cara pembuatannya tidak terlalu rumit. Anda hanya perlu pisang kepok mtang, santan, telur, gula pasir, dan kental manis. Beri sejumput garam untuk memberikan rasa gurih. Seluruh bahan dihaluskan. Kemudian, barongko akan dibungku menggunakan daun pisang, sehingga aromanya jadi lebih khas. Barongko dikukus hingga matang, teksturnya nanti akan lumer, lembut, seperti pudding.
Ketan Bintul

Source: Pinterest
Mungkin untuk warga Provinsi Banten, menu ketan bintul bukanlah sebuah sajian baru. Menu ini termasuk ke dalam makanan kuno dan disajikan untuk raja pada abad ke-16. Tidak heran jika ketan bintul sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dan harus dilindungi serta dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ketan bintul terbuat dari bahan dasar ketan yang dikukus sampai setengah matang. Kemudian ketan ditumbuk hingga halus dan punya tekstur kenyal. Ketan bisa dibuat manis atau gurih, tinggal ditambahkan gula atau garam dalam proses penumbukan. Setelah ketan sudah halus, taruh di alas nampan, tunggu sampai dingin. Ketan bintul bisa disajikan bersama serundeng. Namun, orang juga sering menggunakan makanan lain, seperti gulai dan semur dalam penyajiannya.
Mie Glosor

Source: Pinterest
Jika bosan dengan yang manis-manis, tentu saja masih ada menu takjil dengan rasa gurih asin yang menggoyang lidah. Mie glosor, sebuah kuliner unik dari Bogor, Jawa Barat. Warnanya yang kuning cerah begitu menggiurkan dan pasti menambah nafsu makan.
Jika mi pada umumnya dibuat dari tepung terigu, maka mie glosor justru dibuat dari tepung singkong atau aci. Dari sana, tekstur mi ini jauh lebih kenyal dan elasti. Permukaannya juga licin, menjadi insprasi penamaan glosor yang artinya meluncur. Warnanya kuning cerah karena dalam proses pembuatannya diberi kunyit. Biasanya mie glosor disadjikan dengan cara ditumis bersama sayur mayur.
Menu tradisional dari Indonesia memang tidak habisnya. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing yang jadi keunggulannya. Apalagi saat momen Ramadan, dimana banyak sekali orang keluar mencari takjil. Walaupun kini sudah ada menu-menu modern, kuliner tradisional tetap punya tempat sendiri di hati. Membeli dan menikmati sajian tradisi, itu juga merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya.
Nah, apakah di daerah Anda ada menu tradisional yang popular?
Comments:
Leave a Reply