'My Royal Nemesis' saat ini tengah menjadi buah bibir di tengah pecinta drama Korea. Drama yang tayang di stasiun televisi SBS ini langsung mencuri perhatian banyak orang karena premis ceritanya yang menarik. Namun, tidak sampai di situ saja, sebab ada hal lain yang membuat drama ini kian popular. Tiap-tiap episodenya selalu dinantikan pada hari Jumat dan Sabtu malam. Status 'My Royal Nemesis' masih dalam status on going dan bisa disaksikan juga melalui Netflix.
Jadi, poin apa yang membuat drama ini menarik untuk ditonton?
Yuk, simak di bawah!
Sinopsis 'My Royal Nemesis' sudah banyak tersebar di internet sejak triwulan pertama tahun 2026 ini. Konsep yang diambil adalah romance-comedy fantasy yang melibatkan dua zaman, modern serta masa lalu. Beberapa orang berpendapat bahwa drama ini mengingatkan pada salah satu judul drama, 'Rooftop Prince,' yang tayang pada tahun 2012.
'My Royal Nemesis' menceritakan kisah Kang Danshim, seorang selir raja yang tidak disukai oleh penghuni kerajaan. Suatu hari, Danshim mendapatkan hukuman mati karena dituduh melakukan kejahatan besar. Di hari penghakimannya, jiwa Danshim terlempar ke masa depan dan menempati tubuh seorang gadis bernama Shin Seori, seorang aktris yang tidak terkenal. Danshim yang berada di tubuh Shin Seori harus bertemu dengan Cha Segye, seorang chaebol yang begitu dingin, diktator, dan sulit sekali didekati oleh wanita.
source: SBSKisah 'My Royal Nemesis' semakin menarik mengetahui bahwa aktor utama yang akan memerankan Kang Danshim/Shin Seori dan Cha Segye adalah Lim Jiyeon juga Heo Namjun. Dari segi kemampuan akting, keduanya memang tidak diragukan lagi, tapi para pemirsa beranggapan pemilihan aktornya begitu unik. Hal ini disebabkan keduanya punya villains vibes yang begitu kental. Padahal dalam drama ini, keduanya merupakan protagonis utama.
Nama Lim Jiyeon naik setelah memerankan Park Yeonjin, villains utama dalam drama 'The Glory.' Bahkan aktingnya yang dianggap begitu menjiwai jadi seorang tukang bully, sempat menimbulkan emosi mendalam dari penonton. Sedangkan Heo Namjun pernah memerankan tokoh antagonis dalam drama, seperti 'The Honor' dan 'When The Phone Rings.' Riwayat itulah yang membuat orang bingung, bagaimana keduanya membawakan tokoh Danshim dan Segye. Namun, justru itulah poin menarik yang ditunggu-tunggu oleh penonton.
source: instagram.com/limjjy2Kemampuan bermain peran Lim Jiyeon cukup ditantang dalam drama 'My Royal Nemesis' ini. Pasalnya, Lim Jiyeon ternyata mampu memerankan beberapa karakter yang berbeda. Penonton cukup jeli dalam memperhatikan setiap akting dilakukan oleh pemeran utama wanita drama tersebut. Dalam 6 episode yang sampai sata ini sudah tayang, setidaknya ada 4 karakter yang muncul.
Pertama, Lim Jiyeon berperan sebagai seorang selir yang tegas dan pemberani bernama Kang Danshim. Tone suaranya lebih berat dan bulat. Kemudian, ketika Kang Danshim berada di tubuh Shin Seori, tone suaranya jadi lebih ceria, meskipun tidak kehilangan wibawa dari setiap katanya. Diceritakan juga Kang Danshim ketika muda, punya tone suara lirih, manis, dan ada sedikit hint manja di sana. Sedangkan, saat menjadi Shin Seori sesungguhnya, suasanya sangat lembut, dibumbui nada-nada penuh kekhawatiran dan ketakutan. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa Lim Jiyeon mampu memberikan batas pada setiap karakter yang dimainkannya, membuktikan dirinya termasuk aktris chungmuro dengan segudang bakat.
source: Singles MagazineSelain Lim Jiyeon, Heo Namjun pun mampu menarik perhatian. Namanya saat ini tengah naik-naiknya di Korea Selatan berkat perannya sebagai Cha Segye yang begitu melekat. Bahkan ada yang bilang bahwa Cha Segye memang diciptakan untuk Heo Namjun.
Cha Segye merupakan seorang chaebol yang berhati sadis dan berwajah bengis. Ia punya slogan time is gold, sehingga tidak pernah punya waktu untuk kehidupan romansanya. Segye juga tidak suka berbasa-basi, selalu straight forwards, dan mementingkan kebutuhannya sendiri tanpa perlu perhatian pada orang lain. Heo Namjun benar-benar bisa menjadi seorang Segye yang seperti itu. Fitur wajahnya yang tegas dan tajam, ditambah style serba hitam kebanggaannya, sangat mendukung sosok Segye di kehidupan nyata. Selain menjadi jahat, Heo Namjun mampu menunjukkan detail-detail ekspresi yang akhirnya jadi daya tarik. Bagaimana ia menggerakan jarinya, memainkan matanya, sampai gaya berdirinya sebagai pendukung tokoh Cha Segye dalam drama ini.
source: SBS'My Royal Nemesis' mengambil dua latar waktu berbeda, masa kini dan masa lalu. Latar di zaman Joseon menceritakan kisah Danshim dan orang-orang di sekitarnya yang ternyata punya benang merah di kehidupannya sebagai Seori. Jadi, penonton akan disajikan scene perkotaan modern dan bagaimana lingkungan kerajaan di masa lampau.
Satu-satunya yang masih terhubung dalam universe-universe tersebut adalah Kang Danshim. Ia menyadari bahwa memang ada hal yang berulang di sini. Mengapa ia menjadi Shin Seori, bagaimana dirinya bertemu dengan Cha Segye, dan harus menghadapi Choi Moondo. Penonton pun masih terlarut dalam perjalanan Kang Danshim dalam menghadapi nasibnya di tubuh Shin Seori.
source: SBSDi tengah drama-drama yang lebih banyak mengusung tema drama, thriller, hingga action, 'My Royal Nemesis' dianggap berhasil membawakan konsep romance-comedy dengan sempurna. Dinamika kisah Seori/Danshim dan Segye yang penuh emosi, dibalut komedi masuk akal dan tidak memaksa. Dari dialog, gerak tubuh, hingga ekspresi yang begitu luwes, bikin penonton terbahak-bahak, gemas, sekaligus kesal. Walaupun, keduanya punya citra bengis yang sudah menempel.
Beberapa warga net mengungkapkan pendapat bahwa tipe romcom yang dibawakan oleh 'My Royal Nemesis' mirip dengan 'Rooftop Prince' yang sudah tayang 14 tahun lalu. Cerita mereka ringan, tapi menimbulkan teka-teki dan rasa penasaran. Akting yang mengalir itu menghidupkan cerita yang dibangun sejak awal.
'My Royal Nemesis' menjadi salah satu line up drama Korea yang tayang melalui OTT Netflix, sehingga penonton dari seluruh dunia bisa mengakses tayangan ini. Minggu pertama debut di Netflix, 'My Royal Nemesis' sukses menduduki peringkat pertama dalam Top Global Charts. Sampai sekarang, rankingnya masih konsisten di 5 besar. Tidak heran kalau jumlah pemirsa 'My Royal Nemesis' sekarang semakin membludak.
Episode pertama 'My Royal Nemesis' yang tayang pada tanggal 8 Mei lalu berhasil mendapatkan rating yang cukup apik, yaitu 4,1%. Jumlah ini semakin naik dari episode ke episodenya, bukti bahwa keseruan ceritanya membuat pemirsa penasaran. Di penayangan episode ke-6 minggu kemarin saja, 'My Royal Nemesis' berhasil mencetak 10,3%. Bisa dipastikan rating drama ini akan terus melesat jika kisahnya tetap konsisten seperti episode sebelumnya.
Nah, itu dia beberapa poin menarik dari drama 'My Royal Nemesis' yang saat ini akan memasuki episode 7. Jadwal penayangannya ada di hari Jumat dan Sabtu pukul 21.50 KST. Total akan ada 14 episode, yang artinya perjalanan Seori/Danshim dan Segye masih jauh.
Happy watching!
Baca juga: Hangatnya Sayur Podomoro, Resep Tradisional yang Bikin Nagih
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply