Beberapa minggu terakhir masyarakat Indonesia sedang diserang wabah terkimpul-kimpul akibat dari unggahan sebuah akun black.sheep828 di aplikasi TikTok yang selalu mengganti setiap bahan makanan dengan kimpul. Akun itu dikelola oleh seorang perempuan yang kemudian dijuluki sebagai Ibu Kimpul, asal Bantul, Yogyakarta. Setiap resep atau makanan yang ditunjukkan dalam video menuai banyak respon dari warga net. Mereka menganggap bahwa hal itu memang tidak masuk akal, tapi faktanya masakan itu benar-benar ada. Tidak lama, orang-orang jadi latah dan ingin mengganti semuanya dengan kimpul. Namun, dibalik gelak tawa, sebenarnya ada informasi yang ingin disampaikan oleh Ibu Kimpul, salah satunya ialah mengenal bahan pangan karbohidrat selain nasi. Selain kimpul, akun ini pun membahas beragam jenis umbi-umbian yang bisa menggantikan beras sebagai sumber tenaga sehari-hari.
Menjadikan umbi-umbian untuk bahan pangan memang bukan hal baru. Masyarakat Indonesia bahkan sudah akrab dengan budaya tersebut. Mengingat wilayah tanahnya yang subur serta kemudahan dalam pengembangbiakan, tidak salah kalau orang-orang, khususnya di desa, setidaknya memiliki jenis tumbuhan umbi. Di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, bahkan umbi-umbian bisa diolah jadi makanan awet yang lezat bernama thiwul. Apalagi, ditinjau dari ilmu kesehatan, umbi-umbian justru lebih sehat daripada nasi, sebab dipastikan gluten free. Jadi, tidak ada salahnya jika memulai hidup secara clean menggunakan karbohidrat umbi.
Selain kimpul, beberapa jenisnya bisa Anda cek di bawah.
source: pexels.com/Daniel DanBahan panga pertama yang kaya akan karbohidrat pertama adalah singkong. Tanaman ini termasuk dalam kelompok umbi akar. Asalnya bukan dari Indonesia memang, sebab tumbuhan tersebut dulunya dibawa dari kawasan Amerika Selatan yang tumbuh subur di daeah tropis. Bagian utama yang bisa dikonsumsi dari singkong yaitu agian akarnya. Bentuknya besar, panjang, dan warnanya putih bersih. Jika dimakan mentah, singkong punya hint sedikit manis dan agak kebas. Cara mengolahnya bisa dikukus terlebih dahulu agar lunak, baru digoreng atau diproses dengan cara lainnya. Singkong sangat mudah dibudidayakan, cukup metode stek saja. Umbi-umbian yang satu ini mengandung berbagai nutrisi, diantanya karbohidrat, serat, vitamin C, kalium, serta pati resisten. Selain akarnya, orang juga sering memanfaatkan daun singkong sebagai sayur sehari-hari.
source: bibitbunga.comSelanjutnya, ada umbi-umbian yang disebut dengan gembili. Visualnya ukuran sedang, agak panjang, hampir mirip ubi jalar, tapi berwarna cokelat di bagian luar, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Gembili tumbuh dengan cara merambat dengan pohonya yang sedikit berduri. Sudah sejak lama, gembili menjadi bahan pangan subtitusi beras, khususnya di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mengembakbiakan gembili tidaklah sulit karena tumbuhan ini bisa tumbuh di kawasan tanah yang gembur, di daerah tropis. Namun, jangan sekali-kali mencobanya dalam keadaan mentah. Gembili punya senyawa alami bernama kalsium oksalat yang dapatmenimbulkan rasa gatal. Umbi yang satu ini dapat diolah dengan cara direbus atau dikukus. Jika sudah matang, teksturnya berubah jadi lebih lunak, sedikit kenyal, serta rasanya relatif hambar. Tidak disangka, kalau gembili mengandung karbohidrat tinggi, serat, vitamin, mineral, juga senyawa bioaktif khusus.
source: pexels.com/Pand URUUmbi yang satu ini tentu sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Terlebih setelah viral adanya ubi cilembu oven yang menggegerkan generasi masa kini. Ubi jalar termasuk dalam tanaman umbi akar, dimana cadangan makanan disimpan pada bagian tersebut. Ubi jalar memiliki berbagai variasi warna daging, mulai dari ungu, oranye, putih, bahkan kuning. Ubi jalar punya rasa manis alami bahkan tanpa ditambah pemanis buatan dan akan semakin keluar setelah dimasak, misalnya direbus atau dikukus. Setiap ubi punya karakternya masing-masing dan titik kematangan berbeda. Di samping citarasa khasnya, warna yang beragam terlihat sangat menarik atensi. Mengutip dari halaman Primaya Hospital, ubi jalar disebut sebaga superfood karena kaya akan nutrisi bermanfaat. Hal itu disebabkan ubi jalar mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, dan sebagainya. Di samping itu, ubi jalar mengandung antioksidan tinggi, khususnya oranye dan ungu.
source: pexels.com/Daniel DanMungkin Anda penggemar rasa taro? Atau menyukai warna ungu dari taro? Anda perlu tahu bahwa taro adalah istilah Bahasa Inggris untuk talas. Jenis umbi-umbian ini banyak ditemukan di Indonesia. Ciri-cirinya memiliki daun serta batang yang berongga. Bentuk umbinya oval, ukuran besar, berkulit kecokelatan atau abu-abu, serta dagingnya berwarna putih dengan gurat keunguan. Selain diekstrak jadi perisa makanan atau pewarna cantik. umbi talas bisa langsung dimanfaatkan jadi bahan pangan pengganti nasi, lho. Talas bisa dipotong-potong dan dikukus, direbus, dibuat kipik, dan sebagainya. Dalam talas, terkandung serat, protein, mineral, serta vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh, diantaranya menjaga kadar gula, mencegah penyakit jantung, meningkatkan daya tahan tulang, hingga mengurangi risiko kanker. Umbi ini pun diperkaya antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
source: pinterest/Info PertanianMendengar namanya, pasti Anda langsung teringat salah satu daerah di Jawa Barat. Namanya saja yang lokal, tapi faktanya tumbuhan tersebut berasal dari Amerika Selatan yang punya iklim tropis dan menyebar ke wilayah lain yang punya iklims serupa, termasuk Indonesia. Di era kekinian, mungkin ada orangyang tidak mengetahui bentuk umbi garut sebenarnya, karena biasanya garus dijual dalam bentuk tepung. Umbi garut berwarna putih bersih dan bentuknya panjang, mirip wortel versi raksasa. Umbi ini termasuk umbi akar karena cadangan makanannya berada di bagian tersebut. Umbi garut jarang disajikan secara utuh, meskipun memang ada. Orang-orang lebih memilih mengekstraknya jadi tepung pati garut agar lebih awet. Biasanya, tepung pati garut diolah jadi jenang. Salah satu alasan mengapa orang mencari umbi ini yaitu untuk mengatasi maslah pencernaan. Pati garut seolah dekat sekali dengan asam lambung atau GERD. Sejumlah zatyang dimiliki umbi ini diantaranya karbohidrat, protein, serta, vitamin, dan mineral.
source: bosmeal.comNah, kalau umbi yang satu ini memang jarang diperbincangkan, terlebih di kalangan anak-anak muda. Umbi ganyong sudah dari dulu dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan pengganti beras maupun jagung. secara bentuk, umbi ganyong mirip dengan lengkuas. Bagian luarnya berwarna putih kecokelatan dan ada semburat ungu di sekitarnya. Orang zaman dulu sering menjadikan ganyong sebaga camilan atau makanan pokok yang mudah diolah, karena direbus atau dikukus sudah lezat rasanya. Namun, ada juga yang memilih mengekstrak ganyong menjadi tepung agar ebih awet. Tepung ganyong kerap diambil manfaatnya sebagai obat pencernaan, sebab mudah dicerna usus, serta meredakan panas dalam. Ganyong tinggi akan kalsium dan fosfor yang baik untuk tulang, kelebihan yang tidak dimiliki oleh umbi-umbi lain.
Itulah beberapa jenis umbi-umbian di Indonesia yang bisa menjadi alternatif pangan selain beras atau jagung. Umbi-umbian memang mudah dikembangbiakan di Indonesia, mengingat iklim tropis serta tanah subur. Umbi-umbian pun fleksibel, bahan pangan tersebut dapat diolah jadi beraneka macam hidangan yang menyehatkan dan murah. Dari akun black.sheep.828 pun, orang dapat belajar bahwa bahan sederhana bisa menjadi karya yang luar biasa.
Baca juga: Popular di Korea Selatan, Atasi Stress dengan Media Pet Rock
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply