Gunungkidul menjadi salah satu kabupaten yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten ini berada di sisi timur-selatan DIY, dengan topografi pegunungan bebatuan yang kering dan gersang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, serta Pantai Selatan. Dari segi kesuburan tanah, tidak banyak jenis tanaman yang bisa berkembang di sini. Namun, dibalik semua itu, Gunungkidul jadi surga wisata alam yang luar biasa. Berbagai hidden gem bisa ditemui di sini, khususnya pantai dan gua.
Berbicara soal gua di Gunungkidul, tentu tidak ada habisnya. Pegunungan batu yang membentang di sepanjang area, memberikan keunikan sendiri. Melalui proses jutaan tahun, akhirnya gua-gua ini terbentuk. Lapisan batu yang membeku, menjadi daya tarik pariwisata bagi masyarakat setempat. Tidak hanya warga Yogyakarta saja, tetapi gua-gua di Gunungkidul tersebut telah melanglang buana sampai luar negeri.
Mungkin Anda ingin coba liburan ke sana? Yuk, cek di bawah!
source: pinterest.com/Jogja IstimewaGua yang sudah tidak asing lagi di Gunungkidul ialah Gua Pindul. Gua eksotis ini terletak di Desa Bejiharjo, Kapanewon Karang Mojo. Perjalanan menuju ke Gua Pindul bisa dibilang sudah baik. Aksesnya cukup mulus dan bisa dilewati oleh kendaraan pribadi, seperti sepeda motor, mobil, bahkan bus besar. Perjalanan dari pusat Yogyakarta kurang lebih memakan waktu 1-2 jam saja. Selebihnya, terdapat fasilitas lain yang akan membantu wisatawan dalam menyusuri Gua Pindul, dari warung, tempat persewaan alat, area parkir, dan sebagainya.
Gua Pindul punya beragam daya tarik. Pertama, gua yang dihasilkan dari aktivitas alami tanah ini punya aliran sungai bawah tanah alami yang cantik. Wisatawan bisa melakukan cave tubing secara berkelompok dengan menggunakan pelampung yang pastinya sudah safety. Menjadi salah satu gua purba terpanjang, penyusuran Gua Pindul sendiri mencapai 350 meter, kedalaman 1-10 meter, dan lebarnya 5 meter. Kedua, selama penyusuran gua, peserta cave tubing akan melewati tiga zona yang disebut zona terang, remang, dan gelap. Penyebutan ini didasari dari sinar matahari yang menyinari gua. Setiap zona mampu memberikan atmosfer berbeda. Mulai dari zona terang yang hangat, zona remang yang memberikan roman-roman menegangkan, serta area gelap yang akan semakin membuat penelusuran seru. Ketiga, gua pindul dipenuhi stalaktit aktif yang membentuk ornamen unik, yang disebut pilar Soko Guru. Itu artinya, stalaktit ini bisa terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Lalu, di bagian tengah gua, terdapat pula area besar, bak kolam. Ketika sampai sana, wisatawan bisa berenang dan masuk ke jernihnya air, atau sekadar istirahat sejenak.
Jika Anda tertarik untuk datang ke Gua Pindul, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya biaya. Anda mungkin memerlukan pakaian ganti dan datang di pagi hari untuk menemukan momen terbaik. Kemudian, jika ingin melakukan cave tubing, biayanya Rp 40.000 per pax dengan fasilitas life vest, pelampung, sepatu karet, serta pemandu. Kalau ingin sekalian rafting, Anda harus merogoh kocek lagi mulai dari seratus ribu rupiah. Atau ingin naik off road jeep? Biayanya cukup mulai dari empat ratus lima puluh ribuan.
source: pinterest.com/Fahmi CatperkuSatu lagi gua yang unik di Gunungkidul, apalagi kalau bukan Gua Jomblang atau Luweng Jomblang. Gua unik ini berada di Desa Pacarejo, Kapanewon Semanu. Jika ingin kemari, Anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari pusat Kota Yogyakarta dengan menaiki kendaraan pribadi. Namun, untuk sampai ke area gua, Anda bisa melakukan tracking selama beberapa saat. Selain menjadi tempat wisata, Gua Jomblang juga bukti aktivitas geologi, bahwa gua tidak hanya berbentuk horizontal, tapi dapat berwujud vertical.
Tidak seperti gua-gua lain dimana orang yang mengunjunginya tinggal berjalan masuk melalui mulut gua, di sini, orang harus turun lewat atas. Hal tersebut disebabkan mulut Gua Jomblang memang berbentuk vertikal. Bentuk yang jarang ditemui ini berasal dari proses amblesnya tanah ke dalam. Area itu kemudian menjadi sinkhole lebar yang punya kedalaman variatif. Uniknya, ketika di luar gua lahan yang ada kelihatan gersang, justru berbeda pada bagian dalamnya. Sebab ambles ribuan tahun lalu, berbagai vegetasi ikut jatuh ke bumi. Kemudian, tumbuh-tumbuhan itu tetap hidup, membentuk hutan secara mandiri di bagian dasar gua. Pohon-pohon dan semak tumbuh subur bahkan tanpa adanya sinar matahari. Wisatawan dapat mengeksplor bagian dasar gua yang nampak seperti hutan. Cantiknya Gua Jomblang pun semakin bertambah ketika fenomena cahaya surga datang. Fenomena ini adalah momen saat cahaya matahari turun melewati mulut gua, menciptakan visualisasi bak malaikat. Pengunjung pun menamai fenomena ini dengan Heaven’s Light. Selain itu, panjang gua purba tersebut mencapai 90 meter dengan ujung di Gua Grubuk, sumuran terdalam di Pulau Jawa. Wisatawan yang ingin masuk ke Gua Jomblang bisa melewati beberap jalur, yaitu A (80 meter), B (60 meter), dan C (40 meter).
Dari segi biaya, Gua Jomblang memang terbilang mahal. Untuk satu paket orang perlu mengeluarkan empat ratus sampai satu juta rupiah. Harga tersebut sudah termasuk peralatan keamanan, pemandu profesional, serta makan siang sederhana. Di sisi lain, proses masuk ke Gua Jomblang juga tidak mudah sebab harus mengerahkan banyak tenaga untuk menurunkan satu orang saja. Lalu, wisata ini tidak dibuka setiap hari, bahkan memerlukan reservasi ketika ingin turun ke gua. Namun, wisatawan tetap mengantri masuk demi mendapatkan view surgawi dari bawah tanah.
source: pacarejo.idTidak jauh dari Gua Jomblang, Anda bisa juga mengunjungi Gua Kalisuci. Lokasinya masih ada di Kapanewon Semanu, tepatnya di Desa Pacarejo. Perjalanannya kurang lebih 30 menit dari pusat Wonosari. Wisata alam ini menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi dengan adanya cave tubing yang menarik. Apalagi arus sungai di Kalisuci terbilang deras, sehingga cocok dijadikan tempat rafting.
Daya tarik utama dari Gua Kalisuci adalah aktivitas cave tubing yang menyenangkan. Kalisuci dialiri sungai bawah tanah yang hijau alami, jernih, dan menyegarkan. Wisatawan yang datang kemarin biasanya akan melakukan aktivitas susur gua menggunakan pelampung secara berkelompok. Jarak penyusuran gua bahkan lebih panjang daripada Gua Pindul, yaitu kurang lebih 750 meter. Kegiatan ini jadi sesuatu yang terbatas di dunia. Tercatat hanya tiga negara yang memiliki fasilitas ini untuk pertama kali, yaitu New Zealand, Mexico, serta Indonesia. Selama melakukan susur gua, wisatawan yang turut serta akan menyaksikan keindahan serta sensasi sejuk dari alam yang begitu eksotis. Bebatuan stalaktit terpahat begitu cantik secara alami, remang-remang cahaya, bahkan gelap total dapat menjadi teman selama perjalanan. Terdapat 3 gua horizontal dan 2 gua vertikal yang masing-masing punya jeram. Pengalaman ini pastinya menjadi sesuatu yang ingin dilakukan oleh banyak orang.
Jika Anda tertarik datang dan merasakan cave tubing di Kalisuci, Anda bisa membeli paket yang sudah tersedia di area gua. Kocek yang harus dikeluarkan sekitar Rp 120.000 saja per pax yang meliputi safety equipment, retribusi, asuransi, dan jasa dari pemandu professional. Selin cave tubing, wisatawan dapat menyewa paddle board dengan harga Rp 300.000 untuk durasi 3 jam.
Itu dia 3 gua eksotis yang bisa Anda temukan di Gunungkidul. Tentu, setiap gua memiliki keistimewaan, fasilitas, serta panorama berbeda-beda. Namun, pastinya harus ada budget yang dibayarkan untuk menebus pengalaman-pengalaman tidak terlupakan itu. Sebelum datang ke lokasi, Anda dapat menghubungi pihak pengelola wisata tersebut.
Baca juga: Tips Dapur: Bola-bola Udang Teman Nyemil dan Makan Berat
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply