5 Hidangan Khas Italia dan Etika Makan yang Unik


source: magnific.com


Sajian kuliner Italia memang telah mendunia. Mulai dari spaghetti, pizza, lasagna, tiramisu, dan banyk lagi, bisa dijumpai hampir di seluruh negara. Popularitas kuliner Italia membuat orang-orang kian kreatif dalam memodifikasinya. Di balik itu semua, masyarakat Italia sendiri mayoritas sangat menjunjung tinggi etika makan, termasuk memperlakukan makanan sedemikian rupa.

Makanan bukan hanya sekadar sumber pangan yang membuat seseorang merasa kenyang dan bertenaga. Bagi orang Italia, makanan adalah sebuah warisan budaya yang wajib dilindungi, dilestarikan, dan dijunjung tinggi. Cara mereka menghadapi makanan di depan mata berbeda-beda, tetapi tetap spesial. Soal kuantitas, mereka tidak terlalu memikirkannya. Orang Italia cenderung memikirkan kualitas serta keseimbangan asupan yang masuk pada tubuh.

Di bawah ini adalah sejumlah menu Italia yang mendunia serta etika ketika menghadapinya.

Yuk, cek!

Spaghetti

source: pexels.com/Klaus Nielsen

Spaghetti merupakan salah satu pasta yang terkenal. Begitu terkenalnya makanan ini, banyak negara yang menjadikan spaghetti sebagai bahan dasar menu fusion. Spaghetti punya karakter seperti mi, pasta dibuat dari bahan dasar tepung terigu, telur, garam, dan khusus spaghetti berbentuk panjang. Hanya saja, spaghetti berbentuk lurus panjang. Dalam memasak spaghetti sebenarnya tidak terlalu banyak menggunakan teknik. Hanya saja, Anda tidak boleh memotong, menggunting, atau mematahkan pasta. Jadi, spaghetti harus direbus dalam kondisi sempurna. Orang Italia percaya bahwa cara masak seperti itu upaya untuk mempertahankan tekstur. Kemudian, tingkat kematangannya ada pada titik al dente, dimana spgahetti masih terasa kenyal, tapi bentuknya tidak berubah, dan sudah nyaman untuk dimakan.

Anda juga tidak boleh menambahkan keju parut, misalnya parmesan, ke atas pasta yang dikombinasikan dengan seafood, karena ditakutkan merusak citarasa dari kealamian bahan-bahan yang digunakan. Selanjutnya, ketika ingin menyantapnya, gunakan garpu, lalu gulung. Ambil suapan sesuai ukuran mulut, jangan terlalu berlebihan agar sekali suap bisa masuk seluruhnya. Ingat, Anda tidak boleh mematahkan spaghetti bahkan ketika akan disuapkan ke mulut. 

Pizza

source: pexels.com/Pedro Furtado

Hidangan berikutnya yang tak kalah pamor dari spaghetti ialah pizza. Roti berbentuk bundar yang berasal dari Kota Napoli, Italia, ini menjadi menu yang diadopsi oleh banyak negara, sehingga kini variasinya semakin beragam. Kuliner tersebut termasuk sesuatu yang vintage, lahir pada abad ke-18 yang sebenarnya dulu disajikan untuk rakyat-rakyat kecil sebab harganya murah. Oleh karena itu, awalnya pizza hanya ber-topping saus tomat serta keju, sangat sederhana, tapi tetap nikmat. Menu itu kemudian dikenal sebagai pizza mergherita dengan adonan Neapolitan, dimana bentuknya pipih dan pinggirannya sedikit gosong akibat dipanggang. Pizza mergherita juga jadi salah satu simbol kebanggaan warga Italia karena pola warnanya hampir menyerupai bendera kebangsaan negara. Dari satu macam, lalu muncul menu lainnya, seperti pizza marinara dan quattro formaggi.

Pizza yang berukuran bundar itu pada dasarnya hanya diperuntukan satu orang,jadi bukan untuk sharing. Ketika makan di meja restoran, cara makan pizza sedikit berbeda, yaitu menggunakan pisau dan garpu. Pizza dipotong menggunakan pisau roller khusus secara diagonal, sehingga nanti membentuk 8 bagian. Lalu, ambil pizza memakai alat makan yang tersedia, bukan dengan tangan. Pizza oleh dimakan pakai tangan langsung bila itu didapatkan dari pinggir jalan, itupun pizza harus dilipat terlebih dulu. Mengenai topping, orang Italia asli tidak akan menambahkan topping sembarangan karena dianggap merusak tekstur, rasa, dan makna dari sebuah pizza

Lasagna

source: pexels.com/Agusto Cameiro Junior

Aturan makan berikutnya ada pada menu lasagna. Hidangan ini terbuat dari pasta lasagna yang berukuran besar, lebar, dan pipig. Pada dasarnya, lasagna adalah hidangan berlapis-lapis yang cara masaknya dipanggang. Lapisan lasagna terdiri dari pasta, daging, saus, keju, dan diulang kembali sampai memenuhi loyang tempat pembuatan lasagna. Setiap layer dipenuhi menggunakan satu macam bahan atau seragam, sehingga nanti ketika disajikan, bentuknya tampak cantik berlapis-lapis. Sausnya pun bisa berupa saus blognese atau bechamel, lalu bagian atasnya adalah keju. Setiap daerah di Italia punya variasi lasagna-nya sendiri, jadi terkadang tidak akan sama. 

Lasagna jadi salah satu menu klasik yang sangat dihargai di Italia. Biasanya, lasagna dibuat dalam sebuah loyang berukuran sedang sampai besar, nanti cara menghidangkannya adalah dipotong. Namun, orang tidak boleh memtong lasagna menggunakan pisau, meskipun itu dirasa lebih mudah. Ujung pisauyang bergerigi akan merusak lapisan pada lasagna. Mereka biasa menggunakan bagian pinggir garpu yang lebih halus. Memotongnya dengana arah vertikal agar semua layer dapat terambil sempurna. Kemudian, lasagna bisa dinikmati menggunakan garpu dan  pisau. Lasagna akan lebih nikmat jika dinikmati dalam kondisi hangat serta pendamping, seperti roti atau salad segar. 

Kopi

source: pexels.com/Vladimir Srajber

Kita tahu, bahwa kopi menjadi budaya yang khas di Eropa, khususnya Italia. Menu-menu dari Italia dengan bahan dasar kopi telah menyebar ke seluruh negeri, bahkan kini kian beragam. Namun, bagaimana budaya minum kopi di Italia tetap ada aturannya. Hal itu yang kemungkinan besar tidak bisa ditiru. Gaya ngopi di Italia sangat unik, bisa dilihat dari proses pemeasannya yang sederhana, dari mulai membayar lebih dulu, mendapatkan receipt, dan menyerahkannya pada barista. Setelah minum, langsung pergi. 

Orang Italia tidak minum kopi dengan berlama-lama. Mereka akan menikmati secangkir esprersso sambil berdiri di bar kafe. Namun, waktu singkat itu tetap dimanfaatkan untuk bercengkerama atau bersosialisasi dengan sesama peminum kopi. Hanya saja, minum kopi di Italia punya batasan waktu. Kopi, seperti cappuccino, tidak lazim dipesan setelah pukul 11 pagi. Hal ini disebabkan cappuccino dianggap tidak baik dikonsumsi saat perut sudah terisi makanan berat. Cappuccino adalah menu sarapan, yang bisa dihidangkan bersama roti atau pastry. Lalu, saat siang, orang beralih pada espresso yang lebih strong dan mampu membantu proses pencernaan. Dalam konsumsi kopi, ritual orang Italia memang unik, mereka ingin proses yang cepat, efisien, tanpa kehilangan esensi dan kemurnian dari kopi itu sendiri.

Risotto

source: pexels.com/Wallace Araujo

Menuju ke menu selanjutnya, Anda dapat menemukan risotto. Olahan seperti bubur ini berasal dari Italia Utara. Namun, bukan dengan air biasa, risotto dimasak menggunakan kaldu hangat untuk citarasa yang gurih. Cara masaknya pun dilakukan secara perlahan agar patinya dapat keluar sempurna. Risotto kerap dicampur bersama mentega, keju parmessan, bawang bombay, hingga wine. Walaupun tampak sederhana dan  tidak neko-neko, risotto punya aturan penyajian juga cara makan sendiri.

Aturan pertama ada pada pemilihan piring, dimana risotto harus disajikan pada piring datang. Kemudian, meskipun berbentuk bulir-bulir nasi, orang tidak boleh menyantapnya menggunakan sendok. Ketika ingin menyuapkan risotto, orang menggunakan garpu karena dianggap lebih menjaga tekstur dari hidangan tersebut. Risotto tidak boleh diaduk, biarkan apa adanya seperti ketika pertama kali disajikan. Risotto pun jauh lebih nikmati disantap dalam kondisi hangat. Jadi, jangan heran kalau sedang makan risotto disajikan dalam piring datar dan mendapatkan garpu. 

Nah, itulah beberapa menu dari Italia bersama etika cara makan yang benar. Namun, etika itu tidak harus menjadi momok menakutkan dan membuat seseorang jadi enggan untuk mencoba hidangan lezat dari berbagai tempat. Setiap negara punya etikanya masing-masing yang sebaiknya diikuti sebagai bentuk menghormati dan menghargai kebudayaan dari negara tersebut.

Baca juga: Ketahui Fakta Kluwek, Rempah Hitam dengan Kandungan Sianida

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...