5 Tradisi Unik Rayakan Natal di Eropa, Dari Jadi Kambing sampai Lotre!


Source: unsplash.com/Mourad Saadi

Natal sudah di depan mata. Tinggal menunggu detik-detik saja untuk hari istimewa itu datang di tahun 2025 ini. Bisa dipastikan bahwa segala persiapan untuk perayaan telah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari makanan, tempat, waktu ibadah, hingga melaksanakan tradisi yang biasa dilaksanakan saat Natal. 

Bukan sebuah rahasia lagi, kalau di beberapa negara ada perayaan unik yang setiap tahunnya diadakan dalm menyambut Natal. Benua Eropa dengan puluhan negara di dalamnya pun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Natal pada awalnya pun tumbuh di kawasan ini, mengadaptasi dari tradisi bangsa Romawi, dilaksanakan oleh umat Kristiani. Tidak heran jika antusiasme menyambut Natal begitu semarak dengan beragam bentuk perayaan. Mulai dari mengenakan kostum, memasang benda-benda tertentu, bahkan menunggu undian dengan hadiah fantastis. Perayaan ini jadi satu budaya yang unik dari setiap negara.  

Mau tahu lebih lanjut? Let's read together!

Krampusnacht dari Austria

Source: unsplash.com/Felix Jiricka

Austria merupakan salah satu negara yang berlokasi di Eropa Tengah yang dilewati Pegunungan Alpen, sehingga memiliki pemandangan indah dengan kelok-kelok dataran tinggi serta salju putih. Di sisi lain, Austria juga dikenal sebagai negara tempat lahirnya musisi klasik terbesar di dunia, Mozart Strauss. Secara umum, Austria jadi negara yang cukup makmur, memiliki kekayaan alam, dengan bangunan-bangunan besar yang bersejarah nan cantik. 

Di samping lingkungannya yang baik, Austria juga kental akan budaya yang dipelihara sejak dulu. Seperti saat Natal tiba, masyarakat negara ini akan melakukan sebuah tradisi bernama Krampusnacht. Tradisi ini bahkan dibuat menjadi sebuah festival atau parade yang disebut Krampuslauf. Acara ini diadakan pada tanggal 5 Desember, sehari sebelum Hari Santo Nikolas. 

Tradisi Krampusnacht sendiri merupakan kegiatan dimana orang-orang Austria akan memakai pakaian yang mirip dengan iblis berbentuk setengah kambing, bertanduk, berbulu, serta berlidah panjang yang disebut Krampus. Iblis ini diibaratkan datang untuk menghukum anak-anak yang nakal, sedangkan Santo Nikolas datang untuk memberi hadiah untuk anak-anak baik. Mereka akan berkumpul dengan membawa lonceng serta ranting sembari menyaksikan pertunjukan yang meriah. 

Julbock dari Swedia 

Source: unsplash.com/Andrey Soldatov

Tradisi berikutnya bernama Julbock, salah satu kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat Skandinavia pada masa kuno. Uniknya hal ini masih dipertahankan hingga hari ini, khususnya di negara Swedia. Julbock merupakan tradisi pada saat Natal dengan membuat hiasan berwujud kambing Yule dari jerami, ada yang ukuran besar untuk dipajang di kanan-kiri jalan dan kecil untuk digantung di pohon Natal. 

Kambing Yule sendiri memiliki kedudukan tersendiri dalam sejarah Skandinavia yang terus dijaga sampai sekarang. Julbock berasal dari Mitologi Nordik yang berkembang selama masa Viking, dimana kambing Yule menjadi kendaraan yang cukup kuat untuk Thor, salah satu Dewa dalam mitologi tersebut. Kedua kambing itu bernama Tanngrisnir dan Tanngjóstr, selalu mendampingi Thor dalam melakukan tugasnya untuk menjaga stabilitas dengan manusia. Mereka selalu berbagi dan hadir pada waktu Yuletide, yaitu sekitar tanggal 21 Desember sampai awal Januari untuk melindungi rumah dan lahan pertanian. 

Sebelum Natal tiba, masyarakat Swedia akan membuat patung raksasa berbentuk kambing Yule sebagai representasi dari Tanngrisnir dan Tanngjóstr. Patung ini nantinya akan diletakkan di alun-alun kota dan dibakar pada tahun baru. Orang-orang juga tidak segan untuk mengenakan kostum berbentuk kambing, walaupun setiap tahunnya ada saja model yang berkembang, tidak mempertahankan dari bentuk awalnya. Sembari mengenakan pakaian kambing Yule, mereka melakukan perjalanan dari pintu ke pintu, saling berbagi ucapan selamat Natal, dan memberikan hadiah pada tuan rumah. Prosesi itu disebut dengan Julebukking

Legenda Laba-laba Natal dari Ukraina

Source: unsplash.com/Paréj Richárd

Natal identik dengan hiasan-hiasan yang melmpah, berwarna-warni, bercahaya, berkilau, dan penuh kehangatan. Berbeda di Ukraina, justru ketika Natal, orang-orang di sini akan memasang hiasan yang berbeda, yaitu sarang laba-laba. Faktanya aktivitas unik tersebut merupakan budaya yang berkembang di sana sejak dulu sampai sekarang. 

Perayaan Natal yang menarik di Ukraina tersebut berasal dari sebuah legenda cerita tentang sebuah keluarga miskin yang tidak bisa membuat hiasan Natal. Kisah ini bermula dari seorang janda miskin yang tidak mampu untuk menghias pohon Natalnya. Kesedihan menyeruak, hingga menarik perhatian laba-laba. Secara ajaib, laba-laba itu mulai membuat jaring di sana sepanjang malam. Tidak di sangka, keesokan harinya, jaring laba-laba itupun berubah menjadi benang emas dan perak yang penuh akan kilauan. 

Melalui legenda yang berkembang, masyarakat Ukraina mulai mengdopsinya sebagai budaya setiap Natal tiba. Mereka akan menghiasi rumah dengan ornamen laba-laba kecil di rumah dan pohon Natal. Mereka percaya bahwa jaring laba-laba merupakan simbol keberuntungan yang punya pertanda baik untuk keluarga di tahun yang akan datang. 

Jolabokaflod dari Islandia

Source: unsplash.com/Katie Constantine

Bertukar hadiah jadi sebuah momen yang ditunggu oleh banyak orang ketika Natal tiba. Orang bisa dengan bebas memberikan hadiah untuk yang terkasih, entah barang bermanfaat, barang yang disukai, tiket liburan, dan lain-lain. Namun, di Islandia tradisi tukar kado ini cukup menarik dan berbeda dari kebanyakan. Sebab, orang-orang Islandia akan memilih untuk bertukar buku. 

Namanya Jolabokaflod atau artinya adalah banjir buku Natal. Tradisi ini sangat sederhana, dimana keluarga akan berkumpul dan saling bertukar buku. Kemudian mereka akan merayakan Natal dengan membaca buku, sembari minum cokelat, dan menikmati kehangatan di antara suhu yang selalu dingin. Tentu, Jolabokaflod sangat sesuai dengan gaya hidup slow living yang diterapkan oleh warga negara itu. Namun, bukan berarti tidak ada hadiah lain, karena memberi hadiah saat Natal tidak harus hanya satu macam. 

Nyatanya tradisi Jolabokaflod sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Bermula saat Perang Dunia II, dimana harga barang-barang serba naik dan dibatasi untuk komoditas tertentu. Kebetulan, buku serta kertas bukan termasuk keduanya, sehingga saat itu buku jadi alternatif hadiah yang mudah didapat. Siapa sangka, kebiasaan ini mengakar kuat dan berjalan sampai sekarang. Proses petukaran buku ini juga menjadi puncak dari hari Sastra Nasional di Islandia. Adanya Jolabokaflod turut membantu masyarakan Islandia untuk gemar membaca. 

El Gordo dari Spanyol

Source: unsplash.com/Waldemar Brandt

Natal biasanya penuh dengan kedamaian, ketenangan, kehangatan, kilau cahaya, dan perayaan yang bermakna. Namun, pernahkah berpikir untuk menyambut Natal dengan mengikuti lotre yang hadiahnya melimpah? Ini bukan suatu hal ilegal, lho, karena di Spanyol justru menjadi tradisi menarik yang harus ditilik. Namanya El Gordo, undian lotre terbesar yang diikuti jutaan rakyat Spanyol. 

El Gordo merupakan undian lotere resmi yang diadakan oleh pemerintah Spanyol menjelang Natal. Dalam bahasa Spanyol sendiri, el gordo artinya adalah si gendut, yang jadi simbol dari hadiah melimpah untuk undian ini. Biasanya  El Gordo dilaksanakan pada tangga 22 Desember setiap tahunnya. Pesertanya berasal dari seluruh penjuru yang jumlahnya bisa berjuta-juta. Sistem pengundiannya secara acak dimulai dari nomor 00000 hingga 99999. Setidaknya ada 5 pemenang dengan total mencapai 14 juta euro. 

Asal muasal tradisi El Gordo ini terjadi pada tahun 1800-an, ketika pemerintah Spanyol sedang mengalami kekosongan kas perang. Mereka akhirnya membuat ide cemerlang dengan mengadakan lotre, dimana cara ini dianggap tidak akan membebani rakyat dalam menarik pajak. Pemerintah akhirnya menjual tiket lotre dengan mengimbaskan hadiah yang cukup besar pada saat itu. Kegiatan ini pun akhirnya menjelma jadi tradisi menjelang Natal pada tahun 1892 dengan nama resmi Sorteo de Navidad

Beberapa bentuk perayaan Natal tersebut kini telah menjadi bagian dari kehidupan bagi masyarakat negara asalnya. Bahkan telah menyatu bersama gaya hidup yang kini dilakoni. Selain itu, masih ada perayaan menarik lain yang bisa diulik lebih dalam. Misalnya saja menyembunyikan sapu di Norwegia, memajang sepatu di Jerman, sampai melihat potongan apel untuk meramal masa depan di Republik Ceko.

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...