Anti Scam! Yuk, Ketahui Tips untuk Berburu Kuliner Saat Traveling!


Source: unsplash.com/Kush Dwivedi

Beberapa waktu ini sejumlah orang membagikan pengalaman mereka ketika makan di tempat liburan. Melampirkan bukti nota, tidak sedikit menganggap menu sederhana dibanderol dengan harga setinggi langit. Apalagi kejadian ini sering kali dialami ketika mampir ke tempat-tempat kecil, seperti warung rumah makan biasa. Menariknya, kasus ini kerap dialami oleh wisatawan dari luar daerah.

Bukan sekali dua kali, setiap tahun pasti ada saja laporan tentang harga makanan yang tidak wajar saat masa liburan. Padahal, sebelum memutuskan untuk makan di tempat tersebut, ada beberapa cara yang bisa digunakan agar tidak terjebak dalam pilihan sendiri. Daripada menyesal, lebih baik dipikir-pikir dulu.

Tentukan Menu Makanan yang Dituju

Ketika traveling ke sebuah daerah, biasanya seseorang akan memilih untuk mencoba kuliner khas dari daerah tersebut. Misalnya ketika di Yogyakarta, orang pasti akan penasaran dengan menu tradisional, khususnya gudeg, oseng mercon, bakpia, bakmi jawa, dan lain-lain. Nah, sebaiknya sebelum menuju ke tempat tersebut, referensi bisa dicari terlebih dulu melalui internet.

Pilih Brand yang Ingin Dicoba

Setelah mencari referensi di internet, Anda bisa menentukan brand-brand atau tempat makan tertentu. Hal ini lumrah, terutama untuk kuliner khas sebuah daerah, sebab banyak orang yang akan membukanya. Anda bisa menentukan mau menuju ke mana dengan melihat rating dan review dari pengunjung sebelumnya. Terdapat beberapa aplikasi atau website yang memberikan fasilitas untuk memberikan penilaian pada sebuah brand. Sebagai tips sederhana agar tidak scam, pilihlah tempat makan yang ramai akan pengunjung.


Source: unsplash.com/Dan Gold

Bertanya dengan Warga Lokal

Saat internet tidak terlalu meyakinkan Anda, bertanya pada warga lokal menjadi kunci untuk mendapatkan informasi terkait kuliner yang wajib dicoba di daerah tertentu. Tipsnya sederhana, Anda bisa membuka percakapan terlebih dahulu dengan sopan, berbasa-basi sedikit, lalu langsung bertanya tentang tujuan rekomendasi. Biasanya, warga lokal akan memberikan saran yang bisa dijadikan pertimbangan dalam berburu makanan.

Bertanya pada Orang yang Lebih Berpengalaman

Sebelum pergi berlibur ke sebuah tempat, Anda bisa bertanya dulu pada orang-orang di sekitar. Anda dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai lokasi yang akan dikunjungi nanti. Kemudian Anda pun bisa meminta rekomendasi menu, tempat, atau tips yang baik diterapkan saat liburan. Biasanya dari pengalaman teman, Anda mampu menyimpulkan dos and donts.

Cek Daftar Harga Terlebih Dahulu

Ketika sampai di tempat makan, jangan buru-buru menyebutkan pesanan, walaupun Anda sudah tahu tempat itu menjual apa. Anda bisa melihat buku menu terlebih dahulu. Tujuannya tentu saja agar Anda lebih fix dalam menentukan hidangan yang akan dinikmati. Selain itu, dari buku menu Anda bisa mengetahui harganya terlebih dulu.


Source: unsplash.com/Terrillo Walls

Bertanya Jika Tidak Menemukan Daftar Harga

Paling sering dialami oleh wisatawan daerah, dimana ketika memesan tidak ada harga pada menu-menunya. Mereka langsung memesan, menyebutkan nama makanan tanpa mengetahui berapa banyak yang akan dibayar di akhir nanti. Tahu-tahu, saat membayar, bill-nya bisa ratusan ribu, padahal makanan yang disantap hanya sekadar nasi rames serta es teh. Oleh karena itu, penting sebagai konsumen untuk teliti. Tanyakan dulu harga dari setiap makanan, sehingga Anda bisa menentukan apakah menerimanya atau memilih berpindah ke tempat lain. Jangan langsung pesan dan protes ketika ditagih dengan total nota fantastis.

Pilih Tempat Makan yang Sudah Dikenal

Mungkin ada dari Anda yang merasa ragu dengan mampir ke sebuah tempat makan. Dari luar tampak sederhana, tapi tidak tahu dengan harga serta fasilitasnya. Bisa-bisa mengejutkan dan membuat dompet menjerit. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa memilih tempat makan yang sudah dikenal oleh banyak orang, misalnya fastfood yang ada di setiap daerah. Langkah ini jauh lebih bijak daripada membeli kucing dalam karung, meskipun rasanya memang berbeda-beda di setiap tempat.

Pilih Tempat yang Jauh dari Lokasi Wisata

Bukan rahasia lagi, kalau harga makanan di tempat wisata itu mahal. Bahkan untuk air mineral saja harganya bisa sampai dua kali lipat. Oleh karena itu, Anda bisa menghindari tempat makan yang ada di kawasan wisata. Anda bisa sedikit menjauh, berjalan sedikit untuk mendapatkan menu yang sama tapi harga lebih ramah. Cara ini cukup jitu untuk menghemat pengeluaran ketika berlibur di sebuah tempat.


Source: unsplash.com/Kim Alvino

Cari Lokasi yang Bersih

Setiap tempat makan punya standar operasionalnya sendiri-sendiri, termasuk dalam pengelolaan kebersihan. Sebelum Anda berhenti untuk sekadar istirahat dan menikmati hidangan, Anda bisa melihat-lihat terlebih dahulu tempat makan yang kelihatannya bersih serta terawat. Jika luarnya sudah bisa dinikmati secara visual, biasanya menu makanan yang dihidangkan juga memiliki aturan kebersihan cukup ketat. Hal sederhana ini dapat memberikan garansi pada pengunjung yang mampir ke tempat tersebut.

Jelajahi Pasar Tradisional

Apakah Anda tahu dimana tempat terbiak untuk mendapatkan kuliner tradisional ketika liburan? Tentu saja pasar! Anda bisa mencari tahu, pasar mana yang paling dekat dengan penginapan atau yang paling ramai pedagangnya. Selain menjual barang-barang pokok, biasanya pasar menjadi tempat berkumpulnya pedagang kuliner tradisional. Barangkali Anda bisa mendapatkan hidden gem lezat yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Jadi, jangan buru-buru mencari kafe, restoran, atau tempat oleh-oleh dulu.



Source: unsplash.com/wafieq akmal

Bijak dalam Menyikapi

Terakhir, jika Anda sudah terlanjur merasa kena scam makanan di tempat liburan, jangan langsung gegabah. Beberapa reaksi dari korban scam ini adalah marah, kecewa, serta diviralkan melalui media social. Sebenarnya, hal itu wajar. Namun, sebelum sampai ke sana, ada baiknya Anda bisa bertanya lebih dulu pada penjual tentang bagaimana rincian makanan yang dipesan dan berapa harga untuk masing-masing item. Kesalahan biasanya terjadi pada dua sisi, dimana pembeli tidak menanyakan harga dari makanan yang sudah dipesan. Masalahnya, kejadian ini bukan sekali dua kali terjadi.

Beberapa tips di atas dapat Anda jadikan sebagai referensi untuk berburu kuliner di tempat baru. Tentunya, berburu kuliner tidak akan sulit ketika Anda tahu bagaimana tips dan trik dalam bertindak. Kunci yang harus dipegang adalah riset, bertanya, dan bersikap lebih dewasa dalam menghapi berbagai situasi.

Pengalaman yang beredar di internet bisa dijadikan sebagai pelajaran berarti. Jangan sampai Anda mengulangi kesalahan yang sama. Anda bisa belajar dan mempraktikan langkah yang lebih bijak ketimbang buru-buru dan membuatnya lebih melebar lewat fasilitas internet.

Pengalaman berburu kuliner di tempat baru akan selalu terasa menyenangkan. Rasa, tekstur, aroma baru dapat memberikan kenangan tersendiri yang sulit terlupa. Apalagi jika makanan yang dicari sudah cukup langkah dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kesempatan tidak datang dua kali, jadi tidak perlu menyia-nyiakan hal itu. Namun, tetap saja, Anda perlu bersikap rasional agar budget liburan tetap dalam kendali dan tidak boncos menghadapi kehidupan setelah liburan usai.

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...