Kegiatan menulis tangan secara konvensional kini sudah mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Hal ini disebabkan kemajuan teknologi yang memudahkan orang untuk menulis tanpa menggunaka pena. Orang lebih memilih menggunakan peralatan, seperti laptop, ponsel, tab, dan sebagainya. Apalagi kini banyak penyedia layanan secara online yang menawarkan akses mudah dalam kepenulisan digital.
Menulis tangan memang pada dasarnya tidak benar-benar ditinggalkan, walaupun kini hanya menjadi pilihan kedua. Di sisi lain, menulis sebenarnya memberikan dampak yang baik untuk kesehatan, khususnya mental. Masih ada orang-orang yang menulis untuk mendapatkan impact positifnya. Sebab dikatakan bahwa menulis bisa menjadi media yang menyenangkan untuk emngolah perasaan.
Hal pertama yang bisa dirasakan dari proses menulis yaitu rasa stress yang berulang. Ada dimana momen seseornag tidak dapat mengungkapkan perasaannya secara lisan. Sedangkan, perasaan yang mengganjal itu harus diselesaikan agar tidak mengendap dan menjadi penyakit. Maka, menulis menjadi jalan yang tepat untuk merilis segala perasaan itu.
Anda bisa mulai menulis sebuah jurnal secara konvensional, menggunakan notes dan pena yang disukai. Tuliskan segala perasaan, sampaikan energi yang kurang menyenangkan itu pada setiap huruf-huruf yang membentuk kata. Cara ini dapat membuat Anda lebih tenang, terhindar stres, serta mengurangi kecemasan yang berlebih.
Cara orang mengelola emosi berbeda-beda. Tidak jarang, seseorang dapat melakukan tindakan impulsive ketika emosi, seperti memukul orang, membanting barang, atau justru berteriak sembari mengucapkan kata-kata kasar. Cara itu mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai solusi, tapi nyatanya ada langkah yang lebih baik yaitu menulis. Menungkan emosi lewat tulisan bisa membantu emosi terkelola dengan baik.
Ketika sedih, seseorang cenderung ingin berkeluh kesah. Anda bisa mulai menuliskan berbagai keluhan yang sedang dialami dalam sebuah buku bila barang kali tidak bisa diungkapkan secara lisan. Hal ini juga berlaku ketika merasa senang. Emosi seseorang yang sedang bahagia cenderung meledak-ledak. Seolah energinya terlalu banyak, sehingga perlu pelampiasan yang lebih banyak. Menulis bisa jadi cara untuk mengatasi hal tersebut agar emosi tetap pada jalur yang lebih positif.
source: pexels.com/Samer DaboulTerkadang, kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri sendiri. Perasaan datang bergejolak setelah banyak hal terjadi. Segala rasa bergerumul menjadi satu, berkumpul, hingga tidak tahu mana yang harus dinyatakan lebih dulu. Bila dibiarkan, emosi-emosi itu bisa membentuk perasaan negative, menimbun stres berkepanjangan.
Jika Anda sedang mengalami posisi seperti itu, menulis bisa jadi jalan untuk menemukan masalah. Mulai dengan menuliskan persaan satu per satu. Diuraikan dari perasaan yang dominan, mencoba jujur mengapa Anda merasakan demikian. Dilanjutkan dengan perasaan-perasaan yang lain. Lagi pula, tulisan iitu pada akhirnya hanya untuk diri sendiri, jadi tidak ada salahnya mengungkapkan segala keluh kesah. Dari tulisan yang dibuat, Anda bisa mengetahui sebenarnya apa yang tengah terjadi pada perasaan. Di sisi lain, setelah mengetahui masalah apa yang telah dihadapi dan hati jauh lebih lega, Anda mampu membuat keputusan matang sebelum bertindak.
Melakukan aktivitas seperti menulis dapat meningkatkan kesadaran akan diri sendiri. Terkadang, manusia suka tidak sadar dengan apa yang mereka perbuat sebelumnya. Tiba-tiba saja, banyak hal terjadi dan berdampak pada diri sendiri maupun orang lain. Ketika kondisi itu terjadi, maka jalan satu-satunya adalah diam sejenak. Merenungkan rentetan kejadian yang mungkin telah Anda alami sebelumnya.
Merenung saja tidak cukup, Anda bisa menuliskan apa yang masih terbayang dalam benak. Ambil pena dan kertas, lalu tuliskan kejadian-kejadian yang Anda lalui sebelumnya. Lakukan refleksi dengan menulis dan kembali menyadari dimana posisi Anda berada, sedang merasa bagaimana, melakukan apa, atau lain-lain. Menulis mampu membuat seseorang hidup di masa kini, bukan masa lalu, tapi bisa menjadi langkah preventif di masa depan agar tak terjadi hal sperti saat ini.
Tidak jarang, orang berusaha mengenal dirinya sendiri melalui berbagai hal. Tidak sedikit, orang yang kesulitan menemukan apa yang disukai, tujuan yang ingin dicapai, atau bahkan kesempatan apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Mereka memerlukan bantuan pihak lain untuk mengenal diri sendiri. Namun, dengan menulis hal itu bisa lebih tercerahkan.
Bila Anda dalam situasi seperti itu, menulis merupakan jalan sederhana untuk mengenal diri sendiri. Mulai dari menulis apa yang Anda suka. Tuangkan hal apa yang menurut Anda menyenangkan, bagaimana perasaan itu membuncah ketika melakukan kegiatan tersebut. Atau katakan dengan jujur bagaimana perasaan Anda saat harus melakukan sesuatu yang menyebalkan. Lama-lama, Anda dapat menemukan sebenarnya jati diri, tentang apa yang disuka dan tidak suka, sehingga hidup dapat lebih bermakna ke depannya.
source: pexels.com/PixabayDibandingkan dengan menulis menggunakan media online atau devices tertentu, metode konvensional tulis tangan mendorong seseorang untuk lebih kreatif. Saat orang menulis dalam selembar kertas kosong, mereka cenderung menambahkan hiasan-hiasan, entah gambar, coret warna, dan sebagainya. Penggunaan beragam warna pena pun dapat mempercantik sebuah jurnal tulis. Di sisi lain, warna-warna pada coretan kertas itu bisa menunjukkan emosi yang sedang dirasakan karena terdapat psikologi warna yang mewakili berbagai karakter, misalnya merah artinya berani dan membara, bitu melambangkan ketenangan, dan kuning merupakan sesuatu yang menyenangkan.
Seseorang yang menyukai journaling, biasanya juga suka menambahkan aksen-aksen hiasan yang semarak. Sekarang pun sudah ada beragam stiker diy yang bisa dipadukan dalam kegiatan jurnaling, seperti bunga-bunga, bentuk bangunan, hewan, dan lain-lain. Beberapa menggunakan sobekan koran, majalah, atau selebaran yang sudah tidak terpakai. Kegiatan menulis jadi lebih menyenangkan.
Salah manfaat dari menulis yang sering dirasakan oleh banyak orang adalah mengantuk. Mengapa hal itu terjadi, sebab menulis membantu menurunkan stress seseorang. Saat tubuh merasa tegang karena terlalu banyak berpikir, maka menulis bisa jadi jalan untuk merilisnya. Menulis juga membuat otak berpikir dalam waktu lama. Duduk berdiam diri sembari merangkai kata-kata dapat menimbulkan kelelahan, yang akhirnya membawa seseorang untuk segera tertidur.
Anda bisa mencari posisi ternyaman untuk menulis. Sampaikan apa yang membuat pikiran terganjal pada baris-baris kertas. Jangan lupa untuk selalu gunakan pencahayaan yang terang agar mata tidak cepat rusak.
Sejatinya, menulis memberikan banyak manfaat untuk siapapun yang melakukan. Khususnya untuk kesehatan mental, menulis membantu dalam perilisan stres, mengelola emosi, menyelesaikan masalah, hingga menumbuhkan kreativitas pada seseorang. Kelihatannya, menulis menggunakan pena dan kertas tampak kuno, tapi siapa sangka kalau dampaknya begitu luar biasa. Namun, sebelum menulis, siapkan waktu dan ruang yang tepat. Tidak perlu dipaksakan, karena kegiatan ini bersifat fleksibel. Jangan buat sesuatu yang harusnya menghibur berubah menjadi beban.
Baca juga: Kopi Menoreh, Citarasa Lokal yang Mendunia
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply