Daging jadi salah satu sumber protein yang popular di kalangan masyrakat di seluruh penjuru dunia. Daging mengandung banyak nutrisi, terutama protein dan lemak, sehingga sering dicari oleh orang-orang yang sedang cutting atau bulking. Ada aneka jenis daging yang umum dikonsumsi, diantarnya sapi, domba, kambing, babi, kerbau, unta, kuda, dan ayam.
Daging sebagai bahan makanan tentu punya kapasitas tersendiri dalam segi ketahanan. Daging yang masih segar, biasanya akan basah dan lembap, sehingga menjadi lahan empuk untuk bakteri juga kuman berkembang biak. Jadi, daging memang memerlukan treatment agar tetap awet atau tahan lama.
Alat paling aman untuk menyimpan daging besar tentu saja adalah pendingin, misalnya saja kulkas atau freezer. Namun, pada praktiknya, beberapa orang sering kali menemukan daging yang merepa tetap membusuk meskipun merasa sudah menyimpannya dengan benar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui sebenarny bagaimana menyimpan daging dengan baik di pendingin agar tetap layak konsumsi.
Baca juga: Dapat Membuat Kulit Mulus Dan Sehat, Yuk Simak Makanan Berikut!
Yuk, ikuti tipsnya di bawah!
source: unplash.com/Eiliv AceronPenting untuk tahu daging apa yang sedang Anda simpan di dalam pendinginan. Hal ini disebabkan setiap daging punya daya tahan berbeda, jadi memerlukan sentuhan yang berbeda pula. Contohnya saja daging sapi yang punya ketahanan 4-5 hari di dalam kulkas dengan suhu 0-4˚C, sedangkan di dalam freezer bisa mencapai 6-12 bulan dengan suhu -17˚C atau lebih rendah. Jika Anda ragu untuk menentukan jenis daging, Anda bisa bertanya kepada penjual daging agar lebih terarah dalam penyimpanan.
source: unplash.com/Usman YousafLangkah berikutnya untuk mempertahankan kesegaran daging adalah dengan memotongnya ke ukuran yang lebih kecil. Anda bisa membagi daging ke beberapa wadah, memotongnya sesuai selera, dan menyimpan kembali ke dalam chiller. Cara ini cukup sederhana tapi kaya akan manfaat. Pertama, tentu daging akan jadi lebih awet. Kedua, potongan daging yang lebih kecil akan memudahkan Anda dalam pengolahan. Ketiga, membungkus daging dalam ukuran tertentu ke beberapa tempat dapat mengurangi risiko kontaminasi. Anda juga tidak perlu mengeluarkan semua daging, sehingga lebih ringkas. Perlu diingat, usahakan jangan masukan daging yang sudah dikeluarkan dari chiller untuk menjaga kualitas dari kontaminasi bakteri luar.
source: unplash.com/Toxic SmokerLangkah menyimpan daging yang paling mudah tentu membungkuskan menggunakan wadah kedap udara. Anda bisa memanfaatkan plastic wrap atau vakum agar wadah daging bisa tertutup rapat dan bebas udara. Cara ini dapat menghilangkan sisa udara yang tersimpan.
Daging yang disimpan tanpa ditutup rapat berpotensi mengalami freezer burn. Kondisi ini terjadi ketika daging menjadi kering, seolah-olah matang, meskipun belum pernah dimasak dan berada di dalam pendingin. Daging yang sudah mengalami freezer burn sebenarnya masih layak dikonsumsi, tetapi kualitasnya sudah menurun. Di samping itu, rasanya tidak seenak ketika daging masih fresh. Jadi, menyimpan daging ke dalam wadah yang kedap udara dapat membantu menjaga kesegaran daging untuk dimasak di lain waktu.
Pemilihan kemasan pun perlu dipertimbangkan karen ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Syarat utama kemasan untuk daging yaitu memiliki label food grade atau tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Hindari penggunaan plastic hitam untuk meminimalisir kontaminasi racun. Pastikan bahwa wadah harus kedap udara. Terakhir, pisahkan satu jenis daging dengan yang lainnya untuk mencegah cross-contamintion, termasuk daging yang masih segar atau sudah dimasak.
source: unplash.com/Jos SpeetjensLangkah yang sepele, tapi sering dilupakan oleh banyak orang adalah tentang menjaga kebersihan daging. Dalam proses penyimpanan daging, Anda tidak perlu mencucinya terlebih dahulu. Mencuci daging menggunakan air hanya akan meningkatkan risiko cross-contamination atau kontaminasi silang.
Setiap daging pasti terdapat bakteri di permukaannya, sebab daging biasanya lembab dan basah. Namun, bakteri pada daging bisa mati ketika dimasak, oleh karena itu proses memasak hingga matang penting untuk dilakukan. Nah, sebaliknya jika dicuci, cipratan air bekas mencuci itu justru bisa menempel ke alat-alat memasak dan menciptakan koloni bakteri baru di dapur. Jadi, jika Anda ingin membersihkan daging, cukup tap-tap saja menggunakan tisu.
Baca juga: Tips Dapur: Sensasi Pedas Dari Sambal Pete Udang
source: unplash.com/S Laiba AliAda kriteria khusus terkait suhu yang harus diperhatikan dalam menyimpan daging. Jika Anda ingin daging tetap awet dan bertahan berbulan-bulan, Anda dapat mengatur suhu pendingin hingga ke angka -17˚C atau lebih rendah. Alasan menggunakan suhu tersebut adalah karena pada titik itu, pertumbuhan bakteri, ragi, jamur, serta mikroba bisa terhambat, kemudian mati. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi, masa simpan daging pasti akan lebih singkat.
source: unplash.com/Jason LeungSetelah semua daging diwadahi menggunakan tempat yang berbeda-beda, Anda bisa memberikan keterangan atau kode yang menunjukkan tanggal awal penyimpanan. Langkah ini akan membantu Anda dalam mengorganisir daging, menentukan kapan daging mana yang bisa disimpan lebih lama atau harus segera dimasak. Melalui tanggal yang dicantumkan dalam wadah daging, Anda bisa mengetahui juga berapa lama daging sudah tersimpan di dalam pendingin.
source: unsplash.com/cuviiSelain daging harus dijaga kebersihannya, Anda juga harus memerhatikan kebersihan tempat penyimpanan daging secara keseluruhan. Chiller, freezer, dan pendingin lain harus bersih dari kotoran, darah, serta lemak. Tempat yang bersih akan membuat daging jadi lebih aman dan tahan disimpan dengan jangka waktu yang sama.
Itu dia beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam menyimpan daging. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, seperti tempat penyimpanan, suhu pendingin, dan berapa lama daging itu sudah disimpan. Pastinya, tingkat kesegaran daging sangat berpangruh pada rasa yang akan dihasilkan.
Mungkin Anda masih bingung tentang panduan suhu menyimpan daging di pendingin?
Cara di bawah mungkin bisa jadi panduan.
Suhu 0-4˚C bisa tahan kurang lebih 3-7 hari dalam chiller.
Suhu -17˚C atau lebih rendah tahan kurang lebih 6-12 bulan di dalam freezer.
Suhu -18˚C atau lebih cocok digunakan untuk menyimpan daging olahan agar lebih awet.
Kualitas daging yang disimpan menggunakan suhu tersebut bisa tahan di dalam pendingin tergantung dari kemasan serta kebersihan tempat yang digunakan. Kadang, orang yang sudah melakukan hal tersebut secara benar, nyatanya tetap mendapatkan daging yang kualitasnya menurun karena factor lain, seperti sering mencairkan dan membekukan ulang dan keliru dalam memilih plastic. Oleh sebab itu, pastikan segala kelengkapannya terlebih dulu sebelum eksekusi.
Ketika Anda sudah menemukan daging yang disimpan berwarna kehitaman, tidak perlu panic. Daging yang sudah kehitaman dan sedikit kering artinya mengalami freezer burn. Anda bisa mencairkannya terlebih dahulu dan mengolahnya seperti biasa. Walaupun, daging freezer burn punya rasa yang tidak senikmat daging segar, tapi nutrisinya masih bisa diserap tubuh. Itulah mengapa, penting mengetahui bagaimana memperlakukan daging secara tepat agar kualitasnya tetap terjaga.
Baca juga: Ketahui Peranan Psikolog Dalam Membantu Menangani Masalah Kesehatan Mental
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply