Bukan sebuah rahasia lagi kalau di era kini semakin sulit mencari pekerjaan. Jumlah masyarakat produktif telah meningkat tajam dan terus bertambah setiap tahunnya, beranding terbalik dengan lapangan pekerjaan yang tidak kunjung berkembang. Bahkan, ketika seseorang memutuskan berkarir di luar negeri, beberapa orang sulit survive, dan akhirnya memilih kembali menjadi jobless. Orang pun harus berpikir lebih matang dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tidak selalu bergantung pada pihak lain, kecuali terpaksa. Di sisi lain, menjadi seorang pengangguran sebenarnya bukan hal yang harus disesali atau direnuning. Mungkin, sebagian besar menganggap pengangguran itu tidak berguna, tapi akan berbeda hasilnya jika waktu luang itu dimanfaatkan untuk upgrade skill.
Beragam faktor bisa menjadi dasar mengapa seorang yang beranjak produktif belum menerima pekerjaan formal. Salah satunya seperti kekurangan kemampuan dalam bidang tertentu. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan industri semakin ketat dan tinggi, sehingga calon pelamar pekerja pun harus meningkatkan kualitasnya untuk memenuhi kualifikasi tersebut. Pengasahan skill itu dapat dilakukan dengan banyak cara.
Cek solusinya melalui tulisan di bawah, ya!
source: pexels.com/George ParkCara yang sering ditempuh banyak orang untuk meninkatkan skil yaitu mengambil pendidikan lanjutan dari jenjang satu ke jenjang lain secara berurutan. Menempuh pendidikan lanjutan, khususnya yang bersifat formal, tentu tidak hanya meningkatkan kemampuan seseorang, tetapi juga memberikan gelar tertulis yang meyakinkan. Dalam dunia kerja, terkadang perusahaan melihat, sejauh mana calon pelamar kerja menempuh perjalanan belajarnya dengan melihat gelar. Namun, yang terpenting, melalui pendidikan tersebut, orang bisa belajar lebih fokus dan mendalam untuk mengembangkan kemampuan, secara teori maupun praktik. Lembaga pendidikan sudah menyiapkan program berkelanjutan pada durasi waktu tertentu yang menghantar peserta didik naik perlahan dari bawah ke atas. Terdapat beragam beasiswa yang bisa dimasuki agar proses belajar lebih murah atau gratis, entah itu dari negara atau swasta.
source: pexels.com/Nothing AheadSelanjutnya, jika menempuh pendidikan formal lanjutnya dirasa terlalu rumit atau mahal, calon pekerja dapat mengambil kursus pada lembaga tertentu. Kursus menjadi jalan yang efektif karena punya aturan yang fleksibel. Peserta pelatihan bahkan dapat menyambi bekerja sembari belajar, karena kegiatan dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati. Kelebihan kursus lainnya yaitu seseorang lebih fokus terhadap tujuan awal mengikuti pelatihan, misalnya kursus bahasa, menjahit, memasak, dan sebagainya. Fasilitas belajar yang didapatkan berupa teori juga praktik, tapi aksi langsung jauh lebih dominan. Saat ini, sudha terdapat aneka lembaga kursus yang menyediakan online class supaya memudahkan calon peserta pelatihan mengikuti proses pembelajar bersamaan dengan kegiatan lain.
source: pexels.com/Antoni ShkrabaMedia sosial bukan hanya tempat berkeluh kesah atau memamerkan agenda harian pada pengikut. Melalui media sosial, seseorang dapat mengakses informasi pelatihan atau workshop yang bermanfaat. Workshop biasanya memang tidak berlangsung lama, tapi beberapa diantaranya sering menawarkan sertifikat yang dibutuhkan di dunia kerja. Apalagi, workshop sangat fleksibel dan tidak mengikat. Narasumber pengisi acara pun berasal dari kalangan ahli yang menambah rasa penasaran. Ada workshop berbaya, ada pula yang gratis, tinggal pilih saja mana yang sesuai dengan passion atau minat.
source: pexels.com/Ono KosukiCara lain agar orang dapat meningkatkan skill untuk bekerja yaitu mengikuti ujian sertifikasi kompetensi atau profesi. Proses sertifikasi ini melalui serangkaian uji kompetensi pada bidang tertentu yang dilakukan oleh suatu lembaga resmi. Di Indonesia, lembaga penguji tersebut dipegang oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mendapat lisensi dari Badan Nasionl Sertifikat Profesi (BNSP). Tujuan dari ujian ini ialah memberikan pengakuan secara tertulis bahwa seseorang telah punya kompetensi sesuai kebutuhan industri kerja. Adanya sertifikat kompetensi ini, orang telah divalidasi bahwa mampu menjalankan tugasnya sesuai prosedur perusahaan.
source: pexels.com/Vitaly GarievSiapa bilang ikut kepanitaan itu kegiatan yang tidak berguna? Faktanya, sebagian perusahaan mencari kandidat yang memiliki kualifikasi aktif berorganisasi. Mengkuti kegitan kepanitiaan di dalam organisasi memang punya manfaat, meskipun dirasa melelahkan. Lewat organisasi, orang mampu meningkatkan kemampuan, khususnya soft skills dan keahlian teknis lain tertentu. Orang yang pernah mengikuti organisasi pasti punya kelebihan dalam beberapa hal, contohnya komunikasi, leadership, manajemen waktu, hingga team work yang sangat diperlukan ketika bekerja langsung. Menjalani proses kepanitiaan pun dapat membentuk mental lebih percaya diri untuk menghadapi realita dunia kerja. Maka dari itu, jangan sia-siakan bila ada kesempatan berorganisasi, baik di ranah formal ataupun di tengah masyarakat.
source: pexels.com/PixabaySaat ini orang sudah dimudahkan adanya teknologi yang mumpuni. Akses gadget dan internet hampir dimiliki oleh setiap individu. Hal ini sangat membantu ketika seseorang ingin meningkatkan kemampuanya. Belajar jadi lebih menyenangkan dengan memanfaatkan ragam media, misalnya video, foto, rekaman, buku, dan sebagainya. Tidak masalah, jika orang ingin memulai mengembangkan kemampuan bahasa lewat video, mendengarkan ilmu parenting lewat podcast, bahkan mencari langkah editing pada sebuah foto. Buku juga tidak harus berbentuk cetak karena sekarang tersedia versi e-book yang gampang dibaca dimana saja (kecuali memang tidak ada versi online). Fasilitas tersebut jadi sia-sia kalau tidak digunakan secara maksimal. Jalan belajar tidak tertutup, orang berhak mendapatkan berbagai referensi yang dibutuhkan.
source: pexels.com/FauxelsKetika seseorang ingin mengembangkan kemampuannya demi bisa bekerja di tempat impian, jangan takut menutup akses komunikasi dengan orang lain. Sesama individu, tidak masalah saling mengajarkan dan berbagi informasi penting, bisa jadi orang itulah yang akan membantu perjalanan dalam peningkatan skill. Di dunia ini, pasti ada orang yang lebih ahli atau mampu ketimbang diri sendiri, sehingga bukan masalah ketika menjadikannya sebagai mentor atau guru. Belajar langsung pada ahlinya sebenarnya sangat memberikan keuntungan, apalagi saat terjadi secara tatap muka. Antara teori dan praktik bisa dilakukan dengan seimbang. Hasilnya jadi bahan diskusi bersama, jadi evaluasi positif. Masing-masing bahkan bisa saling koreksi bila memang kurang tepat.
source: pexels.com/Michael BurrowsSetiap manusia punya hak yang sama dalam mengeksplorasi dunia. Mereka bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukan, selama tetap pada jalan positif dan tidak menyimpang. Tidak ada larangan untuk melakukan hal baru selain apa yang sudah dipelajari sebelumnya. Misalnya, seseorang merupakan lulusan Manajemen yang ingin belajar lebih lagi tentang memasak dengan tujuan ingin membuka warung makannya sendiri. Atau seorang tukang kopi yang ingin belajar interior dengan tujuan mendesain kedai kopinya agar lebih menarik. Agenda-agenda itu dapat dilakukan. Jangan merasa takut atau berkecil diri, karena semua tindakan memang berasal dari ketidaktahuan. Untuk mengetahuinya tentu saja harus dilakukan. Jadi, tetap percaya diri dan kembangkan sayap lebih lebar.
Proses mencari pekerjaan memang sulit. Penolakan yang disebabkan kurang kamampuan menjadi bab umum yang begitu menyeramkan. Namun, justru alasan tersebut juga yang mendorong seseorang untuk maju ke depan. Manfaatkan waktu luang ketika pekerjaan itu belum mau dijemput. Tingkatkan kemampuan teknis dan soft skills melalui beragam cara. Tetap yakin bahwa perjuangan itu akan berbuah manis.
Baca juga: Resep Telur Krispi, Sajian Telur dengan Tekstur yang Unik
Author: Asvi
Comments:
Leave a Reply