Tips Sederhana untuk Kenyamanan Berlibur Bersama Anak


source: magnific.com


Anak-anak juga butuh liburan sebagai bentuk refreshing. Seperti orang dewasa, tentu anak memiliki rasa stresnya sendiri dengan tingkat yang berbeda-beda. Berbicara soal faktor, ada banyak hal yang bisa jadi penyebabnya, sebut saja kegiatan sekolah yang padat, lingkungan pergaulan, dan kegiatan di rumah yang kadang tidak ada hentinya. Orang tua wajib memperhatikan bagaimana keseharian anak. Bila sudah ada tanda-tanda lelah berlebihan, saatnya berikan waktu luang untuk mereka menyegarkan pikiran lagi. Sebagai orang tua, mengajak anak untuk liburan juga bagian dari bonding agar semakin akrab. Namun, bila anak masih terlalu kecil, harus ada beberapa hal yang diperhatikan agar perjalanan liburan tetap nyaman dan anak mampu memaknai aktivitas yang dilakukannya. 

Yuk, cek di bawah!

Cari Lokasi yang Ramah Anak

Menentukan tempat liburan dengan anak-anak itu sedikit tricky. Anak-anak yang masih aktif, kerap kali dihinggapi rasa penasaran. Mereka kerap berlarian, bahkan mendekati batas bahaya jika sedang berpergian ke sebuah tempat. Kadang, anak-anak juga bisa meniru apa yang mereka lihat, sehingga untuk orang tua dihimbau selalu memperhatikan apa yang dilihat dan didengar oleh anak. Ditakutkan bahwa anak-anak akan belajar tentang hal yang kurang baik. Oleh sebab itu, carilah destinasi yang ramah akan anak, tidak memicu bahaya berlebihan atau berada di lingkungan yang terlalu umum. Tidak perlu khawatir, pilihan wisata alam atau wisata edukatif bisa jadi solusi keresahan tersebut. Orang tua dapat membawa anak menuju ke alam terbuka yang sudah diengkapi keamanan tingkat tinggi, misalnya tempat outbound, museum, kebun binatang, atau taman bermain. Jadi, meskipun anak sedang berlibur, mereka tetap bisa mendapatkan pembelajaran yang tidak ada di dalam kelas. Wawasan anak pun akan meluas. 

Pastikan Lama Berlibur

Menentukan berapa lama akan mengajak anak berlibur jadi sebuah keputusan krusial. Beberapa alasan menjadi pengaruhnya. Pertama, anak tidak memiliki banyak energi seperti orang dewasa. Mereka bisa jadi cepat lelah dan merespon dengan cara merengek atau yang lain. Membiarkan anak berada di luar ruangan pun tidak terlalu baik karena dapat mempengaruhi kondisi mental serta fisiknya. Kedua, anak memerlukan istirahat yang cukup. Masih ada kaitannya dengan alasan pertama, jatah anak untuk beristirahat harus lebih banyak, terutama dalam masa pertumbuhan. Ketiga, membiarkan anak lama-lama bermain juga tidak baik. Walaupun, anak senang, tapi mereka harus tetap menggunakannya sesuai porsi karena ditakutkan justru enggan kembali ke aktivitas normal. 

Jadi, orang tua bisa memberitahu anak terlebih dahulu sebelum berangkat liburan. Pastikan, selama liburan anak mendapatkan porsi hiburan sesuai usianya. Jangan terlalu berlebihan dan tetap awasi anak ketika bergerak. Pastikan anak merasa nyaman dan cukup. Jika sudah selesai, segeralah ajak pulang untuk istirahat.

source: unplash.com/Vidar Nordli-Mathisen

Pilih Pakaian yang Nyaman

Liburan memang kegiatan santai, itu artinya baik orang tua maupun anak tidak perlu mencari pakaian formal yang berlebihan. Orang tua bisa mencari outfit yang nyaman digunakan oleh anak dalam bergerak ketika datang ke tempat berlibur. Selain itu, pastikan outfit anak harus menyerap keringat serta mudah ketika mau dilepas atau dipakai kembali. Jangan paksakan ego orang tua untuk memberikan pakaian yang tidak nyaman pada anak, hanya karena modelnya bagus atau kekinian. Baiknya, biarkan anak memilih pakaian mereka sendiri dengan opsi yang mungkin telah disiapkan. 

Mengajak anak berlibur, rasanya tidak akan cukup kalau hanya membawa satu pasang pakaian. Apalagi wahana tempat liburan merupakan kawasan air. Sebaiknya, orang tua selalu membawa baju serep sebagai antisipasi bila ada kejadian yang mengharuskan ganti pakaian. Persiapan seperti ini diperlukan agar liburan tetap nyaman dan aman. 

Siapkan Kebutuhan Anak

Persiapan liburan anak memang cukup banyak dibandingkan dengan milik orangtuanya. Ketika sudah berniat ingin mengajak anak berlibur, sebagai orang tua wajib memperhatikan barang apa saja yang harus dibawa dalam tas milik anak. Pisahakan barang-barang anak dari perlengkapn orang tua agar lebih gampang dalam memobilisasi. 

Sebelum berangkat, buatlah list perlengkapan yang akan dibawa saat liburan. Jangan lupa selalu pisahkan benda yang berbahan dasar kimia dengan makanan dan pakaian. Agar lebih teratur, orang tua dapat membaginya ke dalam pouch-pouch kecil, misalnya satu pouch untuk pakaian, peralatan mandi, dan makanan. Jangan campur baurkan semuanya agar tidak terjadi cross contamination. Barang-barang ini bisa jadi bertambah banyak mengikuti usia anak yang diajak berlibur.

source: pexels.com/Ketut Subiyanto

Gunakan Transportasi Nyaman

Bagian ini jadi salah satu hal yang penting dalam perjalanan bersama anak. Setelah menentukan destinasi wisata, orang tua wajib memikirkan kendaraan apa yang nyaman digunakan untuk sampai ke sana. Ingat, anak lebih sensitif daripada orang dewasa, jadi perjalanan pergi dan pulang harus memberikan rasa nyaman, terlebih bila itu berada di luar kota yang membutuhkan waktu berjam-jam sampai ke tujuan. 

Bila tempat wisata yang dituju tidak jauh, mungkin orang tua bisa menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau motor. Jika memakai motor, pastikan anak tidak teralu terpapas sinar matahari. Namun, ketika tempatnya jauh, sampai luar kota, maka transportasi umum seperti kereta, bus, atau pesawat jadi opsi. Lalu pikirkan dengan membandingkan harga serta lama perjalanan yang akan ditempuh. Pastikan selama perjalanan, anak tetap nyaman dan tenang, sehingga tidak mengganggu orang-orang di sekitarnya. 

Pilih Saat Low Season

Saran untuk para orang tua jika ingin mengajak anak berlibur, maka pilihlah saat low season. Biasanya, tempat wisata akan sepi dan ramai pada periode waktu tertentu. Agar lebih nyaman dan anak menikmati waktu liburan, orang tua bisa memilih waktu low season, artinya bukan ketika akhir tahun, akhir semester, libur hari Raya, dan sebagainya. Kondisi tempat wisata maupun jalanan pasti akan relatif lebih longgar, lowong, dan sepi. Perjalanan saat low season bisa jadi lebih nyaman untuk membawa anak berpergian. 

Mengingat kondisi ramai atau tidaknya wisata, orang tua bisa menyiasati dengan mengajak anak berlibur saat ada tanggal merah atau akhir pekan. Bila dirasa akhir pekan termasuk high season, maka orang tua dapat mencari waktu yang tepat, misalnya berangkat lebih awal. Jika masih merasa ragu, orang tua bisa mencari alternatif tempat lain yang serupa dengan tujuan sebelumnya, tapi cukup kondusif. Pastikan anak juga memberikan persetujuan agar liburan semakin menyenangkan.

source: pexels.com/Gabdu Jomart

Liburan bersama anak merupakan hal yang menyenangkan. Membuat anak merasa senang, tentu jadi bahagia tersendiri untuk orang tua. Namun, ketika ingin mengajak anak liburan, memang ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan, terkadang bahkan lebih ribet daripada orang dewasa. Orang tua harus teliti dan telaten dalam memilih tujuan liburan, mengingat anak yang masih sensitif dengan tempat baru. Libatkan pula keputusan anak dalam memilih tempat yang dituju, agar anak belajar bagaimana memutuskan hal penting untuk dirinya sendiri.

Baca juga: Tak Kalah Enak, Nikmati Sajian Tahu Katsu ala Rumahan

Author: Asvi

Comments:

Leave a Reply

you may also like

...